Semangat Pengorbanan

Desember 2, 2008 at 2:43 am Tinggalkan komentar

Ketika memasuki bulan Dzuhijjah setiap tahun hijriyah, ingatan kita pasti akan tertuju kepada dua peristiwa yang terjadi di bulan itu. Dua peristiwa itu adalah puncak pelaksanaan haji di Arafah, Mina dan Makkah. Sedangkan yang satunya adalah perayaan hari raya Idul Adha atau sering dinamakan dengan hari raya qurban. Disamping kedua peristiwanya sangat berdekatan harinya.Dua peristiwa itu memang masih ada kaitannya antara satu dengan yang lainnya. Idul Adha dirayakan sebagai penghormatan seluruh umat kepada seluruh suadara-saudaranya yang melaksanakan ibadah haji yang telah menyelesaikan wukufnya di padang Arafah. Idul Adha dirayakan bersamaan dengan pelaksanaan jumratul aqobah dan penyembelian hewan qurban oleh jamaah haji di kota Mina.

Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji di sunnahkan untuk ikut merasakan kekhusukan dan pengorbanan saudara-saudaranya jamaah haji. Perintah untuk puasa di hari Arafah dan perintah untuk menyembelih hewan qurban adalah wujud dari solidaritas sesama muslim semuanya. Bagi mereka yang beribadah haji sudah sangat nyata pengorbanan mereka. Untuk bisa berangkat haji, mereka harus mengeluarkan ongkos biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang tidak kecil jumlahnya. Mereka harus meninggalkan keluarga dan segala harta kekayaan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan dalam rangka menyempurnakan beribadah. Selama perjalanan ibadah mereka juga telah siap untuk menanggung segala resiko dan beban yang terjadi selama perjalanan termasuk datangnya kematian. Selama pelaksanaan ibadah haji mereka harus rela berdesak-desakkan dan berjalan jauh demi menyempurnakan ibadah yang diniatkannya.

Semangat pengorbanan yang dilakukan oleh jamaah haji dalam menggapai ridlo Allah dan haji mabrur harus menular dan memasuki disetiap relung hati seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Semangat ibadah yang dirasakan oleh jamaah haji di Baitullah, di Arafah, Muzdalifah dan Mina harus juga dirasakan oleh seluruh umat Islam lainnya di seluruh dunia. Semangat mengagungkan dan membesarkan nama Allah yang dilakukan di tanah suci oleh para tamu Allah, harus juga dilakukan oleh seluruh saudara-saudaranya yang berada diluar tanah suci. Itulah makna yang sesungguhnya dari semangat persaudaraan antara sesama muslim.

Biasanya suatu keberhasilan dan kesuksesan yang diraih seseorang hampir selalu dibarengi dengan pengorbanan yang telah dilakukan. Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam untuk kembali kepada jadi diri orang-orang yang sukses. Dengan selalu mengagungkan asma Allah swt dan melakukan pengorbanan hanya untuk-Nya, akan mengantarkan seseorang pada keberhasilan yang hakiki. Yaitu keberhasilan menaklukan hawa nafsu dan keberhasilan pengendalian diri untuk meraih prestasi yang terbaik di muka bumi.

Hal inilah yang telah dilakukan oleh beliau yang mulia penghulu dari para nabi yaitu nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim adalah salah satu nabi Allah yang sangat kerap mendapatkan dan menerima cobaan dan ujian dari Allah saw. Mulai dari masa remajanya sampai dengan masa tuanya, hamper seluruh kehidupannya selalu diisi dan dipenuhi dengan perjuangan dan pengorbanan. Mulai dari perjuangan menghadapi orang tuanya sendiri yang tukang pembuat berhala. Kemudian bagaimana perjuangan beliau menghadapi Namrud sang raja penyembah berhala dan seterusnya. Dan napak tilas dari perjuangan dan pengorbanan nabi Ibrahim as masih dirasakan umat Islam sampai saat ini.

Sebagian besar dari ritual ibadah haji yang dijalani saat ini adalah napak tilas dari perjalanan nabi Ibrahim as beserta keluarganya dalam menjalankan perintah-perintah Allah swt. Bahkan beliau dan putranya Ismail yang pertama kali membangun Ka’bah Baitullah di Makkah. Usaha istri beliau mencari air, yang bisa diminum oleh anaknya yang sedang kehausan, diantara bukit Shofa dan Marwah diabadikan menjadi Sai dalam ibadah haji. Begitu juga ibadah melempar jumroh baik Uula, Wustho dan Aqabah, tidak bisa dilepaskan dari sejarah pengorbanan sayidinah Ibarahim as beserta keluarganya.

 

Entry filed under: Beranda. Tags: , .

Rindu Tanah Suci-13: Tiba Di Tanah Suci Delapan Amalan Di Bulan Dzulhijjah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: