Menjaga Keharmonisan

April 18, 2008 at 3:37 am Tinggalkan komentar

Teman-teman yang pernah berkunjung ke luar negeri semacam Jepang atau Singapura sering menceritakan pengalaman-pengalaman menarik selama perjalanannya. Yang paling sering diceritakannya adalah soal kebersihan kota-kotanya, kedisiplinannya dan keteraturannya disamping keindahannya. Teman itu mengekpresikan kekagumannya soal budaya keteraturan dan ketaatan warga terhadap seluruh aturan yang berlaku sehingga kehidupan menjadi sangat nyaman dan seluruh  hak-hak warganya terlindungi. Seakan kehidupan lebih tertata dan rapi.

Banyak sudah orang-orang yang bicara soal pentingnya aturan dan ketertiban. Dan bisa dipastikan bahwa semua orang menyukai keteraturan dan ketertiban serta hak-haknya terjamin dan terlindungi. Itulah naluri atau fitrah yang di bawah setiap makhluk ini sejak  ia diadakan atau dilahirkan. Keteraturan dan ketertiban adalah tabiat kehidupan. Semua benda yang ada di jagat raya ini semuanya berjalan dengan tertib dan teratur. Dari yang paling kecil sampai yang paling besar hidupnya berjalan sesuai dengan aturan. Dan ini berlangsung dari dulu sampai sekarang. Kalau ada satu saja yang menyalahi atau keluar dari aturan pasti menyebabkan kehidupan menjadi goncang.

Lihatlah saja matahari yang berperan sangat besar dalam menyuplai sumber energi bagi kehidupan. Sudah berapa juta tahun beliaunya tertib dan teratur muncul di pagi hari dan terbenam di penghujungnya. Begitu juga saudaranya yang lain yaitu bulan. Sudah berapa puluh milyar manusia yang menikmati keindahan purnamanya yang selalu  datang di pertengahan penanggalan. Semua orangpun jadi bisa mengatur jadwal kegiatannya karena adanya keteraturan perputarannya.

Hewan-hewan juga demikian adanya. Ayam yang berkokok di penghujung malam menandakan dimulainya kehidupan. Di awal paginya, tidak ketinggalan burung-burung ikut berkicauan diatas pepohonan untuk menyambut datangnya hari dengan penuh keceriaan. Mulai dari dulu sampai sekarang tidak pernah sekalipun ayam itu lupa berkokok di dini hari menjelang pagi. Dan begitu juga burung, tidak pernah sekali saja, beliau absent untuk memperdengarkan kelebihan suaranya yang merdu disaat-saat kita hendak menuju ke tempat bekerja.

Kalau kita berkunjung ke persawahan atau perkebunan tentu kita akan merasakan adanya kesejukan dan keindahan disana. Hamparan tanaman dan pepohonan tampak serasi dan kompak bergoyang dan melambai-lambai diterpa angin pegunungan. Tenteram dan lega rasanya saat menikmatinya. Pemandangan yang hijau ranau itu ternyata terjadi karena ada keteraturan dan ketertiban dalam penanaman dan pemeliharaan. Salah tanam atau salah dalam pemeliharaan akan menyebabkan tanaman tidak tumbuh sesuai dengan harapan.

Pemenuhan kebutuhan tubuh kita sehari-hari juga harus tertib dan teratur. Makan kita harus teratur, jam istirahat kita juga harus teratur dan yang lain-lain harus juga teratur dan tertib. Kalau kita tidak teratur dan tertib pasti akan menjadi penyebab berbagai gangguan dalam tubuh kita. Intinya teratur dan tertib itu bisa membuat kita sehat. Dan untuk menjadi orang yang sehat itu ternyata gampang. Hidup saja dengan teratur dan tertib.

Manusia yang merupakan makhluk pilihan mempunyai peran yang sangat besar dalam menciptakan keteraturan dan ketertiban di dunia ini. Kalau makhluk lain tidak diberi kemampuan mengembangkan budaya dan aturan, maka manusia diberi ilmu pengetahuan untuk memajukan budaya dan peradaban. Manusia diberi hak untuk mengelolah seluruh aspek kehidupan agar mampu mencapai kemakmuran yang diinginkan. Manusia bisa memanfaatkan apa saja asal tetap memperhatikan prinsip-prinsip keteraturan dan ketertiban. Karena kalau tidak, maka akan bisa merusak segalanya.

Manusia adalah satu-satunya makhluk sempurna di dunia ini. Tetapi kesempurnaannya tidak hanya terletak pada penciptaan fisiknya saja. Karena kesempurnaan fisik itu tidak akan berlangsung lama. Ketika manusia telah termakan usia, maka kecantikan dan ketampanannya akan sirna. Kekuatan fikiran dan tubuhnya akan menjadi lemah dan tidak berdaya. Sesungguhnya kesempurnaan manusia amat bergantung pada seberapa banyak waktunya digunakan untuk ibadah. Beribadah adalah sesuatu yang melekat dalam diri manusia sejak ia diciptakan-Nya. Jadi ia sama melekatnya seperti kebutuhan tubuh kita sehari-hari.

Menjaga keharmonisan diantara semua yang melekat dalam diri kita dan alam sekitarnya akan menjadikan kesempurnaan semakin bertambah. Keteraturan dan ketertiban kita dalam beribadah bisa berimbas pada ketaatan kita akan aturan dan tata tertib yang ada. Menjaga keharmonisan antara pemenuhan kebutuhan jasad dan kebutuhan rohani menjadikan hidup semakin bermakna. Kalau hewan-hewan saja bisa konsisten menjaga waktu-waktunya untuk tunduk kepada aturan sang Penciptanya. Pasti manusia lebih bisa melakukannya

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Menikahlah …. Rindu Tanah Suci-5: Sebuah Penghargaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: