Aurat Dan Pakaian Kita

November 18, 2008 at 5:12 am Tinggalkan komentar

Kehidupan Adam dan Hawa di surga terusik dengan hadirnya iblis sebagai penggoda manusia. Dan keberhasilan pertama kali yang diperoleh iblis dalam menggoda manusia setelah ia mendapat vonis diusir dari surga adalah dengan melucuti pakaian Adam dan Hawa sehingga terbuka auratnya. Allah berfirman : Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga… (QS Al A’raf: 22). Dan sejak itu terusirlah Adam dan Hawa dari surga dan kemudian menapaki kehidupan yang baru di dunia ini.

Memang ketika aurat telah terbuka maka tidak bisa dihindarkan lagi dampak ma’siat yang muncul kemudian diantara mereka berdua. Hal itu merupakan sesuatu yang alamiyah. Karena laki-laki diciptakan mempunyai syahwat terhadap wanita begitu juga sebaliknya. Oleh karena begitu aurat masing-masing terbuka di hadapan keduanya, maka telah runtuhnya kehormatan dan kemulian seseorang yang tadinya terpelihara. Oleh karenanya Allah swt memperingatkan kepada manusia agar berhati-hati menjaga auratnya dari godaan syetan yang senantiasa mengintainya.

Allah berf irman :“Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah jadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS.Al A’raf: 26-27)

 

Aurat adalah sesuatu yang wajib di tutup dan haram untuk diperlihatkan. Para ulama telah bersepakat tentang kewajiban menutup aurat baik dalam shalat maupun di luar shalat. Dan hakikat pakaian menurut Islam ialah untuk menutup aurat, yaitu menutup bagian anggota tubuh yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Syariat Islam mengatur hendaknya pakaian tersebut tidak terlalu sempit atau ketat, tidak terlalu tipis atau menerawang, warna bahannya pun tidak boleh terlalu mencolok, dan model pakaian wanita dilarang menyerupai pakaian laki-laki. Selanjutnya, baik kaum laki-laki maupun perempuan dilarang mengenakan pakaian yang mendatangkan rasa berbangga-bangga, bermegah-megahan, takabur dan menonjolkan kemewahan yang melampaui batas.

 

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Meraih Ketentraman Jiwa Hidup Bersama Al Qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: