Kesadaran Politik

Maret 16, 2009 at 3:44 am Tinggalkan komentar

Kampanye partai politik hari ini (16/03/09) mulai digelar serentak di seluruh Indonesia. Perang opini antar partai politik peserta pemilu 2009 tidak bisa dihindarkan lagi. Tujuannya adalah memperebutkan dan menarik simpati lebih dari seratus juta pemilih aktif Indonesia. Berbagai macam alat peraga kampanye sudah dipasang dimana-mana. Mulai dari spanduk, umbul-umbul, baliho, stiker, bendera dan yang lainnya tampak sudah menghiasi setiap sudut jalan dan perkampungan. Belum lagi yang memanfaatkan kampanye melalui media elektronik seperti televisi, radio, situs internet dan masih banyak media yang lainnya.

 Musim kampanye sudah datang dengan berbagai macam ragam reaksi dari masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Ada yang mungkin menyambutnya dengan perasaan suka cita, ada juga yang mungkin sikapnya biasa-biasa saja dan mungkin ada pula yang menunjukkan sikap ketidaksukaannya. Bagi yang memiliki trauma dan dikecewakan oleh wakil yang telah dipilihnya mungkin akan alergi begitu mendengar kata politik disebutkan.

Semakin banyaknya para pejabat yang terlibat dalam kasus pidana korupsi dan pelanggaran asusila semakin menambah ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap kredibilas dan kinerja mereka. Belum lagi terungkapnya beberapa perilaku amoral dan  tidak terpuji yang dilakukan sebagian para public-figure kita itu yang mereka saksikan melalui media massa. Semakin menambah ketidaksukaan sebagian dari mereka terhadap dunia politik yang mereka anggap hanya digunakan untuk mengeruk keuntungan dan mengejar jabatan.

Tidak salah mungkin ketika seseorang berpersepsi demikian. Mereka mungkin geram menyaksikan tindakan-tindakan para pemegang amanat rakyat yang berbuat menyimpang dan jauh dari harapan. Ditengah kondisi sebagian besar masyarakat yang serba kesusahan, mereka mempermainkan kedudukan untuk kesenangan diri sendiri. Padahal mereka dibayar tinggi untuk bisa membawa bangsa ini meraih kemajuan dan kesejahteraan. Sehingga tidak salah kemudian ada sebagian masyarakat yang kecewa dan kemudian memutuskan untuk tidak mau lagi terjun dan ngurusi dunia politik.

Antara harapan dengan kenyataan memang kadang berseberangan. Oleh karena itu bagi yang pernah dikecewakan oleh politisi yang dipilihnya, maka jangan dipilih lagi pada pemilu berikutnya. Bagi yang pernah memilih dan memutuskan untuk menitipkan aspirasinya (suaranya) kepada partai yang kemudian mengecewakannya, maka jangan lagi titipkan lagi suara anda disana. Karena karena kalau tetap disana, anda bakal dibikin kecewa untuk kedua kalinya dan akan kecewa dan kecewa lagi.

Jangan juga kemudian mutung atau putus asa dan kemudian tidak mau lagi  menyalurkan aspirasi. Karena sebagai warga masyarakat sekaligus warga Negara yang baik kita tidak patut melakukannya. Karena berpartisipasi dalam dunia politik adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Manusia memiliki berbagai macam sisi kehidupan yang disediakan untuk menunjang sempurnanya peran kemusiaaan. Pada hakekatnya dalam kehidupan sehari-hari, kita semua tidak bisa lepas diri dari persoalan-persoalan politik. Berbagai macam persoalan kehidupan keseharian, yang kadang berpihak dan  tidak berpihak kepada rakyat,  tidak lepas dari kebijakan politik para pemegang kekuasaan. Sedangkan pemegang kekuasaan itu setiap lima tahun kitalah yang menentukannya.

Oleh karenanya kita semua, baik disadari maupun tanpa disadari, adalah para politisi. Lho kok bisa? Laa Ya. Contohnya, suatu saat misalnya ada sebuah kebijakan pemerintah yang kita nilai menguntungkan rakyat dan kita menyetujuinya, maka saat itulah kita telah menjadi politisi. Karena kita mempunyai aspirasi atau pandangan yang sama dengan keputusan politik pemerintah. Jadi ke-politisian kita itu sesungguhnya telah muncul disaat kita peduli kepada nasib sauadara-saudara kita sesama anak bangsa. Selama dalam diri kita masih ada perhatian terhadap perbaikan nasib saudara-saudara kita, maka kita telah menjadi para pejuang bangsa. Dan para pejuang bangsa itulah politisi sesungguhnya.

Entry filed under: Beranda. Tags: , .

Ikut Pemilu Keluar Dari Ketakutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: