Ketika Cinta Menggelora

April 21, 2008 at 7:09 am Tinggalkan komentar

Banyak orang yang terpesona ketika membaca novel atau menyaksikan film Ayat-Ayat Cinta. Novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Sirazi itu telah membetot perhatian jutaan kaum muda baik di kota maupun di desa. Novel dan film yang mengisahkan potret pergaulan dan percintaan anak muda itu telah membius berbagai kalangan baik dari yang dewasa maupun yang sudah tua. Ada nuansa-nuansa baru yang belum pernah dijumpai dalam kisah-kisah novel sebelumnya, katanya. Ada sentuhan-sentuhan yang lebih ber-etika ketika mengekspresikan sebuah cinta.

Novel “Ayat-Ayat Cinta” begitu digandrungi karena ia berkisah tentang cinta. Ungkapan-ungkapan cinta memang bisa menyentuh siapa saja. Karena semua dari kita memilikinya. Bahkan ia merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Seolah-olah kehidupan ini tidak bisa berjalan tanpa adanya cinta. Semua yang tampak di depan mata tidak akan banyak berguna apabila cinta telah terlewatkan dari kehidupannya.

Dinamika kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari cinta. Dan tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkannya. Orang tua membutuhkan cinta anak-anaknya, dan sebaliknya anak-anak membutuhkan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya. Para pemimpin membutuhkan cinta dan dukungan rakyatnya dan para rakyatpun membutuhkan uluran cinta para pemimpinnya. Demikian juga para laki-laki membutuhkan cintanya perempuan dan perempuan juga akan merasa sangat terpuji bila ada yang mencintai.

Siapapun pasti mengenal cinta. Bila sedang menggelora, ia akan merasakan puncak keindahannya. Sebuah keindahan yang teramat sulit dilukiskan dengan barisan kata-kata. Begitu damai dan menyenangkan. Rasa bahagianya yang menyala-nyala bisa membakar semua rintangan yang menghadang. Rasa rindu yang menggebu-gebu mengetuk semua pintu untuk segera bertemu. Rasa sayang yang terlalu dalam akan menerbangkannya sampai ketempat tujuan.

Siapa saja akan merasakan kedamaian ketika berdekatan. Segalanya akan terasa sangat mengesankan dan terukir dalam setiap lembaran kenangan. Segalanya akan tampak sebagai sebuah kesempurnaan yang mengagumkan. Kesempurnaan yang tidak akan bisa hilang meskipun harus melewati perjalanan masa-masa yang sangat panjang. Kesempurnaan yang mampu menawan sukma dan memenjara jiwa. Menuruti perintahnya akan mendatangkan kebahagiaan yang tiada tara.

Kekasih hati pantang untuk menyakiti. Selalu membuatnya senang adalah impian yang tak berkesudahan. Bisa membuatnya bangga adalah cita-cita yang tidak akan pernah punah kapan saja. Berjuang dan berkorban menempuh rintangan adalah tuntutan yang harus dikerjakan. Memberikan kepadanya yang terbaik adalah pilihan persembahan yang diutamakan.

Cinta Ilahi Rabbi adalah cinta sejati. Yang harus bersemayam dan terpendam jauh di lubuk sanubari. Cinta kepada Tuhannya semestinya harus diatas segala-galanya. Karena Dia telah mencukupi segala keperluannya.Karena Keagungan-Nya tidak pernah berkurang sepanjang masa. Kasih sayang-Nya tidak pernah terputus sepanjang tarikan nafasnya. Cinta-Nya akan diberikan kepada siapa saja yang mengharapkan-Nya.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Rindu Tanah Suci-5: Sebuah Penghargaan Mahalnya Sebuah Kesetiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: