Di Keheningan Pagi

Februari 26, 2009 at 4:04 am Tinggalkan komentar

Bangun dari tidur di waktu menjelang pagi adalah saat-saat yang sangat menyegarkan. Hilang dan lepasnya rasa lelah, setelah tubuh bisa beristirahat semalaman, menjadikan tubuh memiliki tenaga seperti sedia kala. Apalagi kemudian dilanjutkan dengan mandi dan membasuh seluruh anggota tubuh serta dilanjutkan dengan mengambil air wudhu. Suasana pagi yang sejuk dan hening dengan udara segarnya yang sangat melimpah sangat disukai oleh jiwa dan raga. Siapapun akan menemukan dan merasakan kenyamananya saat menyusuri udara pagi yang masih bersih.

Bermunajat diawal waktu menjelang datangnya pagi mampu menimbulkan kesan yang sangat mendalam dalam hati. Keheningan di akhir malam itu mampu menghantarkan segenap jiwa dan perasaan untuk tunduk dan bersimpuh di hadapan Tuhan yang Maha memberi pertolongan. Suasana pagi yang masih sepi mampu membawa hati kepada penghayatan dan penyadaran akan keterbatasan dan kelemahan diri sendiri. Alangkah indahnya diawal hari yang masih buta itu, berbagai jiwa telah kembali menemukan rumah tempat ia berteduh dari segala gelisah, kecemasan dan gundah gulana.

Kekuatan keyakinanlah yang telah membangunkannya dari tidurnya untuk menyambut dan memulai hari-harinya dengan kepasrahan dan kebergantungannya kepada Rabb-nya saja. Munculnya fajar pagi itu bagi mereka yang beriman adalah munculnya semua kebaikan. Datangnya  fajar pagi itu bermakna datangnya kehidupan yang selalu bergerak dan berubah. Di saat-saat yang hening dan di tengah kokok ayam yang masih saling bersaut-sautan, tegak dan berdiri menghabiskan waktu dengan takbir, rukuk dan sujud adalah bukti nyata kuatnya keimanan dan kesucian yang ada dalam sanubarinya.

Alangkah berharganya detik demi detik waktu yang merambat sampai menjelang waktu Shubuh dihabiskan untuk bermunajat untuk memohon segala kebaikan yang disediakan. Karena mengerjakan shalat sunnah dua raka’at saja sebelum shalat Shubuh lebih disukai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam daripada dunia beserta seluruh isinya. Bagi Beliau apa saja yang ada di dunia ini masih kalah harganya dibandingkan dengan shalat sunnah dua rakaat sebelum Shubuh. Beliau saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Dua raka’at shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Ma’had Ukhuwah Buka Pendaftaran Khusyuk Tiada Henti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: