Mengapa Golput

Maret 31, 2009 at 4:10 am Tinggalkan komentar

Jumlah partai politik yang akan berlaga pada pemilihan umum 9 April 2009 memang sangat banyak sekali. Ada 44 partai yang akan memperebutkan simpati dan suara sekitar 180 juta rakyat pada pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar tersebut. Melihat dari jumlah partai yang sebanyak itu, sebagian orang ada yang berpendapat bahwa jumlah segitu terlalu banyak sehingga membuat rakyat semakin bingung dalam menentukan pilihannya. Tetapi sebagian yang lain berpendapat berpendapat bahwa jumlah itu masih wajar dan bisa diterima mengingat jumlah penduduk Indonesia yang memang cukup besar. Mereka juga berpendapat banyaknya partai juga menunjukkan betapa beragamnya latar belakang social dan aliran politik yang ada dalam masyarakat.

Tetapi ada sebagian masyarakat yang lain juga yang sudah jauh-jauh hari menyatakan, bahwa mereka tidak mau lagi terlibat dalam dukung-mendukung terhadap partai politik yang ada. Mereka akan mengambil sikap apatis dan diam saja pada saat pesta demokrasi rakyat itu digelar. Mereka merasa tidak ada gunanya menggunakan hak pilihnya kalau hal tersebut tidak menimbulkan pengaruh apa-apa dalam kehidupannya. Mereka juga merasa kecewa dengan tingkah laku para politisi yang kurang memikirkan nasib rakyat dan lebih mementingkan urusan pribadi dan golongannya serta kedudukan dan jabatan. Apa yang didengung-dengungkan semasa kampanye hanya sekedar untuk menarik simpati rakyat untuk memilihnya. Tetapi setelah mereka terpilih mereka kemudian tidak menepati janji-janjinya.

Mereka merasa telah salah memilih wakilnya yang diharapkan bisa membawa aspirasinya ke forum perwakilan rakyat yang terhormat. Mereka merasa tertipu oleh rayuan manis dan janji para politisi yang tidak amanah dalam mengawal setiap suara yang didapatkannya. Hal ini lebih diperparah dengan adanya pemberitaan tentang tindakan-tindakan amoral yang dilakukan oleh sebagian anggota dewan yang terpilih seperti kasus perselingkuhan dan penyalagunaan jabatan. Oleh karenanya mereka memutuskan tidak mau lagi ikut-ikutan menggunakan hak pilihnya di pemilu mendatang.

Yah. Inilah resikonya kalau memilih wakil yang tidak bisa menjaga amanah. Inilah juga resiko yang harus ditanggung kalau sembarangan dalam menentukan pilihan. Sekedar karena ikut-ikutan teman, kita menjatuhkan pilihan pada orang tidak bisa membawa suara selama lima tahun berikutnya. Hanya karena ikut-ikutan, kita  menanggung kecewa dan kemudian menjadi putus asa. Karena kita asal-asalan dalam menentukan pilihan, maka wakil yang kita dapatkan orang-orang yang tidak berkwalitas dan tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu siapakah yang seharusnya disalahkan. Mereka yang telah terpilih yang kemudian mengecewakan, atau kita sendiri yang telah turut mengantarkan mereka menduduki jabatan.

Kita semuanya tentu masih mempunyai idealisme yang tinggi untuk membangun negeri ini. Kita semua tentu saja akan bangga melihat Indonesia raya berjaya dimana-mana. Kitalah yang menentukan arah kemajuan bangsa dari masa ke masa. Kepedulian kita terhadap segala permasalahan yang sedang dihadapi akan terasa sangat berarti dalam upaya untuk melepaskan bangsa ini dari segala keterbelakangan.  Suara dan aspirasi kita akan sangat berharga untuk membawa perubahan yang dikehendaki bersama-sama

Bagi yang berencana untuk tidak menggunakan hak suaranya, tentu masih ada waktu untuk berfikir ulang untuk menentukan sikapnya  dalam pemilu. Dari sekian banyak pilihan yang ditawarkan, kemungkinan masih ada sebagian atau bahkan satu saja yang masih sesuai dengan  harapan. Tetapi sebelum benar-benar menjatuhkan pilihan, teliti dan pelajari apa saja yang ada didalamnya. Setelah yakin dengan visi dan misi serta kinerja kadernya, maka mohonlah hidayah dari Allah swt agar diberi kekuatan dalam menentukan pilihan.

Entry filed under: Beranda. Tags: , , .

Cinta Terlarang Mengusahakan Kesabaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: