Menemukan Pasangan

April 26, 2008 at 9:04 am Tinggalkan komentar

Membangun keluarga pada hakekatnya adalah membangun bangsa, karena keluarga merupakan aset bangsa. Bangsa yang makmur biasanya selalu ditandai dengan adanya keluarga-keluarga yang sejahtera. Keluarga yang sejahtera dan kuat banyak ditentukan oleh sejauh mana persiapan dan kesungguhan dalam membangunnya. Layaknya membangun sebuah bangunan, membangun keluarga atau rumah tangga juga membutuhkan material-material yang pilihan.

Menentukan atau memilih Suami atau istri pilihan merupakan tahap yang paling penting dalam pembangunan rumah tangga. Karena Ia sama halnya dengan menentukan landasan utama tempat dimana bangunan rumah tangga akan didirikan. Salah dalam menentukan pilihan akan menyebabkan kegoncangan yang berkepanjangan. Sebaliknya tepat dalam memutuskan pilihan akan membawa kebahagiaan yang tidak akan berkesudahan.

Setiap orang bebas menentukan kriteria bangunan seperti apa yang dikehendakinya. Tetapi semua orang tentu tidak menghendaki bangunan yang didirikannya akan mudah goyah dan gampang rapuh serta tidak tahan dengan tuntutan usia. Setiap orang pasti menginginkan bisa mendirikan bangunan yang kuat dan indah, tidak mudah digoncang oleh badai dan bisa bertahan kokoh dalam waktu lama. Pasti setiap orang menginginkan memiliki institusi keluarga yang kuat dan sejahtera yang mampu memberikan ketentraman dan kebahagiaan bagi segenap anggota keluarganya.

Sekarang ini banyak kecenderungan yang salah jalan dalam menentukan dan memilih pasangan. Banyak kaum muda-mudi yang terburu-buru ketemu dengan pasangannya tanpa didasari pemikiran dan perencanaan yang matang. Yang pada akhirnya bertemunya mereka hanya untuk tujuan mencari kesenangan saja. Waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hanya digunakan memanjakan keinginan masing-masing tanpa ada batas dan kepastian. Uang juga dihambur-hamburkan dengan tidak jelas tujuan yang akan didapatkan. Maka giliran ketika kesenangan yang didapatkannya semakin berkuran atau bahkan habis, keduanya cenderung akan saling meninggalkan. Sementara energinya telah terkuras habis dengan sia-sia.

Ketertarikan pada kecantikan atau ketampanan sering melupakan seseorang untuk berfikir panjang. Sangat sulit untuk bisa mengontrol perasaan ketika keduanya telah menemukan kesesuaian. Hari-hari yang dilewatinya kemungkinan akan berlalu tanpa bisa menghasilkan sesuatu berarti dalam kehidupan. Bayangan dan khayalan akan menjadi sesuatu yang sulit dipisahkan dalam kenyataan. Cenderung lupa segalanya akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya dan siap merenggut kehormatannya kapan saja.

Semestinya ketika seseorang menentukan pasangan, seseorang tidak hanya mengandalkan perasaannya saja. Ada banyak hal yang perlu juga dijadikan bahan pertimbangan. Karena ini adalah mungkin sekali saja sepanjang kehidupan. Sehingga seseorang semestinya tidak dengan mudah saja menjatuhkan pilihannya. Dia semestinya menjatuhkan pilihannya hanya pada yang paling bagus dan yang paling berkwalitas. Dan dalam hal ini, biasanya dia tidak akan bisa tenemukan di sembarang tempat atau keadaan. Karena, kalau diumpamakan seperti barang, barang-barang yang berkwalitas dan berkelas tidak dengan mudah ditemukan disembarangan tempat.

Ketampanan atau kecantikan merupakan salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan. Tetapi kadang pertimbangan ini begitu mendominasi sehingga mengalahkan pertimbangan-pertimbangan yang lainnya. Sehingga tanpa berfikir panjang mereka berani menuju pelaminan. Mereka lupa memikirkan persiapan apa saja yang harus dilakukan nanti setelah menjadi suami atau menjadi istri. Atau persiapan apa saja yang harus ada ketika nanti mereka menjadi ibu dan ayah. Padahal persiapan itu harus ada dan harus punya. Sebab kalau sudah berumah tangga kesiapan itu menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Melihat kekayaan, keturunan (nasab) dan keimanannya menjadi sangat penting disamping memperhatikan faktor kecantikan atau ketampanan. Sebab hidup berduaan membangun pernikahan akan memakan waktu yang cukup panjang. Akan ada saat-saat yang menyenangkan. Ada pula saat yang menyedihkan. Biasanya, pasangan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan akan lebih siap menghadapi kondisi yang lapang dan kondisi goncang. Mereka biasanya akan lebih bisa bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan dan akan lebih tabah menerima semua musibah yang menimpahnya. Pria atau wanita yang beriman akan lebih bisa menghormati atau menghargai pasangannya daripada mereka-mereka yang tipis keimanannya.

Memilih pasangan yang kuat agamanya memang banyak menguntungkan. Apalagi dia juga memiliki kelebihan yang lainnya misalnya fisiknya menawan, berasal dari keturunan orang terhormat dan kaya lagi. Tetapi yang jelas pasangan kita sudah ada. Kita telah diciptakan-Nya berpasang-pasang. Kita akan mendapatkan pasangan sesuai dengan yang kita inginkan. Kapan kita menemukannya? Semua bergantung kepada kesungguhan dan usaha keras kita.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Ketika Waktu Berlalu Mengalir Seperti Air

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: