Ramadhan Ceria

September 3, 2008 at 6:23 am Tinggalkan komentar

Hari-hari di bulan Ramadhan adalah hari-hari yang senantiasa dipenuhi dengan keberkahan dan kebaikan. Seluruh umat Islam selama sebulan penuh mengisinya dengan berbagai macam kegiatan ibadah. Sejak sebelum matahari terbit sampai dengan tenggelamnya matahari di hari itu waktu-waktunya diisi dengan berpuasa. Sepanjang hari itu mereka menahan rasa haus dan lapar hanya semata-mata mencari ridlo dari Tuhannya. Sepanjang hari itu pula mereka mencegah dirinya untuk tidak berbuat maksiat dan melakukan perbuatan dosa demi untuk menjalankan ketaatan kepada Allah swt. Sungguh indah bulan Ramadhan, bulan dimana seluruh umat Islam secara kolektif dan berjama’ah melaksanakan ajaran agamanya.
Masjid-masjid dan mushalla atau langgar menjadi penuh jama’ahnya dan bahkan ada yang beberapa diantaranya tidak lagi mencukupi menampung seluruh jama’ahnya sholatnya. Kegairahan beribadah selama Ramadhan telah melanda kemana-mana. Tidak hanya di masjid dan di mushalla saja. Kegairahan itu telah menembus sampai ke sekolah, kampus, perkantoran, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lainnya. Berbagai tempat tersebut selama bulan Ramadhan menyajikan warna yang berbeda dari biasanya dalam kegiatan-kegiatannya. Dan tentu saja nuansa ibadah menjadi sangat kental dalam segala kegiatan yang diadakan.
Nuansa ibadah telah menjadi pemandangan yang biasa dimana-mana sejak awal bulan puasa dimulai. Berbondong-bondongnya orang pergi ke masjid atau mushalla untuk menunaikan shalat berjama’ah menjadi pemandangan yang menyejukkan begitu bulan yang mulia ini tiba. Dengan penuh suka cita  mereka menyambut kedatangannya meskipun sebelumnya mereka bukan termasuk orang yang disebut ahli ibadah. Cahaya bulan suci rupanya telah mengetuk pintu dan menerangi hati serta pikiran mereka sehingga mereka kembali mendapatkan hidayah dari Tuhannya. Mulai dari yang berusia tua sampai dengan yang masih anak-anak, semuanya bergembira menyambut datangnya bulan yang diliputi keberkahan dan kemuliaan ini.
 Malam-malam hari di bulan Ramadhan menjadi malam yang senantiasa hidup sepanjang malam. Malam tidak pernah sepi dari segala macam aktifitas ibadah. Saat matahari tenggelam dan adzan maghrib dikumandangkan menjadi saat yang paling menyenangkan dan paling ditungguh kehadirannya.  Segera melaksanakan buka puasa ta’jil setelah menahan haus dan lapar seharian lamanya adalah nikmat yang tiada taranya. Kemudian menunaikan sholat maghrib secara berjama’ah dan menyantap hidangan makanan yang tersedia setelahnya. Begitu juga ketika kumandang adzan sholat isya’ mulai menggema, berduyun-duyun orang melangkahkan kakinya mendatangi tempat-tempat sholat untuk melaksanakan sholat isha’ dan tarawih berjama’ah. Begitu juga selepas tarawih dikerjakan, sebagian jama’ah masih meneruskan aktifitas ibadahnya dengan bertadarrus membaca Al Qur’an bersama-sama. Membaca Al Qur’an secara bergantian itu berlangsung sampai jauh larut malam hingga menjelang makan sahur dipersiapkan.
Sudah menjadi kebiasaan, menjelang waktu sahur para pemuda dan anak-anak biasanya berkeliling di jalan-jalan untuk membangunkan orang untuk makan sahur dengan berbagai macam bunyi-bunyian. Riuh-rendah suaranya sehingga membuat siapa saja mudah terjaga. Semua orang menjadi terbangun dan bersiap-siap melaksanakan sunnah-sunnah dari nabinya. Menunaikan sholat sunnah, kemudian bermunajat dan berdoa mereka dahulukan sebelum mereka menikmati hidangan sahur yang telah tersedia. Itulah yang mereka lakukan sampai menjelang adzan subuh dikumandangkan. Merekapun kembali melangkahkan kakinya untuk memenuhi panggilan Rabb-nya. Dan dengan mengagungkan nama Allah mereka ruku’ dan bersujud menyambut datangnya pagi sebagai tanda bergantinya hari. Siang harinya mereka beraktifitas di tempatnya masing-masing dengan hati yang berpuasa, bersih dan ceria.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Marhaban Ya Ramadhan Mepertahankan Harga Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: