Memperbanyak Harta Dengan Bersedekah

Juli 14, 2008 at 6:35 am 1 komentar

Berbahagialah orang-orang yang membiasakan dirinya dengan bersedekah. Karena dengan bersedekah itu mereka telah menghilangkan segala kotoran yang terdapat dalam harta kita. Bersedekah juga akan membersikan hati kita dari segala macam penyakit-penyakit di dalam tubuh, hati dan juga jiwa. Bersedekah juga bisa mendekatkan hati antar sesama anak manusia. Banyak kisah-kisah yang telah kita dengarkan berkaitan dengan keutamaan bersedekah. Berikut ini sebagian dari kisah-kisahnya.
Dalam Tausyiah275 ustadz Yusuf Mansur menceritakan: suatu hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?” “Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.” “Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.” “Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah. Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya. Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya. “Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?” “Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”
Seseorang menceritakan pengalamannya: “Sedekah itu benar-benar sumber rejeki. Saya punya pengalaman mengamalkan sedekah. waktu itu, saya pulang dari mall. uang saya tinggal 20 ribu. padahal saya berencana setelah pelang dari mall itu saya akan pulang ke indramayu (karena saya ngekost di cirebon) mengambil uang 50 ribu untuk biaya hidup seminggu. waktu itu saya bertemu seorang ibu yang tidak mampu berjalan normal. beliau meminta uang pada saya. saya beri saja 5 ribu. jadi uang saya tinggal 15 ribu. itu pas untuk ongkos pulang. sesampainya di indramayu, ayah saya malah memberi uang 100 ribu. sebelum balik ke cirebon, saya disuruh ibu untuk mengantar kue ke rumah nenek. sesampainya di rumah nenek, saya diberi uang oleh nenek 50 ribu. katanya untuk ongkos pulang ke cirebon. setelah sampai di cirebon, aku membuka lemari di kamarku. membereskan pakaian. aku kaget, aku menemukan uang 10 ribu yang 2 hari yang lalu hilang. ternyata ada di selipan-selipan pakaian-pakaianku. alhamdulillah, ternyata dengan bersedekah 5 ribu, Allah mengganti dan melipat gandakannya”
Yang lain juga menceritakan: “Saya juga pernah mengalami/mendapatkan kedasyatan dari sedekah,waktu acara taujih ust.Yusuf Mansur kami(seluruh yang hadir) disuruh sedekah berapapun,pada waktu itu uang saya pas-pasan, namun saya yakin bahwa Allah akan memberikan lebih, saya sedekahkan Rp 5000, dan subhanallah saya mendapatkan rezeki lebih dari saya mendapatkan uang Rp 250.000. benarlah bahwa bila kita mensedekahkan rezeki kita maka Allah akan membalas lebih banyak”
Yang satu lagi menceritakan: “Pengalaman saya, suatu hari selesai sholat magrib di mesjid Darussalam, saya berjumpa dengan 2 orang anak korban tsunami. mereka tiba2 menjadi yatim karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat tsunami Aceh. Anak2 itu tersenyum dibalik duka wajahnya. mereka memanggil saya..kakak…kakak.. sungguh saya ingin menangis saat itu. Saya bertanya pada suami saya ‘punya duit berapa’? suami saya mengeluarkan dompet dan merogoh kantong mencari duit ‘yang ada cuma seribu’. saya punya 2000, dan 3000 adalah total duit kami yang tersisa sampai gaji bulan berikutnya. saat itu masih tgl 23. kami berikan duit 1000 pada 2 orang anak tersebut. Subhanallah, esok harinya, saya mendapat rezeki berlipat-lipat, 700 ribu. subhanallah..Maha besar Allah
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah 261)
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”.(QS Al Baqarah 265)

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Rindu Tanah Suci-9: Rindu Yang Terobati Menjadi Petani

1 Komentar Add your own

  • 1. Aja  |  Juli 2, 2009 pukul 2:49 am

    subhanallah…jazakallah bi ahsanil jaza’
    mudah-mudahan tulisan ini mendapat barokah, amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: