Ikut Pemilu

Maret 13, 2009 at 4:27 am Tinggalkan komentar

Hingar-bingar Pemilihan Umum adalah hingar-bingar janji untuk mendapat simpati. Segala cara pasti ditempuh setiap calon anggota legislatif  agar dukungan masyarakat bisa mengalir kepadanya. Masing-masing calon berusaha meyakinkan calon pemilihnya agar dia dipilih saat pemungutan suara. Berbagai cara dilakukan untuk bisa menarik perhatian dan meyakinkan masyarakat agar memilih dirinya. Ada sebagian calon membagi-bagikan sembako murah, ada yang rajin masuk pasar-pasar tradisional, ada juga yang nyambangi para petani dan masuk kampung-kampung dan lain sebagainya. Biaya yang dikeluarkannya juga tidak sedikit, mungkin bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah.

Hingar-bingar Pemilu juga bisa membuat sebagian masyarakat melupakan berbagai persoalan yang sedang dihadapinya. Beberapa kalangan menganggap eforia pesta demokrasi mampu kembali melambungkan kembali angan-angan yang sebelumnya terpendam. Para simpatisan partai beranggapan bahwa dengan mendukung calon yang diusungnya adalah sebagai salah satu bentuk perjuangan untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka alami saat ini. Mereka berpendapat dengan adanya pemimpin yang baru akan ada harapan baru bagi masyarakat. Dengan pemimpin baru, akan ada perbaikan bagi tarap hidup dan juga kehidupan mereka. Mereka masih percaya dan yakin dengan janji yang disampaikan  kandidat yang dibelanya akan terealisasi begitu sang kandidat menang.

Tetapi ada sebagian kalangan  yang bersikap biasa-biasa saja. Mereka adalah sebagian masyarakat yang tidak menganggap terlalu serius urusan-urusan politik. Merekapun tidak pernah mempermasalahkan siapapun pemimpin mereka yang terpilih nanti. Mereka  juga tidak mau berandai-andai. Yang  penting dalam hidup mereka saat ini adalah terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari. Siapapun peminpinnya mereka tidak peduli asalkan mereka bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Mereka yang skeptis yang lain beranggapan bahwa tidak ada gunanya mereka ikut-ikut berpolitik karena mereka telah banyak dikecewakan oleh janji-janji para politisi. Mereka juga tidak lagi dengan mudah mempercayai setiap ucapan janji yang disampaikan politisi sewaktu kampanye.

Terlepas dari siapa yang paling benar dalam hal ini, sikap mereka patut tetap dihargai. Siapapun diberikan kebebasan untuk menentukan sikapnya. Dalam kaidah demokrasi yang namanya memilih itu adalah hak  jadi bukan kewajiban. Jadi mereka diberi kebebasan untuk mengambilnya atau tidak mengambilnya. Tetapi yang namanya memperbaiki keadaan Negara agar semakin baik itu namanya kewajiban semua warga Negara. Yang memperjuangkan agar bangsa ini semakin maju dan kuat adalah kewajiban seluruh rakyat bukan hanya politisi atau pejabat. Kalau ada sebagian masyarakat yang kecewa dengan janji-janji politisi atau partai tertentu, maka jangan pilih lagi partai atau politisi yang telah mengecewakannya. Di negeri ini masih banyak orang-orang yang baik dan masih ada juga pemimpin-pemimpin yang baik.

Meskipun belum banyak jumlahnya, tetapi masih ada pemimpin atau politisi yang baik di negeri ini. Ditengah gencarnya berita tentang dipenjarakannya pejabat-pejabat yang korupsi, masih ada pejabat-pejabat yang bersih. Masih ada diantara mereka yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat sebagaimana yang pernah mereka ucapkan semasa kampanye sebelumnya. Ada juga diantara mereka yang benar-benar menginginkan kesejateraan rakyat seluruhnya sebagaimana yang telah mereka janjikan sebelumnya. Memang jumlah mereka belum banyak saat ini, tetapi kitalah sesungguhnya yang menjadi penentu keberadaan mereka agar di masa-masa yang akan datang semakin banyak jumlahnya.

Kita harus menentukan siapa yang paling layak untuk memimpin atau mewakili kita. Kita tidak boleh lengah dan salah dalam menentukan pilihan kita. Kita harus memilih orang yang paling baik diantara kita. Karena suara kita sangat berharga, maka jangan kita salurkan kepada siapa saja yang tidak berhak menerimanya. Karena kalau salah menyalurkannya akan berakibat fatal kepada semuanya. Tidak hanya orang lain, kita juga akan terkena getahnya.

Pengalaman demi pengalaman mestinya semakin menjadikan kita menjadi dewasa dalam berdemokrasi. Sudah beberapa kali kita memilih para pemimpin melalui pemilu. Ada yang prestasinya bagus dan  ada juga yang mengakhiri masa jabatannya dengan karya yang biasa-biasa saja. Bahkan ada yang sampai masuk penjara karena perbuatannya yang tercela.

Sebenarnya ada cara-cara sederhana dan mudah dalam menentukan siapa yang paling ideal memimpin kita. Inilah beberapa diantaranya:

Carilah calon pemimpin kuat dasar-dasar agamanya. Karena hanya dengan kekuatan iman dan taqwa yang mampu melawan godaan seseorang selama memiliki jabatan dan kedudukan. Segala penyalagunaan  wewenang dan jabatan pasti sangat bertentangan dengan keimanan dan keyakinan. Maka ketika sang pemimpin itu kuat keimanannya, maka ia tidak akan dengan mudah melanggar sumpah dan janji yang telah diucapkannya.

Lihat juga kehidupan keluarganya. Karena keluarga ibarat miniatur sebuah Negara. Ia merupakan komponen paling bawah dalam pembentukan masyarakat bangsa. Kepemimpinannya dalam keluarga menjadi cerminan bagi kepemimpinannya di luar rumah tangga. Lihatlah istri dan anak-anaknya. Apakah mereka juga telah menjadi miniatur sebuah masyarakat yang shaleh, baik dan tertib.

Lihat juga pendidikannya. Di negara manapun, semakin banyak orang yang pintar semakin maju pula Negara itu. Sehingga banyak Negara yang mendonasikan anggaran yang besar untuk memperbaiki dunia pendidikannya. Latar belakang pendidikan bisa menjadi penentu seoerang pemimpin dalam mengambil kebijakannya. Selamat Memilih.

Entry filed under: Beranda. Tags: , , .

Khusyuk Tiada Henti Kesadaran Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: