Memburu Lailatul Qadar

September 25, 2008 at 5:29 am Tinggalkan komentar

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang dinamakan laitulatul Qodar. Malam lailatul qodar sering disebut sebagai malam seribu bulan. Karena nilai kemuliaan yang ada dalam satu malam tersebut bisa melebihi kemuliaan dalam seribu bulan. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Al Qur’an surat Al Qadr;” Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Al Qadr).Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa datangnya malam lailatul qodar itu adalah pada malam-malam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebagian pendapat yang lain mengatakan bahwa terjadinya malam lailatul qodar adalah pada saat malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dan ada pendapat yang lain mengatakan bahwa malam lailatul qodar itu akan jatuh pada malam hari ke duapuluh tujuh di bulan Ramadhan. Manakah yang benar Wallahu’alam.

Banyak hadits yang meriwayatkan bahwa kegiatan utama yang dilakukan oleh Rasulullah saw pada sepuluh hari terakhir adalah memperbanyak dan meningkatkan  ibadah kepada Allah swt. Beliau saw biasa melakukan I’tikaf (berdiam) di masjid secara penuh di sepertiga terakhir bulan Ramadhan tersebut. Tidak hanya Beliau saw sendiri saja yang melakukannya, Beliau saw juga mengajak para keluarganya serta para Sahabat-sahabatnya. Menghidupkan malam-malam Ramadhan serta siangnya dengan memperbanyak munajat kepada Allah swt, memperbanyak Qiyamullail, tilawah dan tadarus Al Qur’an, berdzikir dan ibadah lainnya menjadi kegiatan utama Beliau saw dan Sahabatnya dalam mengisi hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Bagaimana dengan umat Islam sekarang ini?

Bagaimana dengan kita saat ini. Mudah-mudahan kita semuanya bisa meneladani semua jejak yang mulia Rasulullah saw. Karena alangkah sayangnya kalau hari-hari terakhir Ramadhan yang penuh berkah ini, pikiran dan kegiatan kita lebih banyak terfokus kepada persiapan menyambut Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Menggapai Derajat Taqwa Sukses Orang Bertaqwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: