Cermin Bertetangga

September 12, 2008 at 3:52 am Tinggalkan komentar

Sejarah membuktikan bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk hidup secara bersama-sama atau berkelompok. Adanya keberagaman suku dan bahasa menjadi bukti bahwa hidup bersama telah menjadi ciri khas manusia sejak lama. Hal itu sangat wajar terjadi karena dengan begitu mereka bisa saling membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka serta saling menjaga kepentingannya masing-masing. Dan sebagaimana yang telah ditaqdirkan bahwa sifat ketergantungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya menjadi salah satu penyebabnya. Hampir  bisa dipastikan bahwa tidak ada manusia satupun yang bisa hidup sendirian tanpa adanya campur tangan dan bantuan dari manusia yang lain.

Dalam menjalani kehidupan kemasyarakatan, tetangga telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Diluar anggota keluarga sendiri, merekalah yang paling sering bersentuan dengan kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan saking seringnya mereka bersentuan dengan kehidupan kita, terkadang peran mereka melebihi perang keluarga sendiri yang tinggal saling berjauhan. Sering dalam menyelesaikan urusan-urusan tertentu kita tidak sungkan-sungkan lagi untuk melibatkan tetangga. Istilahnya yang paling sering dibuat repot dengan urusan kita ya tetangga kita. Karena kalau ada apa-apa pastilah tetangga yang pertama kali mendengar dan mengetahuinya.

Oleh karenanya, semestinya tetanggalah yang paling pertama merasakan baik buruknya perilaku kita. Kalau kita menganggap diri kita orang yang baik dan berakhlaq mulia, maka semestinya yang pertama merasakan pengaruh kebaikan kita adalah tetangga kita. Tetangga kita pasti akan merasakan betapa nyamannya bertetangga dan bergaul dengan kita. Saling menghormati dan saling peduli serta saling mengasihi seakan telah tertanam dalam menjalani kehidupan bersama. Seakan semua interaksi dan hubungan yang dilakukan selalu berbuah kebaikan dan kemanfaatan bersama.

Oleh karenanya akan menjadi sangat mudah untuk mengukur kadar kebaikan seseorang. Sejauh mana tingkat kebaikan seseorang itu bisa diukur? Itu bisa dilihat dari  sejauh mana tingkat kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang lain utamanya adalah para tetangganya. Kalau ada seseorang yang mengkampanyekan dirinya sebagai pembela dan pejuang rakyat. Sementara kehidupannya jauh dari realitas yang dirasakan tetangga dan masyarakatnya, maka perlu dipertanyakan integritas pribadi dan sosialnya orang tersebut.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Memulai Kebiasaan Baru Menuju Ketinggian Ruhani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: