Mengenang Isra’ Mi’raj

Juli 29, 2008 at 10:16 am Tinggalkan komentar

Setiap tanggal 27 Rajab bulan Hijriyah umat Islam selalu mengenang peristiwa Isra’ mi’raj. Peristiwa penting itu selalu dikenang karena mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam. Peristiwa yang diawali dengan suasana kelabu yang menimpa kehidupan baginda Nabi Muhammad saw akibat ditinggal wafat oleh istri tercintanya Sayyidatina Khadijah ra, yang selama itu sebagai penopang utama perjuangan Beliau saw meyebarkan agama Islam. Tidak berselang lama setelah wafatnya Khadijah ra, paman Beliau saw yang bernama Abu Thalib juga meninggal dunia. Padahal semasa hidupnya Abu Thalib merupakan pembela utama ketika Beliau saw mendapatkan gangguan dari kaum kafir Quraiys.
Kehilangan dua orang yang sangat dicintai pada tahun yang sama membuat Nabi Muhammad saw berduka sangat mendalam. Sehingga tahun itu sering disebut oleh para sejarawan sering disebut sebagai ‘aamul khuzni atau tahun duka cita. Sebagai upaya untuk menghilangkan duka dan kesedian akibat meninggalnya dua orang yang sangat bereperan dalam hidupnya, Beliau saw mencoba berhijrah ke kota Thaif yang subur. Beliau saw berharap penduduk Thaif bersedia menyambut seruan da’wahnya dan bersedia menjadi penolong-penolongnya. Tetapi apa diharapkan tidak menjadi kenyataan. Bukan sambutan yang datang menjelang, tetapi malah Beliau saw mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Kata-kata usiran serta lemparan batu menerpa tubuh beliau yang suci sehingga darah segar bercucuran di kaki-kaki beliau. Beliau saw diusir dan meninggalkan kota thaif.
Ditengah kesedihan yang mendalam itu datanglah utusan Allah swt malaikat Jibril as untuk menenangkan hati Beliau saw. Malaikat Jibril as atas perintah Allah kemudian mengajak beliau mengadakan perjalanan panjang yang dmulai dari masjidil Haram di Makkah kemudian berhenti di masjidil Aqsha di Palestina. Dari masjidil Aqsho perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha di langit ke tujuh untuk menghadap Allah swt. Tujuan dari perjalanan ini adalah untuk memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah swt.
Dalam perjalanannya menembus tujuh langit, Rasulullah saw diperlihatkan oleh Allah swt berbagai macam kehidupan baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Beliau diperlihatkan gambaran kenikmatan yang ada di dalam syurga yang akan disediakan bagi orang-orang yang beriman. Beliau saw juga diperlihatkan gambaran siksa yang ada di dalam neraka yang akan diperuntukkan bagi para penentang risalahnya. Beliau saw juga dipertemukan dengan para nabi as sebelum serta keadaan umat-umat sebelumnya. Dan ketika menghadap Allah swt, Beliau menerima perintah kewajiban sholat lima waktu.
Sepulang dari perjalanan isra’ mi’raj hilanglah segala kesedihan yang selama itu dialami Rasulullah saw. Segala ujian dan cobaan yang dialami dalam perjuangan menyebarkan agama Islam terasa menjadi ringan dan kecil, dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah swt sediakan sebagai balasannya di syurga. Sebaliknya segala kesenangan yang sedang dinikmati oleh para penentang risalahnya terlihat sangat kecil dibandingkan dengan siksa yang akan diterima setelah kematiannya.
Diturunkannya perintah shalat pada saat mi’roj Beliau saw menunjukkan betapa pentingnya ibadah shalat ini. Seolah-olah ingin dikatakan bahwa ibadah shalat ini merupakan sarana mi’rojnya kaum muslimin untuk menghadap langsung kepada Tuhannya. Seolah-olah Allah swt telah menyediakan sarana dimana semua hambahnya bisa berkomunikasi dan memanjatkan segala permohonannya secara langsung kepada Rabb-nya. Kalau ibadah-ibadah yang lain diturunkan melaui malaikat Jibril as tidak halnya dengan sholat. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah sholat dalam kehidupan seorang mukmin. Sholat merupakan tiang agama dan amal pertama yang akan diperiksa nanti di akhirat.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Yang Muda Bergairah Yang Tua Bijaksana Bermusyawarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: