Indahnya Kebersamaan

Juni 11, 2008 at 6:18 am 2 komentar

Bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh. Sebuah slogan yang sangat terkenal dan layak untuk terus dikumandangkan. Sebab kita semua membutuhkan persatuan dan kebersamaan. Kerena dengan bersatu kita akan memiliki kekuatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Sesuatu yang dianggap sulit akan menjadi mudah jika ditangani dengan kebersamaan. Cita-cita yang besar akan mudah diwujudkan ketika kebersamaan menjadi tulang punggung kekuatannya. Sebaliknya permasalahan yang dianggap kecil akan menjadi sulit diatasi apabila masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

Membangun dan mempertahankan kesatuan dan kebersamaan memang bukan perkara yang mudah. Mungkin sangat mudah dalam membangun di awal-awalnya, tetapi amat susah untuk mempertahankan di kemudian harinya. Kadang pada awal pembangunannya ada yang bertumpu kepada kekuatan kharisma dan figure orang tertentu. Ada juga yang awalnya dengan mengandalkan kekuatan pendanaan dan managemen organisasi yang modern. Ada juga yang awal menggalangnya dengan memanfaatkan kejadian atau momentum tertentu. Serta ada juga yang dari awal menyandarkan kepada pencapaian idealisme dan cita-cita bersama yang telah disepakatinya..

Soliditas kebersamaan yang hanya sekedar dibangun atas dasar kekuatan kharisma seseorang sangat rentan terjadi perselisihan dan perpecahan. Begitu juga yang hanya disandarkan kepada kekuatan organisasi dan pendanaan akan sangat rawan mengalami degradasi kepentingan. Yang paling memungkinkan adalah membangun kekuatan dengan menyandarkan kepada kesamaan cita-cita dan kesamaan jalan dalam perjuangan. Kekuatan yang dibangun atas dasar kesamaan visi dan misi lebih memungkinkan lebih hidup dan cenderung bisa bertahan lama. Karena kekuatannya ini tidak lagi bergantung kepada ada tidaknya figure tertentu dan jumlah kekayaan atau jaringan keorganisasian. Siapun yang menjadi pemimpin tidak akan menjadi masalah, asalkan bisa membawanya meraih cita-cita yang diinginkan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang telah diikat oleh idealisme dan cita-cita besar bangsanya. Seluruh anak bangsa saling bekerjasama dan saling bahu membahu untuk mewujudkan cita-citanya. Masing-masing individu bekerja dan berusaha menempatkan dirinya sebagai bagian  terpenting dari cita-cita dan perjuangan bangsanya. Masing-masing pribadi sadar dan mengetahui secara detail tugas dan kewajiban yang harus diberikan demi tercapai cita-cita bangsanya. Setiap warganya tidak lagi mempertanyakan hak-hak individunya karena mereka sudah mendapatkannya bersamaan dengan pelaksaan kewajibannya. Itulah impian anak bangsa yang selalu mengharapkan kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Masyarakat, Organisasi, partai, komunitas, keluarga dan kelompok yang lainnya adalah miniatur sebuah bangsa. Seharusnya di dalamnya terkumpul sekelompok manusia yang memiliki kesamaan dan kesatuan cita-cita. Karena dengan demikian itulah yang menyebabkan mereka menjadi kuat dan tangguh. Dengan kesamaan itulah yang memungkinkan mereka bisa saling bekerjasama dan membangun kebersamaan. Kekuatan bekerjasama juga amat ditentukan oleh sebesar apa dan juga sejauh apa cita-cita yang diinginkannya. Semakin besar atau semakin jauh cita-cita yang hendak dicapainya akan semakin kuat ikatan kerjasamanya.

Saling mengenal dan saling memahami adalah salah satu kunci kesuksesan dalam menggalang kekuatan dan menjaga kebersamaan. Saling mengenal pribadi secara pribadi secara utuh akan membuat masing-masing saling merasakan adanya kedekatan. Perasaan dekat sangat memudahkan untuk membangun sebuah kerjasama. Perasaan dekat juga akan bisa menjauhkan dan bahkan menghilangkan adanya kesalahfahaman. Dan inilahyang menjadi inti dalam membangun kebersamaan. Dengan perasaan masing-masing saling memiliki kedekatan,  akan memudahkan utuk menghilangkan perasaan saling mencurigai dan iri hati serta berburuk sangka kepada yang lainnya. Dari sinilah kemudian kekuatan kebersamaan itu akan dengan mudah diarahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Saling mengenal dan saling memahami diantara sesama juga akan bisa mengantarkan  kepada sikap saling membantu dan saling meringankan beban. Bahu membahu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan akan menjadi budaya yang mewarnai setiap kegiatannya. Tradisi saling tolong menolong jika ada salah satu yang membutuhkan bantuan menjadi sebuah ikatan yang akan sulit untuk dilepaskan. Begitulah seharusnya ikatan kebersamaan yang harus diwujudkan. Sudah saatnya semangat kebersamaan itu tidak hanya sekedar impian. Tetapi ia harus menjadi nyata  dan menjadi jiwa untuk meraih kemakmuran bersama.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Seandainya Mau Mengaji Hidup Bersama Sepak Bola

2 Komentar Add your own

  • 1. Sudirman Anwar  |  Juni 13, 2008 pukul 2:15 pm

    OKE LAH TU…

    Balas
  • 2. Anwar Ashari  |  April 5, 2009 pukul 7:53 am

    Saya bangga melihat seorang ummat yang mau menyisihkan waktunya untuk berbagi pengalaman tentang pengalaman haji. salam sahabat. Kebetulan saya juga seorang penulis buku. kunjungi juga info buku saya di http://www.mandailingnatal.page.tl/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: