Menikahlah Selamanya

Januari 30, 2009 at 4:05 am Tinggalkan komentar

Saat-saat menjelang pernikahan biasanya menjadi saat yang paling membahagiakan bagi semuanya. Baik pribadi sang calon mempelai maupun seluruh keluarga besarnya. Bagi sang mempelai prosesi pernikahan merupakan pengalaman pertama yang akan terasa sangat mengesankan. Dan semua yang akan dibayangkan dalam pikiran adalah hal-hal yang paling menyenangkan. Hatinya pasti berbunga-bunga sembari menantikan saat-saat indah akan segera tiba. Kadang muncul perasaan tidak sabar menantikan apa-apa yang terjadi kemudian.

Dan ketika hari yang paling membahagiakan itu datang juga, pasti seluruh kekuatan hati dan jiwanya akan ditumpahkannya. Segala persiapan yang telah disiapkan sejak lama telah menantikan kehadirannya. Sekian banyak manusia dihadirkan untuk menyaksikan janji dan sumpahnya. Berbagai raut wajah menyambut dengan gembira kedatangannya. Dan beribu doa diulurkan pada saat-saat ketika dua anak manusia mengikatkan janjinya di depan para saksinya. Alhamdulillah, mereka telah sah menjalin kasih dan menumpahkan cintah. Tidak ada lagi batas yang akan menghalangi mereka berdua berbagi suka dan duka.

Maka tibalah saat-saat mempelai berdua memulai hari-hari dalam memulai menjalani hidup yang sesungguhnya. Saat dimana masing-masing akan menjalankan tugas sesuai dengan peran dan kedudukannya. Yang laki-laki, akan membuktikan kelelakiannya. Begitu juga yang wanita akan memerankan sebagaimana kodrat yang disandangnya. Masing-masing akan dituntut untuk melaksanakan tanggung jawabnya secara bersama-sama. Dan masing-masing keduanya menempati posisi dan tempat yang telah melekat dalam dirinya. Masing-masing bergerak sesuai dengan irama yang telah ditentukannya sehingga terjalin paduan irama yang indah.

Oleh karenanya, sejak awal jauh sebelum terjadi pernikahan terjadi, masing-masing harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi yang terbaik bagi pendampingnya. Dan bagi yang tidak pernah mempersiapkannya sejak lama, maka biasanya mereka akan mengalami ketimpangan dalam menjalin hubungan antar keduanya dalam rentang waktu yang berkepanjangan. Bila tidak pernah mengumpukan perbekalan sejak awal, maka kebahagiaan yang diidamkan akan selalu dibayangi dengan berbagai kegagalan.

Menikah tidak sekedar bertemunya dua anak manusia laki-laki dan wanita yang saling tertarik secara fisik antara satu dan keduanya. Tetapi mestinya ia adalah ikatan dua jiwa yang suci untuk melahirkan cita-cita yang suci pula. Karenanya menikah bukan sekedar mencari kesenangan semata. Tidak ada kesenangan kalau kita tidak pernah menghadapi masalah. Orang akan merasakan kesenangan apabila telah keluar dari permasalahan. Siapkan diri anda untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah untuk kemudian akan meraih kesenangan.

Menikah juga bukan hanya sekedar tempat penyaluran hasrat kebutuhan biologis semata. Karena ia hanyalah sebagian dari sekian banyak bagian kebutuhan yang harus dipenuhi bersama-sama. Sekian banyak kebutuhan yang akan datang secara bergantian dalam waktu yang sangat lama. Kebutuhan yang menyangkut kebutuhan jasmani dan juga kebutuhan rohani. Mereka akan merasakan kebahagiaan yang sempurna manakala seluruh kebutuhan tercukupinya.

Entry filed under: Beranda. Tags: , , , .

Kemenangan Palestina Terkabulnya Doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: