Rumah Tangga Muslim

Desember 15, 2008 at 4:24 am Tinggalkan komentar

Bangunan rumah tangga muslim didirikan diatas landasan komitmen masing-masing individu pasangan untuk berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam. Tentu saja tidak hanya saat bangunan itu sudah berdiri atau setelahnya saja nilai-nilai Islam itu mulai diterapkan. Tetapi jauh sebelum itu, komitmen masing-masing individu  terhadap ajaran Islam sudah jauh-jauh hari dilaksanakan. Misalnya saja, saat menentukan pasangan yang dipilih sebagai pendamping dalam rumah tangga. Ukuran utama yang dijadikan patokan dalam memilih pasangan adalah ukuran sejauh mana ke-Islamannya calon yang akan dijadikan pendampingnya.

Karena pemilihan pasangan yang baik sangatlah menentukan dalam membangun rumah tangga yang akan didirikan bersama-sama. Hal ini cukup beralasan, Karena nantinya pasangan tersebut akan menjadi tulang punggung bagi seluruh program yang diwujudkan. Kesatuan motivasi dan pikiran antar pasangan akan memuluskan setiap rencana yang akan dijalankan mereka berdua. Keteterpaduan keinginan antara mereka berdua akan memuluskan langkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga semangat kebersamaan akan terus bisa diwujudkan karena masing-masing pasangan telah mengetahui hak dan kewajiban yang harus dijalankan.

Diantara tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh keluarga muslim adalah terbinanya keimanan atau tauhid sebagai landasan kehidupan. Seluruh aktifitas rumah tangga selalu diarahkan kepada terciptanya suasana peng-esaan Allah swt sebagai Tuhan semesta alam. Sehingga dalam praktek kehidupan selalu diusahakan untuk tidak mempersekutukan Allah swt dengan selainnya. Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah swt saja yang patut untuk disembah,  ditakuti dan dimintai pertolongan serta kasih sayangnya. Seluruh anggota keluarga sangat menyadari bahwa seluruh peristiwa dan kejadian yang dialaminya tidak pernah lepas dari kehendak Allah swt.

Kemudian suasana nuansa ibadah juga sangat terasa dalam kehidupan keluarga muslim. Mendidik dan membiasaakan anak-anak secara dini untuk melaksanakan berbagai aspek ibadah kepada Allah swt sudah menjadi program utama keluarga sejak kelahiran anak-anaknya. Memperdengarkan adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir adalah salah satu pelaksanaannya. Kemudian memilihkan nama yang baik bagi anak-anak adalah bukti komitmennya terhadap nilai-nilai Islam yang dianutnya. Tidak ketinggalan juga membiasakan untuk berdoa baik sebelum memulai pekerjaan, atau setelah selesai dalam suatu pekerjaan semakin memperkental suasana dan nuansa ibadah dalam rumah tangga.

Saling mencintai dan menyayangi menjadi bagian penting dalam penegakan pilar-pilar kehidupan berumah tangga. Saling mengisi dan saling menutupi kekurangan antar anggota keluarga menjadi perekat soliditas ikatan keluarga muslim.

 

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Pesan Arafah Soliditas Dengan Berbaik Sangka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: