Memilih Perempuan

Juli 22, 2008 at 3:08 am Tinggalkan komentar

Di sebuah tempat dalam suatu kesempatan beberapa orang yang sedang bersantai, terlibat pembicaraan yang tidak terlalu serius mengenai pemilihan kepala daerah yang akan mereka ikuti untuk pertama kali. Mereka sedang terlihat memperbincangkan figur calon pemimpin yang layak mereka pilih. Karena kebetulan ada salah satu calonnya adalah perempuan, salah seorang diantara mereka dengan santainya mengatakan, bahwa dia akan memilih calon yang perempuan saja. Dengan bersemangat dia mengatakan, masak laki-laki memilih laki-laki. Yang paling pas itu adalah laki-laki memilih perempuan, biar tidak dikatakan seperti banci. Mendengar selorohan seperti itu, peserta yang lain kelihatan manggut-manggut saja sebagai tanda  persetujuannya atas argumen yang kelihatannya cukup masuk akal itu.
Sejurus kemudian salah seorang dari mereka dengan santai nyeletuk. Dia dengan gampang mengatakan bahwa kita harus hati-hati dengan memilih perempuan itu. Karena perempuan itu kan sudah mempunyai suami. Jadi kalau kita hendak memilihnya, kita harus izin dulu kepada suaminya. Karena suaminyalah yang paling berhak atas dirinya. Kalau kita memilih tanpa seizinnya, nanti suaminya bisa marah-marah. Mendengar selorohan seperti itu yang lain pada senyam-senyum. Mereka berfikir masuk akal juga kelihatannya argumen yang satu ini. Mereka jadi berfikir juga bahwa bagi perempuan yang sudah bersuami, para pemimpin mereka adalah para suaminya. Sedang bagi perempuan yang belum bersuami, para pemimpin mereka adalah para orang tuanya.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Menjadi Petani BPIH Naik Jamaah Haji Meningkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: