Amalan Yang Membebaskan

Desember 22, 2008 at 5:51 am Tinggalkan komentar

Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Tiga orang dari kaum sebelum kalian berjalan-jalan hingga mereka bermalam di sebuah gua. Tiba-tiba sebuah batu besar jatuh dari atas gunung dan menutup pintu gua tempat tiga orang tersebut bermalam. Mereka yang terjebak di dalam berkata, “Tidak akan ada yang mampu menyelamatkan kita dari batu besar ini kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan amal-amal baik kita.”

Maka orang pertama berdoa dan berkata, “Ya Allah, aku memiliki dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku tidak pernah mendahulukan keluarga atau budak untuk minum susu di sore hari sebelum mereka berdua meminumnya. Pada suatu hari aku terlalu jauh mencari pepohonan (kayu bakar) hingga aku tidak pulang kecuali keduanya sudah tidur. Lalu aku memerah susu untuk mereka, tapi mereka berdua sudah tidur. Aku tidak ingin membangunkan mereka, tapi aku juga tidak ingin memberikan susu itu kepada keluargaku (anak dan istri) atau budak. Gelas itu tetap di tanganku menanti kedua orang tuaku bangun hingga fajar terbit. Padahal, anak-anak menjerit kelaparan di kakiku. Keduanya (ayah dan ibu) bangun lalu meminum air susu itu. Ya Allah, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhaan-Mu, maka singkirkanlah batu ini.” Batu itu pun bergerak dan bergeser sedikit namun mereka belum bisa keluar.

Laki-laki yang kedua berkata dan berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya, aku mempunyai sepupu wanita yang cantik yang Aku sangat mencintainya sebagaimana seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Aku menginginkan dirinya dan ingin menggaulinya namun dia selalu menolak. Ketika keluarganya ditimpa paceklik, ia datang meminta bantuan kepadaku. Dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia mau menyerahkan dirinya untukku. Dia pun setuju. Ketika aku sudah menguasainya dan bersiap untuk menggaulinya, ia berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan jangan kamu pecahkan tutup kecuali dengan cara yang sah (dengan pernikahan). Mendengar kata-kata seperti itu aku tersadar dan aku meninggalkannya. Padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Emas (dinar) yang kuberikan kepadanya tidak aku ambil lagi. Ya Allah, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhaan-Mu, maka berilah kami jalan keluar dari cobaan ini.” Batu itu pun bergeser, namun mereka belum juga bisa keluar.

Laki-laki ketiga berdoa dan berkata, “Ya Allah, aku mempunyai sejumlah buruh. Aku berikan gaji mereka, kecuali satu orang. Pada suatu saat  Ia pergi (begitu saja) dan tidak mengambil gajinya. Lalu, aku kembangkan gajinya itu, hingga menjadi banyak. Beberapa tahun kemudian, ia datang kepadaku seraya berkata, ‘Tuan, berikan gajiku (yang dulu).’ Aku berkata, ‘Semua yang kamu lihat: unta, sapi, kambing, dan budak, adalah gajimu.’ Bekas buruh itu berkata,‘Tuan, Anda jangan menghinaku.’ ‘Aku tidak menghinamu.’ Lalu ia mengambil seluruhnya. Ia menggiring seluruh ternak itu dan tidak meninggalkan satu pun. Ya Allah, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhaan-Mu, maka berikan kepada kami jalan keluar dari cobaan ini.” Batu itu pun bergeser. Dan mereka bertiga bisa keluar.’” (Hadits Riwayat Muttafaq ‘alaih)

Entry filed under: Dakwah. Tags: , .

Pakaian Wanita Memilih Pergaulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: