Menikmati Indahnya Keikhlasan

Mei 6, 2008 at 3:03 am Tinggalkan komentar

Salah satu ciri orang-orang pilihan adalah berbuat tanpa pamrih dan tidak mengharapkan balasan. Memberikan sesuatu kepada yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan atau pujian adalah bukti dari sebuah keikhlasan. Melakukan sesuatu perbuatan tanpa merasakan adanya paksaan atau tekanan dari siapapun merupakan bukti dari sebuah ketulusan. Keikhlasan adalah perbuatan hati yang bisa saja dilakukan dengan sembunyi- sembunyi atau bisa juga dengan terang-terangan. Ia bisa juga dilakukan dengan sendiri-sendiri atau juga dengan bersama-sama.

Berbuat baik dengan cara memberikan sesuatu kepada orang lain tidak mesti hanya berupa benda atau materi. Memberikan sesuatu kepada orang lain juga bisa dilakukan dalam bentuk yang lainnya. Seperti  memberikan waktu, tenaga, kepedulian, perhatian, nasehat dan yang lainnya. Mencurakan waktu dan mengorbankan tenaga serta turut berfikir untuk yang selain dirinya adalah merupakan bentuk dari sebuah pengorbanan. Memberikan semua yang kita miliki kepada yang lain merupakan bentuk pengabdian yang sempurna dari seorang hamba. Tetapi itu tidaklah mudah dilakukan kecuali bagi siapa saja yang dalam hatinya telah merasakan manisnya cinta.

Mengorbankan atau merelakan sesuatu yang dicintai demi untuk mendapatkan cinta dari yang paling dicintai, adalah bukti dari manisnya kepercayaan atau iman yang telah dirasakan. Itu berarti apa yang dirasakannya telah menggerakkan hatinya untuk berbuat apa saja demi untuk merengkuh puncak kenikmatan yang dijanjikan-Nya. Manisnya cinta yang dirasakannya telah membuat hatinya enggan untuk berpaling  dan menambatkan pengharapannya kepada selain-Nya. Indahnya dunia dengan sederetan kekayaan benda-benda yang berharga tidak lagi berhasil merebut cintanya yang telah tertanam kokoh di dasar-dasar keyakinannya.

Para remaja atau pemuda-pemudi harapan bangsa ikhlas untuk tidak menuruti selera hawa nafsunya. Padahal gelora jiwa mudanya bisa saja setiap saat  meledakkan seluruh dinding-dinding keyakinannya. Tetapi mereka rela kesempatan menikmati masa remajanya yang penuh hura-hura itu berlalu. Mereka lebih memilih menanam benih-benih keyakinannya, untuk menumbuhkan kemurnian cintanya kepada sang pemilik dari segala keindahan. Hasilnya, cintanya yang masih suci itu tidak bisa dengan mudah mereka serahkan kepada siapa saja yang akan memalingkan hatinya dari kekasihnya. Segala gemerlap kebendaan yang indah-indah juga tidak akan mungkin sanggup menawan dan merebut hatinya. Mereka akan terus berusaha menumbuhkan dan memupuk cintanya, sampai mereka berhasil menemukan puncak dari segala puncak kenikmatan.

Para wanita-wanita muda yang menawan dan baik hatinya. Kadang harus rela dan ikhlas menunggu beberapa lama, sebelum jodoh yang benar-benar diinginkannya telah mendatanginya. Mereka tidak pernah berburuk sangka kepada Tuhannya dan kepada siapa saja. Baginya, cinta kepada Tuhannya adalah yang paling berharga dan tidak akan mungkin  bisa digadaikan dengan hasrat dan keinginan yang sifatnya sementara. Mereka tidak akan mungkin melepaskan rasa cintanya hanya demi kesenangan yang belum tentu mereka bisa rasakan selamanya. Mereka akan terus menjaga keutuhan hatinya agar tidak terbelah dan terpecah sehingga bisa mengurangi sedikit saja kesuciannya. Bagi mereka, sekedar mengingat nama-Nya saja sudah mendatangkan ketentraman yang tiada tara. Belum lagi, ketika bisa bermunajah bersama-Nya di tengah keheningan mustajabah pada akhir malam-Nya yang indah.

Hidup manusia amat bergantung dari cinta dan belas kasihan Tuhan-Nya. Adanya alam semesta beserta seluruh isinya adalah bukti cinta Allah swt kepada semua manusia. Oleh karenanya, seharusnya semua pergaulan dan hubungan antar sesama selayaknya dilandaskan pada cinta. Sehingga apa saja yang diperbuat manusia akan berbuah menjadi jalinan kasih sayang yang indah. Tidak ada yang merasa terpaksa dan tidak ada juga yang merasa memaksa. Semua berjalan sesuai dengan tatanan dan arahan kesadaran. Masing-masing menempati tempat dan kedudukannya sesuai dengan peran yang ada dalam dirinya. Semua akan berjalan seirirng dan seimbang dalam sebuah rangkaian indah yang menentramkan.

Para petani di pedesaan dengan segala kebesaran hatinya menerima dengan ikhlas pekerjaan yang disandangnya. Berbalut lumpur sawah beserta segala ketidaknyamanannya, tetap sabar dan tanpa henti melayani kebutuhan pokok masyarakat seluruh negeri. Kehidupan apa adanya yang jauh dari suasana mewah, diterimanya sebagai wujud dari rasa syukur kepada Tuhannya, atas tanahnya yang menghasilkan  panen segala tanaman pangan yang melimpah. Penghasilannya yang kadang jauh dari mencukupi kebutuhan hidupnya, tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus berkarya. Tidak pernah terbersit dalam hatinya perasaan gundah akan statusnya yang kadang masih dianggap oleh sebagian orang sebagai yang yang kedua.

Para karyawan, pegawai, wiraswastawan dan para pekerja keras lainnya yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk berbuat yang terbaik. Rendahnya imbalan jasa yang diterimanya tidak menyurutkan niatnya untuk terus bekerja. Meskipun kadang dilakukannya dengan agak terpaksa tetapi pada akhirnya mereka menikmatinya. Himpitan kebutuhan sehari-hari tidak menghalanginya untuk tetap bersyukur terhadap apa yang diterimanya. Dengan ikhlas mereka menempati posisinya masing-masing tanpa perasaan dengki yang mendendam di hatinya.

Para penganjur dan para penyeru kebaikan yang tetap terus bertahan dalam setiap keadaan. Perubahan kearah kebaikan dari seseorang dan masyarakatnya menjadi sesuatu yang sangat berharga dan yang selalu mereka dambahkan. Mereka tidak menyisakan sedikitpun semua kepemilikan dari harta, waktunya dan apa yang dimilikinya kecuali untuk kebaikan. Kadang mereka juga harus mengorbankan sesuatu yang sangat dicintainya demi baktinya kepada Tuhannya. Seluruh yang dimiliki diabadikannya sebagai tanda bukti  kepasrahan dan cintanya kepada yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana

Tidak ada keindahan hidup tanpa adanya pengorbanan dan kesabaran didalamnya. Kenikmatan yang diraih pasti adalah buah dari perjuangan yang dilakukannya sekian lama. 

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Mencari Kesenangan Berubah Saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: