Ekspresikan Cinta Dengan Pengorbanan

Desember 4, 2008 at 7:06 am Tinggalkan komentar

            Cinta menuntut pembuktian. Dan ekspresi cinta yang lebih nyata adalah dengan pengorbanan. Melewati ujian yang menghadang di hadapan dengan sabar dan tenang adalah salah satu wujud ekspresinya. Begitu juga dengan besar kecil pengorbanan dari apa saja yang dimilikinya adalah bukti dari tingkat dan derajat cinta yang ada dalam hatinya. Di hari raya Idul Adha umat Islam diperintahkan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli hewan yang akan dikurbankan. Dan perintah ini tergolong ringan jika dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan oleh para Nabi dan para Rasul pilihan.

Nabi Ibrahim ra merupakan salah nabi yang paling banyak diuji oleh Allah swt dalam hidupnya. Meskipun demikian beliau akhirnya berhasil melewati satu demi satu ujian yang dihadapinya. Dengan segenap pengorbanan yang luar biasa beliau berhasil menempatkan rasa cintanya kepada Allah swt melebihi dari cintanya kepada selain-Nya. Ujian yang pertama yang berhasil dilewati adalah keberhasilan beliau dalam mempertahankan keyakinan tauhid serta berhasil keluar dari linkaran pengaruh orang-orang yang terdekat dengannya. Beliau tidak terpengaruh oleh keyakinan yang dianut oleh ayahnya yang berprofesi sebagai pembuat patung atau berhala yang menjadi sesembahan mayoritas masyarakat saat itu.

Beliau juga berhasil keluar dari pengaruh keyakinan dan kepercayaan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat yang menjadikan berhala sebagai sesembahan mereka. Bahkan beliau harus menghadapi resiko eksekusi mati di hadapan raja namrud dan seluruh rakyatnya demi untuk memperjuangkan tauhid yang diyakininya. Tetapi Allah swt menyelamatkan hamba yang dicintainya dari seluruh makar dan rencana jahat namrud dan para pengikutnya. Nabi Ibrahim as selamat dari kepungan api yang disiapkan untuk membakar tubuhnya. Allah swt maha kuasa untuk menjadikan api yang panas menjadi dingin dan menyejukkan.

Memiliki keturunan yang akan menjadi penerus perjuangan adalah keinginan atau harapan semua orang. Begitu jugalah yang diinginkan nabi Ibrahim as ketika merasakan masa-masa tua telah menghampiri dirinya. Ketika keadaan fisiknya sudah tidak lagi seperti saat-saat masih muda. Sementara tugas da’wah semakin hari semakin tidak ada habisnya. Kerinduan akan datangnya seorang putra disisinya sudah menempati posisi puncak dalam daftar keinginannya. Siang dan malam beliau tidak pernah lelah dan bosan untuk berdoa dan meminta kepada Allah swt agar segera diberi keturunan. Dan setelah menunggu dalam kurun waktu yang sangat lama, akhirnya Allah swt mengabulkan doa-doa nabi Ibrahim. Lahir seorang putra yang sangat dinantikannya sekian lama.

Tetapi kebahagian itu tidak berlangsung lama. Beliau tidak bisa berlama-lama menemani anaknya, karena beberapa saat setelah putranya lahir, beliau diperintahkan untuk segera memindahkan istri dan putranya ke sebuah lembah yang tandus dan gersang serta meninggalkannya disana. Beliau sendiri harus segera pergi untuk menunaikan perintah Allah sampai waktu yang belum ditentukan.

Nabi Ibrahim as telah mengorbankan kebahagian berkumpul bersama anak pasca kelahirannya yang telah dirindukan sekian lama demi menunaikan cintanya kepada Tuhannya. Dan hal itu kembali berulang saat sang anak sudah beranjak remaja. Ketika sang anak yang bernama Ismail sudah menampakkan harapan yang selama ini dicita-citakan sebagai penerus perjuangannya. Beliau harus kembali mengubur cita-cita dan harapan yang sudah terlanjur membumbung tinggi di angkasa. Beliau diperintahkan Allah untuk menyembelih anak tercintanya sendiri yaitu Ismail. Terasa sangat berat bagi Ibrahim perintah Allah swt yang satu ini. Anak yang sudah direncanakan menjadi penerus perjuangan harus diakhiri hidupnya.

Tetapi semua itu hanyalah ujian Allah swt. Ismail diselamatkan Allah dan diganti dengan kambing kibas. Selanjutnya Nabi Ibrahim as berhasil mempersembahkan pengorbanannya demi cintanya kepada Allah swt.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Delapan Amalan Di Bulan Dzulhijjah Saat-Saat Di Arafah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: