Serangan Fajar

April 15, 2009 at 4:19 am Tinggalkan komentar

Pemilihan Umum (Pemilu) anggota legislative yang sering juga disebut-sebut sebagai pesta demokrasi rakyat sudah selesai digelar. Meskipun Komisi Pemilihan Umum belum secara resmi mengumumkan siapa pemenangnya pemilu kali ini, tetapi siapapun yang rajin mengikuti berita-berita tentang pemilu tentu sudah mengetahui siapa yang akan menjadi pemenangnya. Banyak orang terkaget-kaget atau mungkin tidak menduga sebelumnya ketika melihat hasil penghitungan cepat (quick-count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey terkait dengan perolehan suara partai-partai tertentu.

Tetapi hasil itulah yang telah dikehendaki dan telah menjadi pilihan rakyat. Rakyat telah menentukan pilihan politiknya dan telah memilih siapa saja yang akan mewakilinya di lembaga legilatif selama lima tahun ke depan. Apapun alasan dan motifasi seseorang saat melakukan pencontrengan di bilik suara beberapa waktu yang lalu , semuanya harus menghormatinya. Bisa karena alasan idealisme yang sangat rasional, bisa pula karena mengharapkan sesuatu yang dijanjikan oleh calon anggota legislative (caleg) dan bisa pula karena adanya “uang saku” yang telah diberikan.

Idealnya memang dalam menentukan pilihan dalam pemilu, seseorang harusnya melakukannya secara rasional. Sehingga pesta demokrasi yang menghabiskan dana Negara yang tidak sedikit itu bisa menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkwalitas. Kalau dalam pemilu kemarin orang benar-benar sadar akan pentingnya memilih wakil yang jujur dan amanah, maka gedung dewan akan benar-benar berubah menjadi gedung pusat perjuangan membela kepentingan rakyat. Gedung dewan akan benar-benar menjadi rumah rakyat yang akan melayani segala uneg-uneg dan pikiran-pikiran rakyat.

Tetapi kalau dalam pemilu kemarin ditemukan banyak indikasi yang mengarah kepada adanya jual beli suara atau “politik uang”, maka jangan banyak berharap kalau para wakil rakyat yang terpilih akan berubah dari yang sudah-sudah. Mereka yang telah menyuap dan membungkam suara rakyat tentu nantinya tidak akan merasa tenang sebelum “uang modalnya” bisa kembali. Akhirnya, alih-alih membela dan menyuarakan kepentingan rakyat, dia akan lebih sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Maka tidak heran kalau banyak anggota legislative yang tersandung dengan kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang serta jabatan lainnya.

Dan apabila “serangan Fajar” itu benar-benar ada, maka cacatlah kwalitas pemilu yang diharapkan membawa perubahan bagi nasib bangsa ke depan. Setiap Partai Politik (parpol) semestinya bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pendidikan politik kepada para anggota dan simpatisannya. Mereka seharusnya diberi kesadaran bagaimana cara berpartisipasi dalam pengembangan politik dan demokrasi di Indonesia.

Entry filed under: Beranda. Tags: , .

Mengusahakan Kesabaran Perang Mu’tah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: