Pakaian Wanita

Desember 19, 2008 at 4:35 am Tinggalkan komentar

Agar terhidar dari fitnah dan menjaga kesopanan, Islam memberikan anjuran  kepada para perempuan ketika berada di tempat umum untuk tidak memakai pakaian-pakaian ketat yang membentuk tubuh. Juga pakaian-pakaian yang berhahan tipis sehingga tembus pandang. Termasuk juga pakaian yang dapat mempertajam dan memperlihatkan bagian-bagian dari lekuk tubuh wanita.

Pada dasarnya seluruh bahan, model dan bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat berikut. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak tipis dan tidak transparan. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat). Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula maka maka membunyikan (menggemerincingkan) perhiasan yang dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian.

Rasulullah s.a.w. pernah mengumumkan, bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan. Disamping itu beliau melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki. Termasuk diantaranya, ialah tentang bicaranya, geraknya, cara berjalannya, pakainnya dan sebagainya.

Sejahat-jahat bencana yang akan mengancam kehidupan manusia dan masyarakat, ialah karena sifat yang abnormal dan menentang tabiat. Sedang tabiat ada dua : tabiat laki-laki dan tabiat perempuan. Masing-masing mempunyai keistimewaan tersendiri. Maka jika ada laki-laki yang berlagak seperti perempuan dan perempuan yang bergaya seperti laki-laki, maka ini berarti suatu sikap yang tidak normal dan meluncur ke bawah.

Rasulullah saw. pernah menghitung orang-orang yang dilaknat didunia ini dan diikuti juga oleh para Malaikatnya. Diantaranya ialah laki-laki yang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya seorang perempuan; dan yang kedua yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai seorang laki-laki.

Kemudian agar setiap Muslim dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kesombongan, maka Rasulullah saw melarang untuk berpakaian yang berlebih-lebihan, dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan perasaan angkuh, membanggakan diri pada orang lain dengan bentuk-bentuk lahiriah yang kosong itu.

Islam adalah agama fitrah. Karena itu dalam segala urusan kehidupan manusia yang bersifat duniawi, Islam lebih banyak mengikuti ketentuan yang sesuai dengan fitrah manusia yang sempurna. Termasuk di dalamnya adalah masalah pakaian. Islam tidak pernah menentukan ataupun memaksakan suatu bentuk mode pakaian yang khusus bagi seluruh manusia. Islam tidak mempersoalkan mode pakaian yang disukai dan dipakai oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Bahkan Islam mengakui setiap bentuk mode pakaian dan juga arah hidup manusia. Tetapi yang jelas Islam secara tegas telah menetapkan batas-batas penutupan aurat bagi laki-laki dan perempuan. Islam mewajibkan kaum lelaki menutup auratnya dengan pakaian yang sopan terutama mulai dari pusar hingga lutut. Sedangkan bagi wanita diwajibkan menutup seluruh anggota badannya terkecuali wajah dan telapak tangannya

Entry filed under: Dakwah. Tags: , , .

Yang Menentukan Kemenangan Amalan Yang Membebaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: