Dimana Sekolah Anak Kita

Juni 19, 2008 at 6:44 am Tinggalkan komentar

Musim tahun ajaran baru di sekolah sebentar lagi akan tiba. Setelah bergelut dengan keras untuk memloloskan anak-anaknya dari ujian akhir di sekolah, begitu mereka berhasil lulus ujian, kini orang tua harus bekerja keras sekali lagi untuk meloloskan anaknya memasuki sekolah yang diinginkannya. Sekolah-sekolah yang dianggap favorit sudah barang tentu menjadi sasaran buruan selanjutnya. Maka berbondong-bondonglah para orang tua menyerbu dan mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah yang dianggap memiliki jaminan kwalitas bagi keberhasilan anak-anaknya di masa depan.

Memang tidak ada satupun orang tua yang tidak ingin anaknya tidak berhasil di masa depannya. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anak menjadi orang yang berguna bagi masyarakatnya dan juga mapan secara ekonominya. Mereka berpendapat bahwa dengan memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit akan menjadi garansi bagi anak-anaknya untuk bisa berprestasi dengan baik. Kalau anak-anaknya sudah mendapat prestasi yang baik, maka diharapkan anak-anaknya bisa diterima di lembaga-lembaga pendidikan favorit pada jenjang-jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih tinggi. Kalau sudah berhasil diterima di jurusan yang favorit pasti masa depannya akan cerah.

Ketika orang tua mengarahkan anaknya memilih sekolah, maka sudah tergambar di benaknya bahwa nanti anaknya di masa akan datang akan “menjadi” Setiap orang tua pasti sudah mempunyai cita-cita dan rancangan masa depan bagi anak-anaknya sebelum mereka masuk sekolah. Dan kebanyakan orientasi atau tujuan akhir memilihkan sekolah adalah kemudahan nantinya dalam meraih  kemudahan dan kemapanan dalam pekerjaan. Oleh karenanya, lembaga-lembaga pendidikan yang diangap bisa memberi jalan kemudahan untuk meraih pekerjaan selalu menjadi rebutan banyak orang. Berapapun biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan kesempatan itu akan dibayarkan. Ini terjadi mungkin karena keadaan yang dilihatnya sekarang menunjukkan betapa sulitnya mencari pekerjaan.

Keasyikan memikirkan masa depan pekerjaan dan profesi anak-anaknya kadang bisa membuat orang tua lupa untuk memikirkan aspek-aspek kebutuhan pendidikan yang lainnya.Yaitu kebutuhan untuk mendapatkan arahan dan bimbingan agama untuk kelurusan fitrah anak-anaknya. Sebagai orang tua sudah semestinya memikirkan pemenuhan kebutuhan yang satu ini. Karena mereka semua diamanahi anak-anaknya oleh Allah swt dalam keadaan fitrah (suci dan ber-agama). Anak-anak yang telah dilahirkan dalam keadaan suci itu harus dijaga agar tidak sampai terkotori jiwanya. Jiwanya harus tetap terjaga kesuciannya sepanjang hidupnya sehingga anak-anaknya tetap terjaga pengabdiannya kepada Tuhannya.

Kekhawatiran terhadap masa depan anaknya yang terkait dengan ketidakmapanannya dari segi ekonomi harusnya sama dengan kekhawatiran terhadap ketidakmapan anaknya dari segi agamanya. Ketidakmapanan dari sisi ekonomi mungkin akan menyebabkan “kesengsaraan” hidup di dunia saja. Tetapi ketidakmapanan dalam segi agama dan ibadahnya bisa menyebabkan kesengsaraan hidup di dunia dan kesengsaraan hidup sesudah matinya. Tidak hanya anaknya saja yang sengsara tetapi orang tuanya juga yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena orang tualah yang paling bertanggung jawab terhadap setiap proses pendidikan anak-anaknya.

Seharusnya corak dan warna anak-anak seluruhnya kembali kepada orang tua yang telah melukisnya. Lukisan apa saja yang ada dalam jiwa dan kepribadiannya sangat tergantung dari selera dan kemauan orang tuanya. Setiap orang tua yang bijaksana pasti akan selalu mengarahkan dan membimbing setiap langkah anaknya. Setiap langkah yang benar akan mendapatkan penghargaan dan setiap langkah yang salah akan mendapatkan peringatan dan bimbingan. Hal itu akan terus berlangsung ampai putra-putrinya dirasa cukup mampu untuk menentukan segala pilihan langkahnya sendiri.

Sekolah adalah tempat anak-anak kita mempelajari seperangkat pengetahuan yang belum didapatkan dari orang tuanya. Disamping mempelajari ilmu pengetahuan, anak-anak juga akan diajarkan dan dilatih untuk mengenal kehidupan. Mereka akan dikenalkan dengan lingkungan pergaulan bersama para guru dan juga teman-temannya. Lingkungan pergaulan sekolah yang baik akan sangat menunjang dalam pembentukan karakter dan kepribadiaan. Sekolah yang mengajarkan nilai-nilai agama didalamnya akan banyak membantu orang tua dalam menjaga kesucian dan kebersihan jiwa anak-anaknya. Carilah sekolah yang berkwalitas yang telah terbukti mampu menggabungkan dua aspek kebutuhan manusia. Ingatlah anak-anak kita adalah amanah yang harus selalu dijaga.

 

 

Siswi SDIT Al Uswah Surabaya

 

Entry filed under: Pendidikan. Tags: .

Rindu Tanah Suci-8: Doa-doa mengiringi SDIT Al Uswah Khataman Al Qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: