Saatnya Saling Memberi

April 30, 2008 at 9:57 am Tinggalkan komentar

Siapapun akan merasa senang ketika menerima pemberian sesuatu dari orang lain. Apakah itu berupa hadiah barang-barang yang sifatnya berharga atau hanya sekedar ucapan Salam. Mulai dari anak-anak sampai orang tua akan akan merasa senang menerima hadiah. Bagi yang miskin akan merasa senang ketika menerima barang-barang pemberian yang dibutuhkannya. Bagi yang kaya dan punya jabatan akan gembira apabila ada orang yang memberinya perhatian dan dukungan.

Memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain pada hakekatnya adalah ungkapan perasaan cinta kita kepada sesama. Ketika ada seseorang yang merasakan kebahagiaan dengan ungkapan kata cinta seseorang kepadanya. Maka akan semakin bahagia lagi hati seseorang ketika ucapan cinta itu dibarengi dengan pemberian kenang-kenangan berupa barang. Seseorang akan merasakan sebuah kenangan yang sangat mendalam ketika menerima benda berharga dari yang mengasihinya.

Ada yang mengatakan bahwa bahasa perbuatan itu lebih fasih dan bermakna daripada bahasa yang keluar dari lisan. Kadang bahasa perbuatan lebih bisa dirasakan daripada hanya sekedar ucapan kata-kata. Karena kemungkinan bahasa perbuatan merupakan tindakan nyata penyelesaian masalah. Memang, kadang ada tipe orang-orang yang tidak suka banyak mendengar janji dan kata-kata.

Suka memberi merupakan akhlaq yang mulia dan terpuji. Sebuah sifat yang senantiasa melekat pada pribadi para Rasul dan para Nabi. Bahkan Rasulullah saw sang panutan kita adalah orang paling pemurah diantara semua manusia. Suka memberi juga merupakan salah satu gambaran dari sifat Allah swt “Arrahman” dan “Arrahim”. Yang maha Pengasih dan Yang maha Penyayang. Perjalanan hidup orang-orang pilihan dan mulia, yang pernah tercatat dengan tinta emas dalam lembar-lembar sejarah, semuanya dikenal sebagai para dermawan yang pemurah. Mereka bahkan ada yang membelanjakan seluruh hartanya demi untuk bisa menyantuni sesamanya.

Orang yang mempunyai kegemaran memberi akan dicintai manusia dan juga dicintai Tuhannya. Ia akan dengan mudah mendekati dan merebut hati siapa saja. Siapapun yang telah menerima pemberiannya pasti akan merasa berhutang budi dan bertekad untuk membalasnya. Sebuah pemberian akan mampu menggugah kesadaran untuk saling memperhatikan. Empati kita kepada orang lain akan mendatangkan simpatinya kepada kita. Pemberian kita akan merubah permusuhan menjadi persahabatan dan juga merubah kebencian menjadi kasih sayang.

Memberikan sebagian harta atau barang yang kita miliki kepada yang membutuhkannya merupakan akhlaq mulia. Sedekah yang kita lakukan disamping akan menambah harta kita, juga akan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit terutama penyakit hati.Tetapi kalau kita tidak mempunyai harta, kita masih bisa memberi dengan bentuk yang lain. Kebutuhan seseorang tidak melulu meliputi materi. Kita mempunyai banyak sekali potensi yang bisa disumbangkan untuk kebaikan sesama. Kekuatan tenaga, sumbangan fikiran dan curahan waktu akan menjadi sangat berarti bagi yang membutuhkannya.

Masih banyak manusia disekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Segala kelebihan yang kita miliki masih sangat berharga bagi yang berhak menerimanya. Mereka yang masih berkutat dibawah garis kemiskinan selalu menunggu uluran perhatian kita. Mereka yang masih berada dibawah standar dalam hal ilmu dan pengetahuan akan merasa senang apabila diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Bagi mereka-mereka yang kurang mendapat perhatian, akan merasa bangga apabila mendapati dari kita sikap ramah dan senyuman kasih sayang .

Alangkah indahnya kehidupan ini jika setiap kita mempunyai jiwa pemberi. Alangkah hangatnya hubungan dengan sesama jika diantara kita berlomba-lomba berbagi kasih dan saling memberi. Pasti akan terjadi hubungan yang semakin bergairah. Pasti segala permasalahan yang ada akan bisa diselesaikan dengan mudah. Pasti segala kesulitan yang menghadang akan dengan cepat mendapat pemecahan. Andaikan diantara kita berlomba untuk saling memberi, pasti tidak dimungkinkan terjadinya perpecahan dan permusuhan. Andaikan masing-masing dari kita selalu berusaha untuk saling memberi, pasti antar kita akan saling mencintai.

Lain lagi kalau diantara kita sukanya hanya saling menuntut dan meminta. Yang merasa diatas selalu menuntut yang di bawahnya dan begitu juga sebaliknya. Semuanya saling ingin mendahulukan hak-haknya. Kalau kondisi ini yang terjadi, maka akan susah untuk saling bisa menghormati dan menghargai. Karena masing-masing akan mengejar kepentingannya sendiri-sendiri tanpa mengindahkan untuk saling bertoleransi. Akhirnya saling membenci menjadi sulit untuk dihindari.

Cita-cita yang besar hanya akan bisa diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki jiwa besar. Kebesaran jiwa seseorang akan banyak ditentukan oleh sejauh mana kekuatan dan kesabarannya untuk memberikan segala yang dimilikinya demi sebuah perubahan.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Menjadi Politisi Rindu Tanah Suci-6: Untaian Do’a-Do’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: