Komitmen Kepada Syuro

Agustus 7, 2008 at 4:31 am Tinggalkan komentar

Syuro atau bermusyawarah adalah sebuah kewajiban dari agama yang harus senantiasa diperhatikan dan sekaligus ditegakkan. Begitu sangat pentingnya prinsip-prinsip syuro ini sampai-sampai Allah swt mewajibkan untuk melaksanakannya seperti halnya kewajiban menegakkan sholat dan membayar zakat (QS. Asy Syuro: 38). Bahkan salah surat dari Al Qur’an dinamakan dengan surat Asy-syuro. Khalifah Umar bin Al Khattab ra sendiri pernah mengatakan: “Tiada kebaikan pada satu urusan yang dilaksanakan tanpa adanya syuro”
Dari urusan-urusan pribadi sampai dengan urusan-urusan bersama ada baiknya diselesaikan lewat syuro atau bermusyawarah. Tidak ada salahnya masalah-masalah pribadi yang dihadapi, yang kita takut salah mengambil keputusan dalam menyelesaikannya, dikonsultasikan (dimusyawarakan) dengan orang-orang yang dianggap bisa memberi jalan keluarnya. Apalagi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Sangat wajib kita menyelesaikannya dengan melalui jalur syuro. Mulai dari lingkup rumah tangga, organisasi, lembaga, partai sampai Negara dan pemerintahan di dalam mengaturnya haruslah selalu berkomitmen pada prinsip-prinsip syuro.
Dengan berkomitmen kepada prinsip-prinsip syuro pribadi setiap orang akan tertuntut untuk saling berkomunikasi dan saling menghormati. Tidak ada lagi kesan-kesan superior dan inferior diantara semua yang terlibat dalam syuro. Semuanya akan merasakan kelapangan dada terhadap segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua fikiran dan kehendak masing-masing akan terungkap dan terekspresikan dalam forum bersama yang dipenuhi perasaan toleransi dan menghargai. Dan pada akhirnya semuanya akan merasa terikat dengan hasil dan kesepakatan yang dicapai. Maka hilanglah segala kecurigaan dan pertentangan yang sering muncul akibat adanya kesalahfahaman.
Sahabat Ali bin Abi Thalib ra pernah mengatakan bahwa syuro (musyawarah) itu  memiliki tujuh kebaikan. Diantaranya adalah:
1.    Ia akan mengambil keputusan dengan benar
2.    Ia bisa menampung semua pendapat
3.    Ia akan terhindar dari segala kesalahan
4.    Ia akan bisa menjaga dari berbagai celaan
5.    Ia akan selamat dari penyesalan
6.    Ia bisa mengakrabkan hati
7.    Dan ia telah mengikuti sunnah Rasulillah saw

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Menggapai Haji Mabrur Rindu Tanah Suci-10: Saat Yang Mendebarkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: