Menggapai Derajat Taqwa

September 23, 2008 at 3:55 am Tinggalkan komentar

Perintah Allah swt terkait dengan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan yang terdapat dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183 mencantumkan kata iman dan taqwa secara bersama sebagai bagian terpenting dalam perintah kewajiban berpuasa. Dalam ayat tersebut Allah swt memerintahkan menjalankan ibadah puasa ramadhan kepada orang-orang yang beriman dengan kata-kata “Wahai orang-orang yang beriman…” Kenapa hanya orang-orang yang beriman saja yang diperintahkan untuk berpuasa?

Diantara jawabannya adalah mungkin karena hanya orang-orang yang beriman saja yang kuat dan bisa melaksanakan perintah puasa tersebut. Atau mungkin karena hanya orang-orang beriman saja yang bisa ditingkatkan hatinya untuk mencapai derajat ketaqwaan. Atau mungkin karena hanya orang-orang beriman saja yang bisa melaksanakannya perintah tersebut dengan penuh amanah dan keikhlasan.

Menuju jalan untuk mencapai derajat ketaqwaan memang harus didahului dengan meniti jalan keimanan. Karena hakekat ketaqwaan itu adalah takut kepada Allah swt serta hanya mengharap balasan dari Allah swt atas semua perbuatan yang telah dikerjakannya. Dan itu hanya bisa dilakukan hanya oleh orang-orang yang beriman.

Hakekat seperti itulah yang telah dipahami oleh orang-orang beriman sepanjang masa sejak agama Islam ini diajarkan pertama kali oleh Rasulullah saw. Ketika suatu saat sahabat Umar bin Al Khattab ra bertanya kepada sahabat Ubay bin Ka’ab ra tentang hakekat taqwa, sahabat Ubay ra menjawab: Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh duri? Umar ra menjawab: Ya, pernah. Ubay ra bertanya lagi: Apa yang anda lakukan saat itu? Umar ra menjawab: Saya bersiap-siap/waspada dan berjalan dengan hati-hati. Ubay ra spontan menjawab: Itulah Taqwa.

Bagi orang-orang yang bertaqwa, kehidupan dunia ini bukanlah segala-galanya. Oleh karenanya apa saja yang didapatkan selama hidupnya, mereka baktikan untuk menunjang peribadatan kepada Tuhannya. Sebaliknya apabila ada sebuah keinginan yang belum bisa dicapainya selama hidup di dunia ini, mereka tidak berputus asa. Karena mereka berkeyakinan bahwa apa yang belum diberikan Allah swt kepada hambanya di dunia, akan diterima nanti di akhiratnya.

 

Entry filed under: Beranda. Tags: , .

Saat Berbuka Puasa Tiba Memburu Lailatul Qadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: