Mahalnya Sebuah Kesetiaan

April 22, 2008 at 7:02 am Tinggalkan komentar

Memiliki sebuah keluarga yang ideal dan harmonis menjadi impian siapa saja. Memiliki seorang suami atau istri yang mengerti segala hak dan wajibannya, pandai dalam menghargai serta bijaksana dalam tindakannya adalah impian bagi yang mendambahkan. Memiliki anak-anak yang patuh dan menghormati kedua orangtuanya, serta mengerti tanggung-jawabnya merupakan harapan yang tidak berlebihan dari setiap orang tua. Sebuah keluarga yang merasa cukup dengan rizqi yang didapatkannya.Oh.. Alangkah bahagianya.

Memiliki tetangga, masyarakat, lingkungan dan  teman-teman yang sangat bersahabat adalah impian siapa saja. Memiliki semuanya merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Sahabat-sahabat yang setia adalah sahabat yang sejati yang tidak mudah dicari. Memilikinya bagaikan simpanan yang tidak ada bandingannya. Yaitu seorang sahabat yang bersedia memahami apa saja yang ada dalam diri dan yang kita miliki. Sahabat yang bersedia memberikan apa saja tanpa kita minta dan tidak mengharapkan balasan terhadap apa saja yang telah ia berikan.

Keluarga idaman atau sahabat sejati bisa saja kita miliki dengan mudah, asal kita mau bersungguh-sungguh mengupayakannya. Kita semua memiliki segudang potensi untuk meraih apa saja yang kita inginkan. Semuanya tergantung dari pilihan hidup yang kita yakini masing-masing. Di sekitar kita masih banyak orang-orang yang baik. Masih sangat banyak jumlahnya orang-orang yang siap membagi kegembiraan dan kesusahan bersama-sama kita.

Kalau kita benar-benar menginginkannya dari sekarangpun kita bisa melakukannya. Berusahalah berlapang dada untuk menerima mereka apa adanya. Bersabarlah atas segala kekurangannya dan bersyukurlah atas segala kelebihannya.  Berlatilah untuk bisa  saling memberikan kebaikan dan kasih sayang dengan penuh ketulusan dan kesucian. Berusahalah untuk saling mempercayai dan terbuka terhadap setiap masalah yang dihadapi. Berusahalah untuk tetap setia dalam keadaan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam menghargai setiap pemberiannya.

Di zaman yang serba meterialistis seperti sekarang ini, banyak yang mengatakan tidak mudah membangun sebuah kebersamaan yang abadi. Setiap tindakan kadang banyak disandarkan kepada kepentingan untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga yang terjadi, meminjam istilah di dunia politik, tidak ada kebersamaan yang abadi. Yang ada adalah kepentingan abadi. Sepanjang masih saling menguntungkan, maka kebersamaan akan tetap dipertahankan. Sebaliknya kalau dirasa tidak lagi terasa manfaatnya, maka iapun akan dikesampingkan. Sehingga banyak yang mengatakan betapa sulitnya membangun sebuah kesetiaan.

Banyaknya kasus-kasus perselingkuhan, kasus bergonta-ganti teman atau pasangan, juga kasus korupsi dan nepotisme sebagian besar membenarkan adanya watak saling mengambil keuntungan. Demi kepentingan dan kesenangan sesaat, mereka rela mengorbankan kehormatan yang mestinya harus tetap dipertahankan. Demi untuk mendapatkan sejumlah uang, mereka tega mengkhianati janji setia yang pernah diucapkannya. Kesetian bisa dengan mudah pindah kemana saja dan kapan saja ketika ada yang dianggap lebih mendatangkan keuntungkan padanya.

Berapa banyak mahligai rumah tangga yang dibangun dengan susah payah menjadi berantakan, gara-gara suami atau istri mulai tertarik kepada yang lainnya. Betapa banyak para remaja yang menjadi redup masa depannya gara-gara mereka telah memberikan kesetiannya kepada yang tidak berhak menerimanya. Dan berapa banyak wanita yang telah tertipu oleh janji-janji palsu gara-gara mereka tidak bijaksana dan tergesa-gesa dengan mudah menyerahkan kesetiaannya.

Itulah mungkin akibatnya kalau sebuah kesetiaan dibangun hanya dengan mengandalkan hal-hal yang sifatnya kebendaan.Karena yang namanya benda atau fisik tidak ada yang bertahan selamanya. Karena tabiat sebuah benda itu biasanya zat-nya bisa berubah atau bisa hilang sama sekali. Sebuah kesetiaan yang hanya dibangun diatas tumpukan uang semata, maka kesetiaan tidak akan bertahan lama. Sebuah kesetiaan yang hanya dibangun diatas ketertarikan fisik semata, ketika ada selainnya yang lebih menarik secara fisik, maka ia akan dengan mudah mengalihkan kesetiaannya.

Bangunlan segala sesuatu dengan landasan ibadah termasuk membangun komitmen atau kesetiaan. Karena sesuatu yang dibangun diatas landasan ibadah akan kekal selama-lamanya. Anda akan menemukannya dengan mudah orang-orangnya kalau anda telah menjadi orang sepertinya. Merekalah orang-orang yang dengan tulus akan menerima anda apa adanya.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Ketika Cinta Menggelora Di Keheningan Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: