Kebaikan Tanpa Pamrih

Februari 5, 2009 at 3:39 am 1 komentar

Di sebuah sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang lewat di depannya atau yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka akan dipengaruhinya.” Namun disaat yang sama pada setiap pagi itu pula Muhammad Rasulullah saw mendatanginya dengan membawakan makanan dengan tanpa berucap sepatah katapun. Rasulullah saw menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya adalah Rasulullah saw. Dan Beliau saw selalu melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah saw tidak ada lagi yang membawakan makanan setiap pagi kepadanya. Sehingga suatu hari ketika sahabat Rasulullah saw Abu Bakar Asshiddiq  ra berkunjung ke rumah putrinya, yang juga istri Rasulullah saw, Aisyah ra dan beliau bertanya, “Wahai anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah menjawa, “Wahai ayahku, engkau adalah ahli sunnah dan hampir tidak ada satupun kebiasaannya yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.” Abu Bakar kemudian bertanya, “Apa itu anakku?” Aisyah menjawab bahwa setiap pagi  Rasulullah saw pergi ke ujung pasar dan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi yang buta.

Mendengar apa yang dikatakan putrinya tersebut, keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar dan membawakan makanan untuk pengemis tersebut. Ketika beliau mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “siapa kamu?” Abu Bakar menjawab, “aku orang yang biasa mendatangimu” Pengemis itu membantah “Bukan! Engkau bukan yang biasa mendatangiku. Karena apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskan makanan itu setelah itu baru ia berikan kepadaku.”

Mendengar apa yang dikatakan pengemis tersebut Abu Bakar tidak dapat lagi menahan air matanya. Sambil menangis beliau berkata, “aku memang bukan orang yang biasa mendatangimu. Akau adalah salah seorang sahabatnya. Dan orang yang mulia yang kau maksudkan itu telah tiada. Ia adalah Muhammad saw.” Seketika itu pula pengemis itu kaget dan tidak bisa menahan tangisnya sembari berkata, “Benarkah demikian? Dengan penuh penyesalan dia berkata, “Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangikudengan membawa makanan setiap pagi dan ia begitu mulia..”  Akhirnya pengemis Yahudi itupun menyatakan keIslamannya dengan bersyahadat dihadapan Abu Bakar ra. Dan sejak saat itu pula pengemis Yahudi tersebut berubah menjadi seorang muslim.

 

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Terkabulnya Doa Enaknya Hidup Sehat

1 Komentar Add your own

  • 1. serbagratisbuku  |  Maret 12, 2009 pukul 12:26 am

    Semoga Allah menjadikan kita seperti Abu Bakar, paling tidak bercita-cita untuk menjadi sepertinya. salam kenal buat haji samsul:
    http://serbagratisbuku.wordpress.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: