Sederhana Saja

Mei 26, 2008 at 3:50 am Tinggalkan komentar

Kita semua merasa keberatan dengan dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu. Sebab kenaikan itu pasti akan memicu naiknya harga-harga sejumlah bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya. Banyak kebutuhan pokok yang mungkin  akan menjadi sangat mahal dan sulit dijangkau oleh daya beli masyarakat yang kebanyakan masih rendah. Masyarakatpun akan semakin kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan dengan pendapatan yang ada sekarang ini.

Bagi pemerintah kayaknya keputusan menaikkan harga BBM sudah merupakan keputusan final dan tidak mungkin akan dicabut kembali. Itu artinya kita sebagai anggota masyarakat, keluarga atau sebagai pribadi-pribadi harus sudah menyiapkan antisipasi langkah yang harus diambil dalam kehidupan beberapa hari ke depan. Langkah berhemat tentunya menjadi jalan solusi yang terbaik. Dengan jumlah pemasukan yang tetap setiap bulannya, dibandingkan dengan jumlah pengeluaran seperti sebelum naiknya BBM, tentu untuk sekarang ini tidak akan cukup.

Dengan jumlah pemasukan yang masih belum naik, kita harus bisa mengatur seketat mungkin jumlah pengeluaran, sehingga pemasukan yang diterima bisa cukup untuk membeli kebutuhan yang diinginkan. Oleh karena itu kita harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer terlebih dahulu daripada kebutuhan yang lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan primerpun kitapun tidak harus membeli barang-barang yang harganya mahal. Kita bisa berhemat dengan membeli barang-barang yang lebih murah harganya tapi kwalitasnya sama. Misalnya untuk kebutuhan konsumsi makanan sehari-hari, kita bisa memilih bahan-bahan yang terjangkau harganya tapi kwalitas gizinya memenuhi kebutuhan tubuh kita. Begitu juga dalam hal membeli pakaian dan juga yang lainnya. Tidak harus yang mahal-mahal.

Yang agak sulit mungkin adalah mengubah gaya hidup kita. Terutama gaya hidup yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Di masa-masa seperti sekarang ini, gaya hidup yang bisa menghabiskan banyak biaya sudah seharusnya ditinjau kembali. Kebiasaan membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting agaknya harus segera dikurangi. Memang tidak mudah  mengubah kebiasaan-kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari ritme kehidupan kita. Ada sesuatu yang hilang katanya, ketika kebiasaan itu harus berubah atau ditiadakan. Tetapi dalam hal ini ada hal yang lebih penting yang harus lebih didadahulukan daripada sekedar hanya menuruti sebuah kebiasaan.

Kita seharusnya bisa merubah kebiasaan-kebiasaan hidup kita dari sekarang asalkan kita mau memulainya. Kita bisa merubahnya asalkan kita berniat bersungguh-sungguh dan serius melaksanakannya. Kita tidak boleh takut dengan adanya citra atau brand-image yang sudah dikenal oleh orang-orang disekitar kita terhadap pribadi kita. Kadang-kadang ada semacam ketakutan dalam hati, kalau nanti kita merubah kebiasaan yang selama ini berjalan, akan turun citra kita di mata mereka atau mereka menjauhi kita. Itu tidak akan terjadi kalau perubahan kita tetap kearah positif. Semua orang pasti akan tetap mendukung langkah kita dan kita tetap mendapatkan citra positif.

Di masa-masa seperti saat ini yang tepat adalah melakukan hidup sederhana meskipun kita seorang yang berpunya. Karena kesederhanaan kita akan banyak membantu banyak hal dan juga akan mengatasi banyak masalah. Banyak yang sudah mengkampanyekan model hidup seperti ini, tetapi belum banyak yang bisa melaksanakannya. Apalagi di jaman yang serba materialistis ini, melaksanakannya tidak semudah seperti yang diucapkannya. Hidup sederhana kadang hanya sebatas slogan yang masih jauh dari kenyataan.

Salah satu indikasi hidup sederhana adalah mencukupkan  diri dengan barang-barang yang dibutuhkan saja. Mereka sangat menghindari pemaksaan diri untuk mengumpulkan barang-barang yang tidak menjadi kebutuhan. Tentu saja masing-masing orang sangat berbeda tingkat kebutuhannya. Mereka tidak akan mudah memperturutkan hembusan gaya hidup yang setiap saat ditiupkan dengan hanya menyandarkan kemewahan dan arus konsumerisme belaka. Sehingga hidupnya tidak pernah tenang dari mengikuti perubahan gaya dan mode yang dijajakan setiap hari.

Kalau kita mau hidup sederhana, maka kita akan mendapatkan ketentraman jiwa yang tiada taranya. Karena dengan demikian kita tidak akan terlalu menggantungkan kebahagiaan hanya kepada harta benda yang dimiliki. Harta memang bisa membuat orang bahagia tetapi ia bukan satu-satunya. Hidup sederhana akan mempersempit jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang sering mengangah. Kelebihan harta yang dimiliki akan bisa digunakan untuk melakukan empati terhadap sesama yang lebih membutuhkannya.

Nabi kita yang mulia Muhammad saw saja hidupnya sangat sederhana. Meskipun beliau pemimpin yang agung tetapi dalam kesehariannya sangat menjauhi hidup dalam kemewahan. Tidak seperti para raja yang hidup pada masa sebelumnya atau masa sesudahnya. Kehidupan Beliau saw sangat mungkin lebih sederhana dari kehidupan kita saat ini. Rumahnya yang sederhana, makanannya yang sederhana, pakaiannya yang sederhana dan apa yang dimilikinya semuanya serba sederhana. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun kemuliaan dan keagungan pribadinya.

Kesederhanaannya beliau Nabi saw dalam kehidupan tidak mengurangi kemuliaan dan kebahgiaan hidup yang didapatkannya. Kekurangan harta juga tidak pernah mengurangi sedikitpun kedekatannya pada Tuhannya. Badan Beliau saw yang selalu harum  dan selalu sehat serta tidak pernah sakit. Langkahnya yang tegap dan juga cepat jalannya. Senyumnya selalu menyungging di wajahnya yang bercahaya menentramkan siapa saja yang melihatnya. Kebaikannya tidak ada satupun diantara manusia yang bisa menandinginya. Kita semestinya bisa mentauladani seluruh sisi kehidupannya agar kita mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Bangkitlah… Rindu Tanah Suci-7: Nikmatnya Persaudaraan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: