Koalisi atau Musyarokah

Agustus 25, 2008 at 2:55 am Tinggalkan komentar

Koalisi atau dalam bahasa Arabnya disebut musyarokah adalah pergabungan antara berbagai kelompok yang berbeda dalam satu ikatan tertentu untuk mewujudkan atau meraih tujuan bersama. Kata-kata koalisi menjadi sering kita dengar seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan demokrasi Indonesia dan semakin terbukanya partisipasi masyarakat dalam dunia politik. Ini semua ditandai dengan adanya lebih dari empatpuluh partai politik yang akan menjadi peserta pemilihan umum legislatif pada tahun 2009. Ini juga berarti ada empatpuluh lebih aliran pemikiran politik yang ada di dalam masyarakat yang akan memperebutkan lebih dari duaratus juta suara rakyat Indonesia.

Karena adanya sekian banyak partai politik (parpol) yang akan bertarung dalam pemilihan umum (pemilu) 2009, para pengamat memperkirakan bahwa tidak akan ada parpol yang dominan dalam pusaran kekuasaan pemerintahan Indonesia. Mereka meperkirakan bahwa raihan kursi paling tinggi yang akan dicapai dalam pemilu legislatif akan berkisar pada angka 30 persen. Dan yang 70 persen lainnya akan terbagi kepada 40 partai peserta pemilu lainnya. Oleh karenanya dari sini bisa disimpulkan bahwa sebuah parpol yang ingin berkuasa atau yang ingin menampilkan figurnya menjadi calon pemimpin Indonesia, harus mulai berancang-ancang untuk menjalin koalisi dengan partai yang lain. Artinya sebuah parpol yang menginginkan menang dalam pemilihan presiden mendatang harus sudah jauh-jauh hari merintis dan membuka jalan untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain.

Dan faktor lain yang mendorong perlunya berkoalisi adalah bahwa sejauh ini tidak ada tokoh politik atau tokoh masyarakat yang bisa di sebut paling menonjol dan paling berpeluang dengan mulus untuk memimpin Indonesia. Dari berbagai macam survey yang dilakukan terhadap siapa yang paling pantas mereka pilih untuk menjadi presiden Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata tidak pernah ada tokoh yang dipilih oleh 70 persen pemilih. Banyak dari para tokoh itu angkanya malah dibawah 20 persen pemilih. Ini artinya bahwa dari sekarang masing-masing partai harus mulai bisa menahan diri untuk tidak terlalu egois sendirian dalam memajukan calonnya pada pertarungan perebutan menuju penguasa Istana pada tahun 2009.

Dalam beberapa kasus pemilihan kepala daerah menunjukkan juga bahwa sebagian besar pemenangnya adalah para calon yang diusung oleh para parpol yang mau berkoalisi. Jarang sekali calon-calon yang diusung oleh partai politik peraih suara besar pada pemilu legislatif yang maju sendirian tanpa berkoalisi kemudian memenangkan pertarungan. Pemilihan gubernur Jawa Timur contohnya. Calon gubernur dari partai-partai peraih suara terbanyak pada pemilu 2004, yang tidak membutuhkan koalisi dalam pengajuan calonnya, justru kalah dengan calon gubernur yang diajukan oleh koalisi partai-partai menengah atau partai-partai kecil. Begitu juga terjadi pada pemilihan gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Memang sah-sah saja kalau semua partai bersemangat untuk mengajukan calonnya sendiri-sendiri dalam pemilihan calon presiden atau calon kepala daerah. Tetapi sampai kapanpun yang namanya mengatur Negara dan melayani masyarakat ini tidak akan bisa dilakukan secara sendirian. Andaikan partai yang mengajukan calon-calon pemimpinnya benar-benar terpilih menjadi presiden atau kepala daerah, mereka pasti tetap membutuhkan orang lain. Apalagi partai pengusung tersebut belum banyak mempunyai SDM yang ada di dalam pemerintahan, pasti mereka akan mengakomodasi atau merekrut SDM yang berkompeten dari berbagai macam golongan dan latar belakang.

Yang terpenting adalah bahwa semangat untuk membangun dan membenahi negeri ini dari segala macam keterbelakangan dan ketertinggalan harus menjadi semangat yang merata diseluruh hati anak bangsa. Semangat perubahan dan perbaikan kearah yang lebih baik harus senantiasa digelorakan oleh semua fihak yang menginginkan Indonesia jaya dan setara dengan Negara-negara maju lainnya.

Entry filed under: Beranda. Tags: , , , .

Doa-Doa Selama Haji Fiqih Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: