Menjadi Golput?

Juli 10, 2008 at 5:47 am Tinggalkan komentar

Jumlah partai politik yang akan berlaga sebagai kontestan di pemilihan umum tahun 2009 telah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Setidaknya ada 34 partai yang akan memperebutkan simpati dan suara rakyat pada pesta demokrasi yang akan berlangsung sepuluh bulan lagi itu. Melihat dari jumlah partai yang sebanyak itu, sebagian ada yang mengatakan bahwa jumlah segitu terlalu banyak sehingga membuat rakyat semakin bingung dalam menentukan pilihan. Tetapi sebagian ada pula yang berpendapat jumlah itu masih wajar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar. Mereka juga berpendapat banyaknya partai juga menunjukkan betapa beragamnya latar belakang social dan aliran politik yang ada dalam masyarakat.

Tetapi ada sebagian masyarakat yang lain yang jauh-jauh hari telah menyatakan bahwa mereka tidak mau lagi terlibat dalam dukung-mendukung terhadap partai politik yang ada. Mereka akan mengambil sikap apatis dan diam saja pada saat pesta demokrasi rakyat itu digelar. Mereka merasa tidak ada gunanya menggunakan hak pilihnya kalau hal tersebut tidak menimbulkan pengaruh apa-apa dalam kehidupannya. Mereka juga merasa kecewa dengan tingkah laku para politisi yang kurang memikirkan nasib rakyat dan lebih mementingkan urusan pribadi dan kedudukan serta jabatan. Apa yang telah didengung-dengungkan semasa kampanye ternyata hanya sekedar untuk menarik simpati rakyat agar memilihnya. Tetapi setelah mereka terpilih, mereka kemudian melupakannya dan tidak menepati janji-janjinya.

Mereka merasa telah salah dalam memilih wakilnya yang sebelumnya diharapkan bisa membawa aspirasinya ke forum perwakilan rakyat yang terhormat. Mereka merasa telah terbujuk oleh rayuan manis dan janji para politisi yang mereka tidak amanah dalam mengawal setiap suara yang didapatkannya. Hal ini semakin diperparah dengan adanya pemberitaan tentang tindakan-tindakan amoral yang mereka lakukan. Rakyat telah dikagetkan dengan semakin maraknya berita-berita tentang kasus perselingkuhan dan penyalagunaan jabatan yang dilakukan sebagian wakil rakyat tersebut. Terungkapnya kasus-kasus yang tidak sedap ini membuat sebagian masyarakat tidak mempercayai lagi para wakilnya sendiri. Ada sebagian dari mereka yang berkeinginan untuk tidak mau lagi ikut-ikutan menggunakan hak pilihnya di pemilu mendatang.

Ya. Inilah resikonya kalau memilih wakil yang tidak bisa menjaga amanah. Inilah juga resiko yang harus ditanggung kalau sembarangan dalam menentukan pilihan. Disebabkan karena sekedar ikut-ikutan teman, mereka menjatuhkan pilihan pada orang tidak bisa membawa amanah suara selama lima tahun berikutnya. Disebabkan hanya karena ikut-ikutan, mereka  menanggung kecewa dan kemudian menjadi putus asa. Karena mereka asal-asalan dalam menentukan pilihan, maka wakil yang mereka dapatkan adalah orang-orang yang tidak berkwalitas dan tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu siapakah yang seharusnya disalahkan. Mereka yang telah terpilih yang kemudian mengecewakan, atau mereka para pemilih sendiri yang telah turut andil mengantarkan mereka menduduki jabatan.

Kita semuanya tentu masih mempunyai idealisme yang tinggi untuk membangun negeri ini. Kita semua tentu saja akan bangga melihat Indonesia raya berjaya dimana-mana. Kitalah yang menentukan arah kemajuan bangsa dari masa ke masa. Kepedulian kita terhadap segala permasalahan yang sedang dihadapi akan terasa sangat berarti dalam upaya untuk melepaskan bangsa ini dari segala keterbelakangan.  Suara dan aspirasi kita akan sangat berharga untuk membawa perubahan yang dikehendaki bersama-sama. Kita sendirilah semestinya paling tahu siapa-siapa yang paling amanah dan bermoral serta berkwalitas. Siapa-siapa saja yang tidak haus pujian dan jabatan kitalah yang memahaminya..

Bagi yang berencana untuk tidak menggunakan hak suaranya, tentu masih ada waktu untuk berfikir ulang untuk menentukan sikapnya  sebelum datangnya pemilu. Dari sekian banyak pilihan yang ditawarkan, kemungkinan masih ada sebagian atau bahkan satu saja yang masih sesuai dengan  harapan. Tetapi sebelum benar-benar menjatuhkan pilihan, teliti dan pelajari apa saja yang ada didalamnya. Setelah yakin dengan visi dan misi serta kinerja kadernya, maka mohonlah hidayah dari Allah swt agar diberi kekuatan dalam menentukan pilihan

Entry filed under: Beranda. Tags: .

SDIT Al Uswah Menerobos SBI SMPN Rindu Tanah Suci-9: Rindu Yang Terobati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: