Ketika Waktu Berlalu

April 24, 2008 at 4:45 am Tinggalkan komentar

Ternyata sekarang sudah banyak berubah. Demikian kebanyakan ucapan orang-orang tua kepada kita yang muda-muda. Sebagiannya mungkin mengatakan, yang dulu-dulu itu tidak ada, sekarang malah menjadi lumrah. Yang dulu ini sangat digemari, sekarang malah susah dicari. Dulu itu tidak pernah terpikirkan, malah sekarang menjadi kenyataan. Kayaknya banyak sekali perubahan yang terjadi, katanya.

 Ternyata semuanya sudah berubah. Waktu demi waktu  telah dijalani sekian lama tanpa terasa. Ternyata, kita sudah bukan kanak-kanak lagi, katanya. Sekarang kita sudah dewasa. Tapi kenangan masa-masa remaja kok susah menghapusnya. Kadang kalau ada kawan sepermainan datang, rasanya semua kenangan yang dilakukan kembali dihadapan. Tidak terasa masa itu sudah berlalu, ketika telah berpisah dengannya,  yang ada sekarang tinggallah perubahan.

Perjalanan waktu memang tidak akan mengenal berhenti dan akan terus merubah hari demi hari. Meskipun bentuk matahari yang menyinari bumi sama dari masa kemasa, tetapi yang disinarinya terus berubah sepanjang masa. Mungkin Yang ada di permukaan bumi seribu tahun yang lalu  akan jauh berbeda dengan yang ada sekarang ini. Orang-orangnya sudah berubah. Kehidupannya, rumah-rumahnya, alat transportasinya. Semuanya mungkin sudah berubah.

 Memang jarang sekali yang memikirkan waktu yang telah berlalu. Biasanya yang banyak dipikirkan adalah yang dihadapinya sekarang dan yang akan datang. Padahal mengenang masa lalu penting juga. Disamping untuk mensyukuri terhadap apa yang telah diraih, juga untuk melihat apa saja yang kurang dalam perjalanan kehidupan. Melihat masa lalu juga penting dalam merencanakan perubahan-perubahan yang diperlukan agar keadaannya lebih baik di masa mendatang.

Bagi yang di masa lalu telah menorehkan catatan kebaikan bagi kehidupan, maka ia bisa meningkatkannya di hari-hari kedepan. Kalau kebaikan selama ini manfaatnya hanya untuk kalangan masyarakat atau golongan tertentu. Maka ia harus bisa berubah agar kebaikannya bisa dimanfaatkan oleh yang diluar masyarakat atau golongan tertentu. Meskipun untuk melakukan perubahan itu membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit jumlahnya.

Bagi yang sudah berhasil menaklukkan diri sendiri dan berhasil memaksa dirinya untuk tidak berbuat destruktif. Kemudian ia juga berhasil membiasakan dirinya untuk melakukan perbuatan yang baik dan konstruktif. Dan ia juga telah merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam melakukannya. Maka sudah selayaknya ia berubah di hari-hari yang akan datang. Kenikmatan yang ia rasakan harus juga bisa dinikmati keluarga dan teman-temannya. Ia harus berubah dan berusaha menjadikan dirinya sebagai penunjuk jalan bagi yang membutuhkan bimbingan.

Bagi yang di masa lalu belum menorehkan catatan kebaikan yang memuaskan. Di hari-hari kedepan masih ada waktu yang cukup panjang. Masih terbuka lebar kesempatan untuk bisa menyalip mereka-mereka yang telah berangkat duluan. Kita semua mempunyai kemampuan yang masing-masing bisa diunggulkan. Kita masih bisa melejit dengan kekuatan yang masih kita belum kita keluarkan. Yakinlah, bahwa semuanya bisa kita dapatkan asalkan kita tidak pernah menyerah dengan kegagalan.

Karena tabiat kehidupan adalah berubah, maka kita juga harus bisa berubah. Karena kalau tidak mau berubah akan ia melawan kodrat-Nya. Berubah untuk memberikan yang terbaik dalam kehidupannya adalah tabiat alam yang ada diseputaran kita. Lihat saja, bakal pohon pisang yang kecil yang dipisahkan dan ditanam menjauhi induknya. Ia akan berubah menjadi besar dalam waktu sekian lama kemudian berbuah. Pohon pisang itu akan mati setelah buahnya ditebang dan dimanfaatkan oleh manusia. Begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan yang lainnya.

Semestinya kita bisa meniru falsafah pohon-pohonan yang buahnya bermanfaat untuk manusia. Pohon itu tumbuh, berubah dan berbuah. Banyak orang yang telah merasakan manfaat keberadaannya. Banyak orang yang kemudian menjadi sehat dengan mengkonsumsi buah-buahannya. Keberadaanya tidak merepotkan, malah bisa menambah keindahan dan kesejukan. Sepanjang musim usianya dibaktikan untuk melayani kecukupan kebutuhan manusia. Burung-burungpun senang berkicau dan beterbangan diatas dahannya. Kita dan segala hewanpun merasa sangat senang berteduh dibawah kerindangan daun-daunnya.

Karya kita adalah buah kita, sekecil apapun adanya. Kita bisa melakukannya kalau kita menghendakinya. Sebaik-baik kita adalah sebaik-baik yang memberi manfaat kepada sesama manusia.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Di Keheningan Malam Menemukan Pasangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: