Jilbab-Jilbab

Oktober 10, 2008 at 3:31 am 1 komentar

Kerudung penutup kepala bagi kaum hawa yang lebih dikenal dengan jilbab memang fungsinya untuk menutup seluruh kepala kecuali wajah. Tujuannya adalah agar aurat wanita Muslimah yang ada di daerah kepala dan sekitarnya bisa tertutup dan tidak terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya sebagaimana yang diperintahkan agama. Tetapi masih ada saja wanita pemakai jilbab yang tidak meniatkan diri dalam memakainya untuk menjalankan perintah dari Tuhannya. Masih ada saja beberapa wanita yang memakainya untuk tujuan-tujuan yang lainnya.

Padahal dengan mamakai jilbab, seorang wanita akan semakin kelihatan lebih cantik, anggun dan terhormat. Tanpa polesan make-up sekalipun wajah yang tersembunyi dibalik balutan jilbab yang indah itu akan selalu kelihatan lebih menawan. Apalagi bagi mereka yang selalu memperhatikan dan rajin mengikuti perkembangan gaya mode dan penampilan. Jilbab soalah berubah menjadi mutiara yang tidak pernah habisnya memancarkan pesona keindahan. Sebuah keindahan yang tidak pernah lekang oleh pergantian musim panas dengan musim penghujan sepanjang jaman.

Keuntungan yang berlipat akan didapat apabila seorang wanita memakainya dengan penuh ikhlas dalam niat. Keuntungan di dunia akan didapat dan yang lebih pasti lagi adalah keuntungan di akhirat. Seorang wanita akan merasa aman dan terlindungi dengan jilbabnya yang rapi dan sopan. Keamanan dan perlindungan adalah dua hal yang sangat diperlukan oleh semua wanita. Dalam keadaan berpakaian yang rapi dan menutup aurat, para lelaki akan lebih menghargai dan merasa lebih enggan untuk berlaku tidak sopan kepadanya. Jilbab akan membuat seorang wanita menjadi begitu berharga sehingga para lelaki akan banyak yang menaruh hormat kepadanya.

Karena jilbab adalah sebuah identitas kebaikan, wanita manapun yang memakainya akan segera mendapatkan predikat bahwa mereka adalah wanita baik-baik. Siapapun yang berhasil memakainya akan dianggap sebagai orang yang berhasil membuktikan kebaikan hati dan perbuatannya. Karena itu tidaklah pantas atau bisa dikatakan tabu bagi seseorang yang telah memakai jilbab kemudian melakukan sesuatu perbuatan yang tidak pantas. Ia akan dianggap telah mencederai jilbab sebagai simbol dari sebuah kebaikan.

Tetapi masih ada sebagian orang yang mungkin menganggap jilbab hanya sebagai bagian dari mode atau dandanan semata. Sehingga penggunaanya dianggap masih seperlunya dan saat dibutuhkan saja. Semisal saat menghadiri pengajian atau karena tuntutan pekerjaan atau peran. Mereka memakai jilbab hanya sekedar untuk memenuhi sebuah tuntutan keadaan atau kewajiban. Tetapi sesungguhnya kadang dalam hati nurani sering berkecamuk pertempuran antara apakah akan tetap bertahan dengan pendirian atau harus segera melakukan perubahan.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Mempertahankan Kemenangan Bekal Pernikahan

1 Komentar Add your own

  • 1. wyd  |  Oktober 10, 2008 pukul 12:32 pm

    buat saya sih masih ntung wanita2 itu mengenakan jilbab karena tren daripada mereka mengenakan tren pakaian sepotong2 yang mengumbar banyak bagian aurat…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: