Menikahlah ….

April 16, 2008 at 5:28 am 1 komentar

Tidak enak memang hidup sendiri, kayaknya ada yang hilang dalam pikiran. Memang tidak ada seorangpun yang berkeinginan untuk hidup sendiri. Bapak kita Adam as saja yang berada di surga tidak mau hidup sendiri. Beliau memerlukan ibunda Hawa untuk menjadi pendamping dan teman hidupnya. Jadilah mereka berdua hidup bahagia di surga.

Mempunyai teman merupakan kebutuhan pokok semua orang. Teman dibutuhkan sepanjang usia masih ada di badan. Contohnya saja, setiap bayi yang dilahirkan ibunya akan merasa nyaman ketika selalu dalam dekapan. Bapak kita yang lanjut usia akan merasa tenang dan bahagia bila yang tercinta selalu ada disampingnya. Seseorang yang susah akan menjadi senang manakala ada teman yang datang menghiburnya.

Keberadaan teman juga dibutuhkan pada saat bahagia dan saat menderita. Kebahagiaan yang diperoleh seseorang akan semakin melimpah-ruah apabila orang-orang terdekat berada disampingnya. Musibah, duka dan nestapa yang menimpahnya akan ringan rasanya ketika seluruh orang tercinta serta teman-temannya tetap mendukung dibelakangnya. Seberat apapun ujian dan cobaan yang diterimanya akan terasa ringan apabila banyak orang yang ikut marasakan dan memberi bantuan.

Karena begitu pentingnya keberadaan teman, semakin banyak teman yang kita miliki akan semakin baiklah hidup kita. Apalagi teman-teman yang kita miliki adalah teman-teman setia. Yang selalu berusaha dan berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Yang selalu melindungi dan membela kita. Yang mencintai dan mengasihi tanpa pamrih dan yang mau menerima kita apa adanya.

            Hakekat teman setia adalah kesamaan visi dan cita-cita meski kadang jalan ditempuhnya berbeda-beda. Hakekat teman setia adalah saling memberi segala kelebihan yang dimiliki, dan saling menerima segala kekurangan yang ada. Teman setia berarti saling mencintai dan memaafkan. Teman setia adalah kesatuan jiwa dan cita-cita.

            Teman setia bisa jadi adalah istri-istri atau suami-suami dan seluruh keluarga kita. Bisa juga mereka adalah kawan-kawan kita di bangku-bangku sekolah atau kuliah. Bisa juga mereka adalah kawan-kawan kita di organisasi atau lembaga. Bisa jadi teman-teman masa kecil dan sepermainan. Atau bisa jadi teman setia kita adalah semua kebaikan yang ada pada diri kita dan semua orang yang sedang memperjuangkannya.

            Istri sholihah atau suami yang sholih adalah teman setia yang abadi. Menikah dengan mereka sama dengan menemukan mutiara yang tidak ternilai harganya. Karena hakikat nikah adalah bersatunya dua jiwa, maka mereka akan menjadi teman-teman setia di dunia dan akhiratnya. Cita-citanya tidak akan dikalahkan oleh perjalanan usia yang dijalaninya. Penghormatan dan cintanya akan terus mengalir sepanjang masa.

            Bagi yang belum menemukan jodohnya. Jangan sedih berputus-asa, tetaplah berusaha dan perbanyak do’a. Jadikan semua kawan disekitar kita menjadi teman setia kita.  Jadikan juga semua amal kebaikan sebagai teman setia kita. Menikahlah dengannya. Satukan jiwa dan perbuatan kita dengannya. Jangan meninggalkannya meskipun sesaat saja. Karena kebaikan-kebaikan kita nantinya akan menjadi penolong pada saat kita membutuhkannya.

Entry filed under: Beranda. Tags: .

Jangan Tergesa-gesa…. Menjaga Keharmonisan

1 Komentar Add your own

  • 1. suyug  |  April 18, 2008 pukul 5:29 am

    Setuju, saya bisa mendapatkan rumah sendiri dan lain-lain setelah menikah. padahal, pendapatan sebelum menikah lebih besar daripada sebelum nikah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: