Menghafal Alquran dan Salat Tahajud Setiap Hari

Juni 22, 2011 at 3:41 am 2 komentar

Dua siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Al- Uswah Surabaya patut berbangga.Ia meraih nilai Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN) tertinggi yakni sama-sama 29,55. Tak hanya nilai ternyata yang sama,karena ternyata keduanya sama-sama tengah dalam proses menghafal (hifdzul) Alquran dan selalu menunaikan salat tahajud. Mereka adalah Muhammad Hizbun Nash dan Mujahidah Khalisha.Mereka tercatat sebagai siswa terbaik di Surabaya mengalahkan Cristopher Kevin Susandji dari SD Kristen Petra 5 yang meraih nilai 29,50 dan Naufal Rafid Rizqullah SD At Taqwa,serta Joana Gunawan dari SD YPPI dengan nilai 29,40.

Namun sayang,keberadaan kedua siswa dari SD Islam Terpadu AL Uswah itu sempat luput dari penilai Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya. Kedua siswa ini tidak dicatat sebagai siswa yang memperoleh nilai UASBN tertinggi oleh Dindik.Padahal,jelas nilai yang diperoleh dua siswa ini mengalahkan siswa lainnya. Meski demikian,pihak SDIT Al-Uswah tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Bagi mereka,nilai kedua siswanya akan menjadi pemacu semangat untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi.
Dengan kondisi itu, segala cara akan dilakukan supaya target sekolah terbaik terus disandang sampai kapan-pun. Lalu apa rahasia keduanya hingga bisa meraih sukses tersebut?. Kepada harian SINDO, kedua siswa itu membuka sedikit rahasia suksesnya.Menurut Mujahidah Khalisha,salah satu kunci mendapatkan nilai baik yang terus diamalkan adalah melaksanakan salat tahajud. Salat ini menunjukan khasiat sebagai jalan mendekatkan diri kepada sang Kholik sekaligus memperoleh nilai terbaik.
”Saya sering melaksanakan salat tahajud,”kata Mujahidah Khalisha,satu dari dua siswa SDIT Al-Uswah yang mendapatkan nilai terbaik. Salat tahajud,aku Khalisha, merupakan kegiatan spiritual yang secara rutin dijalankan siswa-siswa SDIT ini. Menurut dia,hampir seluruh siswa menjalankan salat yang dilakukan pada ? malam setiap harinya.Dengan salat ini,mereka yakin segala keinginan akan digampangkan oleh Allah Sang Pencipta. Aktifitas salat tahajud rutinan juga dilakukan Muhammad Hizbun Nash.
Dia mengaku,setiap hari bangun malam pukul 03.00WIB untuk menjalankan salat malam itu. Setelah kegiatan rutin lain adalah menghafalkan Alquran dan dilanjutkan dengan belajar pelajaran sekolah. Hasilnya,sampai saat ini mengaku hafal sembilan juz dari 30 juz Al-qur’an.Ia menargetkan bisa hafal semua juz saat ada di jenjang SMA. Anak Budi Prasodjo,salah satu dosen ITS jurusan Perkapalan ini membeberkan,pada awalnya ia tidak menyangka akan memperoleh nilai UN tertinggi se-Surabaya.
Dengan prestasi yang diperoleh,dirinya merasa bangga kepada kedua orang tua dan sekolahnya . ”Saya sangat senang.Dengan prestasi ini,saya minta dibelikan hp sebagai hadiah,”kata Hizbun dengan polos. Selain melakukan salat tahajud secara rutin,Hizbun menegaskan ada rahasia lain yang dilaksanakan saat UN.Salah satunya adalah berpuasa rutin menjelang try outsampai pelaksanaan UN.Ia tidak belajar setiap saat,tapi proses belajar yang dilakukan adalah pagi,siang dan sore.
Sementara untuk malam harinya dipergunakan untuk istirahat. ”Kalau malam saya menghafal Alquran.Saya sudah hafal sembilan juz,”jlentreh anak yang tinggal di Jalan Kejawan Putih Tambak Gg 16 No 18 ini. Sementara itu,Rudi Artono ayah dari Khalisha yang juga dokter ini mengaku sangat bangga kepada anaknya,karena bisa memperoleh nilai UN tertinggi se-Surabaya.Untuk mendapatkan nilai itu,usaha yang paling serius diperlihatkan anaknya sendiri,bukan karena paksaan.
Selain itu,nilai yang diperoleh karena pendidikan karakter yang dijalankan di SDIT Al-Uswah dijalankan dengan benar.”Saya hanya memfasilitasi kebutuhan anak saja,”katanya. Ia mencontohkan,fasilitas yang diberikan kepada sang anak adalah melakukan les pada bidang mata pelajaran yang tidak dikuasai.Jika anaknya mengeluh tidak bisa mengerjakan Matematika, maka dirinya akan mendatangkan guru secara khusus mengajari matematika.
Kondisi serupa juga diberlakukan pada mata pelajaran lain. Dengan sistem itu,maka pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit bisa dikuasai anak,dan hasilnya nilai Khalisha menjadi yang tertinggi. Selain itu,proses hafalan Alquran anaknya yang baru mengunjak juz tiga juga menjadi kebanggan tersendiri.”Di sekolah sudah diajarkan menghafal Alquran,makanya banyak anak yang sudah bisa menghafal Alquran,”beber dokter THT di RSI ini. Kebahagian juga terpancar dari raut wajah kepala sekolah SDIT Al-Uswah, Mochammad Edris Effendi.
Dia mengaku, prestasi sekolahnya akan terus menanjak.Karena,dalam mengenyam pendidikan dilakukan dengan target-target yang telah ditetapkan.Selain itu, ada empat pondasi yang dibangun untuk anak didiknya yakni,bekerja keras,membantu teman dalam proses belajar, menanamkan nilai-nilai kejujuran,dan menanamkan nilai spiritual.”Empat pilar ini yang kami tanamkan sejak dini.
Kami ingin anak didik kami jujur,”aku dia. Dengan pemahaman itu, seluruh siswa sekolah menjalankan dengan suka rela.Bukti amalan ilmu yang diajarkan adalah menjalankan salat tahajud di rumah masing-masing. Kegiatan salat ini dinamakan dengan ‘tahajud call’. Artinya,setiap siswa mempunyai kewajiban membangunkan siswa lainnya saat menjalankan salat tahajud.Prosesnya melalui call melalui _hanphone yang dimiliki siswa satu dengan lainnya. (sumber: Seputar Indonesia Edisi Cetak)

ARIEFARDLIYANTO
Surabaya

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/407239/

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , .

SD Al Uswah Sabet Nilai Tertinggi UN 4 Kali Berturut-turut Taushiyah Jelang Ramadhan

2 Komentar Add your own

  • 1. endah  |  Juni 24, 2011 pukul 4:05 am

    Pak, mungkin perlu dicermati bahwa yang dimaksud nilai tertinggi oleh DikNas adalah nilai akhir, bukan nilai unas saja. Terima-kasih, and selamat.

    Balas
  • 2. Jazuli2010  |  Juli 27, 2011 pukul 1:49 pm

    semoga kita dan anak-anak kita bisa menghafal al qur’an dan mengamalkannya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: