Pesan Arafah

Desember 5, 2008 at 6:31 am Tinggalkan komentar

Di Namira sebuah tempat sebelah timur ‘Arafat, telah pula dipasang sebuah kemah buat Nabi saw atas permintaannya. Dan ketika matahari sudah tergelincir, dimintanya untanya al-Qashwa untuk berdiri dan berangkatlah beliau saw sampai berada di perut wadi di bilangan ‘Urana. Di tempat itulah semua manusia dipanggilnya dengan suara lantang, sambil beliau saw masih berada di atas unta.. Tapi sungguhpun begitu panggilan itu masih diulang oleh Rabi’a bin Umayya bin Khalaf. Dan setelah semua manusia berkumpul di tempat mulailah Rasulullah saw dengan khutbahnya.

Setelah mengucapkan rasa syukur dan puji-pujian  kepada Allah  swt dengan berhenti pada setiap anak kalimat. Rasulullah saw berkata: “Ayyuhan Naas/Wahai sekalian manusia! perhatikanlah kata-kataku ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi aku akan bertemu dengan kamu sekalian.

“Saudara-saudara! Bahwasanya darah kamu dan harta-benda kamu sekalian adalah suci buat kamu. Seperti hari ini dan bulan ini yang suci sampai datang masanya kamu sekalian menghadap Allah swt. Dan pasti kamu akan menghadap Allah swt. Pada waktu itu kamu dimintai pertanggung-jawaban atas segala perbuatanmu. Ya, aku sudah menyampaikan ini!

“Barangsiapa telah diserahi amanat, tunaikanlah amanat itu kepada yang berhak menerimanya. “Bahwa semua riba sudah tidak berlaku. Tetapi kamu berhak menerima kembali modalmu. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap orang lain, dan jangan pula kamu teraniaya. Allah telah menentukan bahwa tidak boleh lagi ada riba, dan bahwa riba ‘Abbas bin ‘Abdul-Mutthalib semua sudah tidak berlaku.”

‘Bahwa semua tuntutan darah selama masa jahiliah tidak berlaku lagi. Dan  bahwa tuntutan darah pertama yang kuhapuskan ialah darah Ibn Rabi’a bin Harith bin ‘Abdul-Mutthalib!

“Kemudian daripada itu Ayyuhan naas.Hari ini nafsu setan yang minta disembah di negeri ini sudah putus buat selama-lamanya. Tetapi, kalau kamu turutkan dia walaupun dalam hal yang kamu anggap kecil, yang berarti merendahkan segala amal perbuatanmu, niscaya akan senanglah dia. Oleh karena itu peliharalah agamamu ini baik-baik.

“Saudara-saudara. Menunda-nunda berlakunya larangan bulan suci berarti memperbesar kekufuran. Dengan itu orang-orang kafir itu tersesat. Pada satu tahun mereka langgar dan pada tahun lain mereka sucikan, untuk disesuaikan dengan jumlah yang sudah disucikan Tuhan. Kemudian mereka menghalalkan apa yang sudah diharamkan Allah dan mengharamkan mana yang sudah dihalalkan.

“Zaman itu berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi ini. Jumlah bilangan bulan menurut Tuhan ada duabelas bulan. Empat bulan di antaranya ialah bulan suci, tiga bulan berturut-turut dan bulan Rajab itu antara bulan Jumadilakhir dan Sya’ban.

“Kemudian daripada itu, saudara-saudara. Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, juga isterimu sama mempunyai hak atas kamu. Hak kamu-atas mereka ialah untuk tidak mengijinkan orang yang tidak kamu sukai menginjakkan kaki ke atas lantaimu. Dan jangan sampai mereka secara jelas membawa perbuatan keji. Kalau sampai mereka melakukan semua itu, Allah swt mengijinkan kamu berpisah tempat tidur dengan mereka dan boleh memukul mereka dengan suatu pukulan yang tidak sampai menyakitkan. Bila mereka sudah tidak lagi melakukan itu, maka kewajiban kamulah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan sopan-santun. Berlaku baiklah terhadap isteri kamu. Mereka itu kawan-kawan yang membantumu, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka. Kamu mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan buat kamu dengan nama Allah.

“Perhatikanlah kata-kataku ini, saudara-saudaraku. Aku sudah menyampaikan ini. Ada masalah yang sudah jelas kutinggalkan ditangan kamu. Yang jika kamu pegang teguh, kamu takkan sesat selama-lamanya – Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.

“Wahai Manusia sekalian! Dengarkan kata-kataku ini dan perhatikan! Kamu akan mengerti, bahwa setiap Muslim adalah saudara buat Muslim yang lain, dan kaum Muslimin semua bersaudara. Tetapi seseorang tidak dibenarkan (mengambil sesuatu) dari saudaranya, kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.

“Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?”

Sementara Nabi mengucapkan itu Rabi’a mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta kepada orang banyak itu menjaganya dengan penuh kesadaran. Nabi juga menugaskan dia supaya menanyai mereka misalnya: Rasulullah bertanya “hari apakah ini? Mereka menjawab: Hari Haji Akbar! Nabi bertanya lagi: “Katakan kepada mereka, bahwa darah dan harta kamu oleh Allah telah disucikan. Seperti hari ini yang suci, sampai datang masanya kamu sekalian bertemu Tuhan.”

Setelah sampai pada penutup kata-katanya itu Rasulullah saw berkata lagi:”Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?!”

Maka serentak dari segenap penjuru orang menjawab: “Ya!” Lalu beliau berkata lagi: “Ya Allah, saksikanlah ini!”. “Hari ini Kusempurnakan agamamu.”

Selesai Nabi saw dengan khutbahnya lalu beliau turun dari al-Qashwa’ – untanya itu. Ia masih di tempat itu juga sampai pada waktu antara Dzuhur dan Ashar. Kemudian menaiki kembali untanya menuju Shakharat. Pada waktu itulah Rasulullah saw membacakan firman Allah kepada mereka: “Hari inilah Kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian dengan Kucukupkan NikmatKu kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu.” (Qur’an, 5: 3)

Sahabat Abu Bakar Asshiddiq ra menangis ketika mendengarkan ayat itu dibacakan. Beliau  merasakan bahwa risalah Nabi saw sudah berada dipenghujungnya.Dan dengan demikian sudah dekat pula saatnya Nabi saw hendak menghadap Tuhannya.

 

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Saat-Saat Di Arafah Rumah Tangga Muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: