Membangun Keluarga Sakinah

Oktober 31, 2008 at 3:57 am Tinggalkan komentar

Setiap orang baik laki-laki atau perempuan yang berniat untuk melangkah mengarungi lautan kehidupan dengan bahtera pernikahan harus mempersiapkan bekal secukupnya. Karena perjalanan kehidupan yang akan dilaluinya benar-benar akan berbeda dengan dunia yang dialami sebelumnya. Dua anak manusia akan berkumpul dalam satu wadah ikatan perkawinan. Mereka menyatukan hati dan tekad untuk menjalani kehidupan bersama-sama. Dua jiwa, dua karakter dan latar belakang yang berbeda kemudian bersatu dalam satu ikatan. Mereka akan mengarungi kehidupan dalam kebersamaan untuk mewujudkan cita-cita dalam kehidupan yang mereka canangkan.

Sangat beruntung apabila masing-masing telah memahami kearah pantai manakah bahtera pernikahan itu akan diarahkan. Sehingga hal-hal yang terkait dengan tujuan yang akan diraih selama perjalanan rumah tangga tidak akan ada lagi yang perlu diperselisihkan. Hanya satu yang perlu selalu diperhatikan, yaitu bagaimana menjaga kekompakan dan keharmonisan selama dalam perjalanan. Perbedaan karakter dan latar belakang diantara suami-istri kadang memunculkan pernak-pernik dinamika perbedaan pandangan dalam menata perjalanan pernikahan. Tetapi dengan ketrampilan masing-masing dalam mengelola segala perbedaan yang ada diantara keduanya akan menjadi kunci sukses membawa bahtera ke pantai tujuan yang diinginkan.

Setelah menaiki bahtera rumah tangga, masing-masing suami dan istri diharapkan sudah memahami tempat-tempat dimana mereka meletakkan hak serta kewajibannya. Dan kalau ini sudah dilakukan, maka akan terjalinlah ikatan harmoni dalam cinta kasih yang kuat diantara jiwa yang menyatukannya. Masing-masing akan saling berlomba-lomba untuk melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu. Mereka berkeyakinan bahwa dengan melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu, disamping mereka akan mendapat mendapatkan pahala, mereka akan selalu berada pada posisi yang benar. Dan disamping itu, dengan demikian mereka juga akan  mendapatkan apa-apa yang menjadi haknya.

Misalnya sebagai seorang istri, dia akan mengambil posisi yang tepat bagi dirinya. Dia akan menempatkan suaminya sebagai Qowwam (pemimpin) bagi dirinya. Sehingga dia akan menghormatinya sebagai pemimpin bagi dirinya serta bagi seluruh keluarganya. Dia akan selalu mentaati segala perintah-perintahnya kecuali perintah untuk bermaksiat kepada Allah swt. Dia akan selalu berusaha berkhidmad kepadanya dengan cara melayani segala kebutuhan yang diperlukannya. Dia juga akan selalu berusaha menjaga apa-apa saja yang disenangi suaminya atas dirinya.

Begitu juga sang suami. Dengan dengan status qowwam yang ada pada dirinya, dia berusaha untuk melaksanakan seluruh kewajibannya kepada istri serta keluarganya sebagaimana yang diperintahkan Allah swt dan Rasul-Nya. Dia berusaha untuk selalu memberikan perlindungan dan rasa tentram kepada istri dan anak-anaknya. Bersikap lembut kepada keluarganya serta memberikan cinta dan kasih sayang untuk selamanya. Tidak lupa juga, dia senantiasa memberikan pendidikan dan bimbingan agar mereka bisa memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Sumpah Pemuda Sadar Dengan Sebuah Kehilangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: