Jiwa Yang Berpuasa

Juni 26, 2008 at 3:42 am Tinggalkan komentar

Berpuasa bisa melatih jiwa. Berpuasa juga bisa melatih kesabaran seseorang. Menahan lapar dengan tidak memasukkan sesuap makananpun kedalam perut selama seharian. Demikian juga menahan haus yang mencekat kerongkongan dengan tidak minum seharian adalah gambaran sifat kesabaran demi mencapai suatu tujuan. Sikap menahan diri dan tidak mudah tergoda oleh lezatnya makanan dan minuman yang terhidang disaat berpuasa adalah cerminan dari kekuatan sifat kesabaran. Sikap pengendalian diri untuk tidak terburu-buru menikmati sesuatu dan merasakan hasil yang dikerjakan adalah buah dari kesabaran yang dihasilkan dengan berpuasa.

Berpuasa juga bisa melatih jiwa untuk tidak mudah terseret dan terbawa oleh berbagai dorongan nafsu yang merugikan. Berpuasa juga bisa melatih diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam pemenuhan kebutuhan akan makanan dan minuman serta berhubungan badan antara suami dan istri. Sebab dengan berlebih-lebihan dalam memperturutkan kebutuhan-kebutuhan tersebut biasanya sering menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan dan berbagai bentuk penyimpangan. Nafsu yang tidak pernah dikekang dan sering diperturutkan juga bisa mengarah kepada tindakan yang merugikan. Terjadinya korupsi dan penyalahgunaan jabatan adalah akibat kalahnya seseorang dari setiap dorongan nafsunya nafsunya sendiri. Begitu juga kasus-kasus perselingkuhan dan pergaulan bebas diluar nikah adalah akibat nafsu yang terus-menerus dipertututkan.

Hati yang tidak dikuasai oleh nafsu akan cenderung bisa berfikir jernih dan bertindak bijaksana. Berpuasa bisa membebaskan kungkungan dan penguasaan nafsu atas hati kita. Hati akan menjadi mudah diajak melakukan hal-hal yang baik dan menyelamatkan. Hati akan mudah diajak untuk beribadah, berdzikir dan berfikir. Perut yang kosong dari makanan dan minuman juga akan menyebabkan hati menjadi lunak dan bercahaya. Hati akan mudah menjadi tersentuh dengan oleh adanya peringatan dan arahan tentang kebenaran. Hati juga akan mudah menjadi peka dan tumbuh rasa empati terhadap sesama.

Berpuasa bisa menumbuhkan rasa simpati dan empati terhadap sesama manusia. Mereka yang berpuasa akan merasakan betapa susahnya tidak menemukan dan merasakan makanan seharian. Kesetiakawan social akan mudah ditumbuhkan bila seseorang sering merasakan penderitaan orang lain yang serba kekurangan. Dengan demikian mereka akan bersyukur terhadap kelapangan dan kecukupan rizki yang didapatkan. Dan selanjutnya sebagian dari rizki yang diterimanya kemudian disalurkan kepada yang mebutuhkan.

Orang yang berpuasa akan diberi kenikmatan pada saat berbuka puasa. Setelah ditahan selama seharian, menikmati minuman dan makanan saat berbuka puasa menjadi kenikmatan yang tidak ada taranya. Meskipun hanya seteguk air atau sesuap makanan yang didapatkan, tidak mengurangi lezat dan nikmat yang dirasakan. Akan dirasakan juga betapa nikmatnya makanan atau minuman apapun yang terhidang dihadapan disaat perut terasa lapar. Hatipun merasa gembira dan bahagia bisa menjalankan ibadah dengan sempurna.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Berebut Sekolah Mengatasi Kegelisahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: