Pilihan Menentukan

November 7, 2008 at 1:21 pm Tinggalkan komentar

Peranan keluarga dirasa sangat penting dalam upaya untuk membangun masyarakat yang berkemajuan, beradab dan berbudaya. Karena pendidikan di dalam keluarga akan benar-benar menjadi penentu keberhasilan bangsa dalam membentuk generasi yang baik untuk melanjutkan cita-citanya yang mulia. Keluarga yang kuat yang selalu memegang nilai-nilai kebaikan akan melahirkan anak-anak yang memegang teguh nilai-nilai kebaikan. Sebaliknya apabila ada sebuah keluarga yang berantakan dalam memegang norma-norma kebaikan, akan banyak berpengaruh terhadap pendidikan anak-anaknya serta seluruh isi rumah tangganya.

Islam menganjurkan bagi siapa saja yang hendak membentuk sebuah keluarga untuk mempersiapkannya terlebih dahulu. Dan persiapan pertama yang harus dilakukan adalah menentukan pasangan yang akan menjadi mitra dalam membangun keluarga. Secara detil ajaran Islam telah menggambarkan kriteria apa saja yang menjadi bahan pertimbangan seseorang dalam memutuskan pasangan yang akan dipilihnya. Boleh jadi ada orang yang memilih calon pasangannya dengan pertimbangan karena kecantikan atau ketampanannya. Ada pula seseorang yang menjadikan faktor keturunan dan asal-usulnya sebagi bahan pertimbangan utamanya. Ada juga yang memilih karena factor kekayaannya. Dan ada pula yang memproritaskan dasar-dasar agama dari pertimbangan-pertimbangan lainnya dalam menentukan calon pasangannya.

Seseorang memang diberikan kebebasan dalam menentukan pilihan pasangan yang akan mendampinginya selama hidupnya. Dan kalau diajukan pertanyaan seperti apakah pasangan yang diidamkan. Pasti hampir semua orang menginginkan pasangan yang memiliki kriteria yang sempurna. Yaitu pasangan yang memenuhi syarat dalam hal kecantikan atau ketampanannya, keturunannya, kekayaannya dan kuat agamanya dan akhlaqnya. Dan itu sah-sah saja. Permasalahannya adalah ternyata sangat jarang seseorang yang mampu mendapatkan calon pasangan yang memiliki semua kriteria yang disebutkan. Artinya kebanyakan orang mendapatkan pasangan yang berpotensi memiliki kekurangan.

Keluarga yang baik dan kuat adalah keluarga yang dibangun oleh pasangan yang sedari awal menyadari akan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Mereka akan selalu berusaha untuk saling membantu dalam mengoptimalkan kelebihannya masing-masing. Dan terus berusaha bahu-membahu saling menutupi kekurangan yang dimiliki masing-masing. Bukan keluarga yang masing-masing pasangannya hanya memuaskan kepentingan dan kesenangan diri mereka sendiri. Kalau sudah seperti ini kepentingannya sedari awal, maka bisa dipastikan masing-masing akan memiliki kebiasaan saling menuntut dipenuhinya  yang mereka inginkan.

Saat menjatuhkan pilihan siapa pasangan yang paling tepat untuk dirinya, itulah saat yang paling menentukan bagi seseorang dalam menentukan model seperti apa keluarga yang akan dibangunnya.

Entry filed under: Pendidikan. Tags: .

Sadar Dengan Sebuah Kehilangan Aqidah Thahawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: