Khusyu’ Dalam Shalat

Agustus 12, 2008 at 4:04 am Tinggalkan komentar

Betapa nikmat yang dirasakan dalam hati ini ketika dalam Shalat kita bisa mencapai derajat Khusyu’. Ada perasaan puas dalam hati karena barusan bisa menghadap Allah swt dengan sepenuh hati tanpa diganggu oleh pikiran-pikiran dan aktifitas yang lain. Perasaan nikmat yang dalam itu sangat terasa ketika hati ini bisa berserah diri secara total kepada-Nya. Disaat gerakan demi gerakan yang lakukan dengan sepenuh penghayatan. Saat kalimat takbir diucapkan sebagai pembuka sholat kita. Rasa-rasanya semua yang ada dibelakang kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semua kebesaran yang dimiliki Allah swt. Begitu juga ketika kita bersujud. Seakan-akan diri ini sangat kecil nilainya dihadapan Rabb yang Maha Agung.
 Tetapi memang tidaklah mudah bagi seseorang untuk bisa mencapai derajat kekhusyukan. Ada banyak kisah yang menceritakan betapa sulitnya mencapai derajat kekhusyukan dalam shalat. Salah satunya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah ra. “Bahwa suatu saat Nabi saw masuk masjid kemudian secara bersamaan masuk pula seseorang ke dalam masjid lalu mengerjakan sholat, lalu orang itu mengucapkan salam kepada Beliau saw. Nabi saw menjawab salamnya dan bersabda, “ Kembalilah dan shalatlah lagi, sebab kamu belum shalat.” Serta  merta orang itu kembali mengerjakan shalat, lalu kembali mengucapkan salam kepada Nabi saw dan beliau bersabda, “Kembalilah dan shalatlah lagi, sebab kamu belum shalat.” dan hal itu terjadi sampai berulang tiga kali. Orang itupun berkata, “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan lebih baik dari itu, maka ajarilah aku.” Kemudian Beliau saw bersabda: “Apabila kamu hendak shalat bertakbirlah lalu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Qur’an (Al Fatihah). Lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar tenang dalam ruku’, kemudian angkatlah sampai tegak berdiri, lalu sujudlah sampai kamu benar-benar tenang dalam sujud, kemudian bangunlah sampai kamu benar-benar tenang dalam duduk, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar tenang dalam sujud. Lakukan hal itu dalam semua shalatmu.”
Memang diperlukan mujahadah (usaha yang sungguh-sungguh) yang terus-menerus dan tidak pernah menyerah sampai akhirnya bisa mencapainya. Terus berusaha untuk mengkondisikan batin dan jiwa dengan selalu menghadirkan hati selama shalat ditunaiakan adalah salah satu cara mencapainya. Kemudian yang kedua yaitu dengan berusaha untuk memahami dan menghayati semua yang diucapkan dan dibaca selama sholat berlangsung. Kemudian cara yang lainnya adalah dengan merasakan adanya haibah (keagungan) Allah swt disaat kita sedang berada di hadapan-Nya.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Rindu Tanah Suci-10: Saat Yang Mendebarkan Artis Berpolitik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: