Mencari Kesenangan

Mei 5, 2008 at 2:44 am Tinggalkan komentar

Apa sesungguhnya yang dicari dalam kehidupan? Pertanyaan itulah yang sering kita dengarkan. Sebuah pertanyaan yang bisa saja  jawabannya sulit atau juga mudah. Dan pasti setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Diantara  sebagian orang mungkin akan menjawab bahwa hidup ini untuk mencari kesenangan dan kenikmatan. Caranya adalah dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Sehingga kalau sudah menjadi kaya, maka enaklah hidupnya, semuanya serba ada.

Maka berusahalah dia untuk dapat memiliki kekayaan yang diinginkan. Dan untuk mewujudkan , ia harus bekerja keras tanpa mengenal lelah. Semua waktunya hanya digunakan untuk kepentingan kerja. Tidak peduli lagi apakah dia harus sampai larut malam. Berkat dari usaha kerasnya, iapun  mendapatkan apa yang dicarinya. Iapun berhasil menempati sebuah posisi penting yang bisa menghasilkan banyak uang. Segala fasilitas kehidupan yang dibutuhkan bisa dibelinya dengan mudah. Rumah dengan segala kelengkapan fasilitasnya berhasil ia dapatkan. Begitu juga tempat-tempat usaha penghasil uang  yang baru berhasil ia kembangkan.

Ketika semua fasilitas dan kekayaan sudah ia dapatkan, apakah ia sudah senang dengan apa-apa yang dimilikinya? apakah ia sudah puas dengan apa yang sudah didapatkannya? Atau apa ada yang lainnya yang diinginkan selanjutnya? Jawabannya mungkin juga beragam. Tetapi yang pasti sebagian besarnya pasti mengatakan bahwa ian belum puas dengan yang didapatkannya. Ia akan berusaha untuk mengembangannya lagi, dengan demikian ia akan  mendapatkan income  yang lebih besar lagi.

 Mungkin ia akan melihat dirinya belum seberapa bila dibandingkan dengan orang lain yang lebih kaya. Kekayaan dia belum seberapa kalau dibandingkan dengan daftar orang-orang terkaya yang ada. Segala fasilitas yang dimilikinya belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang dimiliki orang-orang terkaya tersebut. Ia  belum merasa puas dengan apa-apa yang didapatkannya sekarang. Ia masih merasa bahwa hartanya masih sedikit atau kurang dibandingkan dengan yang lain. Iapun belum merasa senang kalau dirinya belum bisa menembus deretan daftar orang terkaya.Akhirnya ia mungkin akan  semakin keras membanting tulangnya. Seluruh kemampuan dan waktunya kemungkinan akan digunakannya untuk mengejar seluruh obsesinya.  Sehingga kemungkinan ia akan banyak kehilangan waktu untuk bersantai-santai. Begitulah seterusnya yang kemungkinan tidak akan ada ujungnya.

Pahadal mengejar kepuasan akan harta memang tidak akan ada habisnya. Kalau perasaan kurang puas masih terus-menerus dituruti, ia akan menjadi ganjalan dalam hati. Akibatnya ia akan sulit memperoleh ketenangan dan ketentraman. Setiap harinya akan terus menerus dikejar-kejar oleh ambisi dan obsesinya. Kenyamanan tinggal di rumah mewah dengan sejumlah kendaraan mewah dan fasilitas mewah yang lain yang mestinya ia nikmati kadang terlewatkan untuk dirasakan. 

Bagi yang bekerja keras memburu harta dan kemudian  mendapatkan apa yang diinginkannya mungkin agak lebih beruntung. Tapi bagi yang sudah bekerja sangat keras tetapi tidak mendapatkan yang dicarinya, maka hal ini akan merupakan sebuah ironis dan siksaan. Disamping ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya, ia juga akan menderita karena kesenangan hidup menjauh darinya. Apalagi hal itu kemudian menyebabkan ia semakin jauh dari Tuhannya. Maka ia akan mendapatkan kesengsaraan hidup dunia dan akhiratnya.

Agama Islam berpandangan bahwa kehidupan ini tujuannya tidak melulu hanya mencari dan memburu kesenangan dunia saja. Kesenangan itu hanya merupakan sebagian dari dinamika kehidupan. Karena kenyataannya tidak mungkin seluruh bagian kehidupan hanya berisi kesenangan. Ada saat-saat bahagia, ada juga saat-saat menderita. Bahkan seseorang itu baru bisa dikatakan berhasil dan mendapat kesenangan kalau sebelumnya dia dalam kesusahan atau penderitaan.

Setiap orang bisa saja mencari dan mendapatkan kekayaan yang melimpah. Tetapi ia tak boleh mengharapkan terlalu berlebihan mendapatkan kesenangan darinya. Karena kesenangan atau kebahagian yang sejati itu tidak hanya berasal dari banyak atau sedikitnya harta yang dimilikinya. Ia bisa dimiliki oleh siapapun asalkan ia mau berusaha dengan sekuat tenaga  menemukannya.

Kebahagian sejati hanya ada dalam hati. Ia bisa saja bersemayam pada hati para pemilik rumah-rumah mewah. Ia juga bisa bersemayam di hati para penghuni rumah-rumah sederhana. Kebahgiaan sejati itu hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang ikhlash dalam mengadi kepada Ilahi. Kebahagian sejati akan didapatkan oleh siapa saja yang selalu bersyukur terhadap apa saja yang diterimanya dan bersabar terhadap apa saja yang menimpahnya. Kebahahagian sejati akan dapat diraih ketika seluruh tambatan hati hanya diserahkan kepada yang Maha Suci.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Rindu Tanah Suci-6: Untaian Do’a-Do’a Menikmati Indahnya Keikhlasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: