Yang Muda Bergairah Yang Tua Bijaksana

Juli 25, 2008 at 3:24 am Tinggalkan komentar

Pemilihan presiden masih sekitar setahun lagi digelar. Tetapi perdebatan seputar siapa saja yang seharusnya maju dalam arena pertarungan itu semakin hari semakin menghangat saja. Wacana seputar perlunya pemimpin muda tampil dalam dalam pemilihan kepemimpinan nasional itu terus berhembus semaki kencang. Mereka yang merasa mewakili kaum muda berpendapat bahwa sudah saatnya negara ini melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang masih segar dan bersemangat untuk mengatasi persoalan bangsa yang semakin rumit. Mereka menganggap bahwa negara saat memerlukan pemimpin yang cerdas, enerjik dan bertenaga untuk membawa bangsa kearah yang lebih baik.

Seakan tidak mau kalah yang dari kalangan “tua” dengan bersemangat menyatakan bahwa tidak ada batasan usia seseorang untuk bisa tampil menjadi seorang pemimpin. Setiap warga Negara mempunyai hak untuk dipilih dan memilih. Asalkan masih dianggap mampu bekerja, kenapa tidak. Yang penting adalah nanti dalam pemilu apakah rakyat mau memilihnya atau tidak. Toh dalam undang-undang tidak ada aturan yang secara khusus mengatur batasan usia maksimal seorang calon presiden. Jadi diikuti saja aturan mainnya dan silahkan sama-sama bertarung.

Wacana seputar calon presiden dari kalangan muda atau tua ini kayaknya akan terus bergulir sampai menjelang detik-detik terakhir menjelang hari H pemungutan suara pemilu presiden. Wacana yang bersumber dari kejenuhan sebagian masyarakat melihat para calon pemimpin mereka yang dari ke hari itu-itu saja, akan menjadi “medan pertempuran baru” untuk memperebutkat simpati rakyat. Masing-masing pihak akan berusaha memasarkan argumentnya untuk meyakinkan hati rakyat akan memilih pemimpin mereka secara langsung. Dan hasil pemilu nantinya yang akan membuktikan siapa yang menjadi pemenang dalam pertempuran panjang itu.

Isu tentang dikhotomi antara pemimpin tua dan muda semestinya tidak perlu terjadi kalau para pemimpin partai bisa bersikap lebih arif dan bijaksana. Ketergesa-gesaan untuk menampilkan diri sebagai salah satu calon pemimpin bangsa ini memantik reaksi yang beragam di kalangan masyarakat. Padahal pemilihan presiden waktunya masih sangat lama. Sementara masalah-masalah yang menyangkut hajat hidup rakyat yang sampai saat ini yang membutuhkan penyelesaian masih sangat banyak. Memunculkan diri sebagai calon pemimpin rakyat terlalu dini, ditengah-tengah himpitan hidup dan kesulitan yang dialami rakyat, dianggap kurang bijaksana. Seharusnya para calon pemimpin itu lebih banyak bekerja dan bicara tentang persoalan-persoalan yang sedang dihadapi rakyat. Bukan sebaliknya mereka lebih asyik mengejar untuk memenuhi kepentingan-kepentingannya mereka sendiri.

Andaikan semuanya mau bersabar dan mau menahan diri, niscaya semua persoalan akan bisa dicarikan solusinya dengan mudah. Negara yang besar ini dengan segudang permasalahan yang dihadapi sangat membutuhkan kerjasama antara semua komponen bangsa. Baik yang tua maupun yang muda semuanya. Yang muda tidak akan bisa bekerja dengan baik kalau tidak ada bimbingan dari para orang tua. Begitu juga yang tua akan dianggap berhasil apabila program-programnya banyak didukung dan banyak melibatkan dari kalangan muda.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

BPIH Naik Jamaah Haji Meningkat Mengenang Isra’ Mi’raj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: