Sekolah Unggulan

Maret 31, 2008 at 4:22 am Tinggalkan komentar

Menjelang berakhirnya tahun ajaran 2007/2008 dan akan datangnya tahun ajaran baru 2008/2009 banyak menyedot perhatian  sebagian besar orang tua. Maklum diakhir tahun ajaran sekolah, biasanya setiap orang tua yang memiliki anak sekolah yang sudah berada di kelas akhir, pasti disibukkan dalam menghadapi ujian akhir sekolah atau yang biasa dikenal dengan Ujian Nasional. Bagi orang tua yang memilki putra-putri yang telah duduk di kelas B Taman Kanak-Kanak (TK) tentu tidak serepot para orang tua yang memiliki anak yang telah duduk di kelas VI SD. Hal serupa juga dialami oleh para orang tua yang anaknya sudah duduk di bangku kelas III SMP atau kelas III SMA.

Bagi yang memiliki anak-anak yang akan mengakhiri masa sekolahnya di Taman Kanak-Kanak, memang tidak dibebani pikiran akan ketidaklulusan putra-putrinya. Karena biasanya tidak ada anak yang sampai tidak lulus pendidikannya dari TK. Yang menjadi beban terberat bagi orang tua ini adalah mencarikan sekolah yang tepat bagi anak-anaknya setelahnya. Bagi sebagian orang tua yang peduli terhadap dunia pendidikan dan memperhatikan masa depannya anak-anaknya tentu tidaklah mudah untuk menentukan pilihannya. Apalagi si anak adalah anak pertama mereka. Sangat banyak pertimbangan yang dipakai  sebelum ia memutuskannya untuk memilihkan sekolah bagi anak yang tercinta.

Bagi sebagian orang tua yang mampu secara ekonomi tidak akan mempermasalahkan tingginya biaya sekolah, asalkan sekolah bisa memberi jaminan akan keberhasilan anak-anak yang akan dimasukkan. Mereka sangat menyadari bahwa untuk mendapatkan hasil atau kwalitas yang diinginkan, pasti membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mencapainya. Sudah menjadi rahasia uumum, memasuki sekolah-sekolah yang telah mendapatkan “Brand-images” berkwalitas sangat identik dengan mahalnya biaya untuk memasukinya. Dan hal tersebut tidak menjadi maslah  bagi para orang tua yang sangat concern terhadap masa depan  perkembangan putra-putrinya.

Memang setiap orang tua mempunyai alasan yang kuat untuk khawatir atas setiap episode perkembangan anak-anaknya. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini banyak hal-hal negatif yang bisa saja dengan mudah masuk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak-anak. Modernisasi memang sangat membantu dalam memudahkan setiap orang untuk menjalani aktifitas kehidupan. Tetapi dampak-dampak modernisasi harus selalu diwaspadai agar tidak sampai mempengaruhi pembentukan karakter (character-bulding) dan kepribadian anak-anak. Disamping mengejar nilai akademis yang tinggi, wajar kalau para orang tua  mengharapkan setiap putra putrinya selalu memiliki jiwa keagamaan dan jiwa sosial yang tinggi disamping jiwa kemandirian dan tuntutan untuk berprestasi.

Menemukan sekolah yang diinginkan memang tidak mudah. Ukurannya tidak sekedar bentuk bangunan gedung sekolah yang megah dan mewah. Disamping itu adanya fasilitas yang lengkap juga belum tentu menjadi jaminan kwalitas dan mutu sekolah. Kurikulum yang dirancang secara modern dan terkini juga bukan satu-satunya alasan sekolah itu menjadi sekolah unggul dalam prestasi. Semuanya tidak akan banyak berguna tanpa ditunjang dengan adanya SDM (sumber daya manusia) guru yang berkwalitas.

Usia anak-anak yang belajar di Sekolah Dasar (SD) adalah termasuk usia dini yang rata-rata masih lekat dengan figur orang tuanya. Ketika anak-anak ini memasuki bangku sekolah, maka peran guru yang akan menggantikannya. Guru akan menjadi figur sentral kedua setelah orang tuanya. Dia yang akan memerankan segala peran orang tua selama anak-anak berada di sekolah. Segala ucapan dan perbuatan guru akan melekat dalam catatan memory para anak didiknya.

Oleh karenanya, semestinya seorang guru tidak hanya sekedar mengajar dan memahamkan bahan-bahan pelajaran yang telah digariskan dalam kurikulum yang ada. Tetapi mereka juga berkewajiban untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan para siswanya agar menjadi manusia sempurna seperti harapan orang tuanya. Oleh karenanya seorang guru semestinya memiliki watak dan sifat seperti orang tua terhadap putra-putrinya di depan para siswanya.

Karena guru merupakan kepanjangan peran dan harapan para orang tua di sekolah. Maka dalam memilih sekolah setiap orang tua semestinya lebih memperhatikan dan melihat guru-gurunya  dari fasilitas gedung sekolah atau yang lainnya. Untuk meyakinkan diri orang tua, cobalah berkomunikasi dengan sebagian guru dan  staff-nya. Rasakan getaran kasih sayang dan keikhlasan yang terpancar dari setiap gerak-gerik dan ucapannya. Perhatikan penampilan dan gaya bicaranya. Jangan lupa juga menanyakan latar belakang pendidikannya. Apabila para orang tua telah merasa yakin dan aman dengan pilihannya, mohonlah ketetapan atas pilihannya pada Alloh swt.

Hakekat memilih sekolah untuk putra-putri kita adalah memilihkan orang tua kedua untuk anak-anak kita. Itu juga berarti memilihkan lingkungan kedua setelah lingkungan rumah tangga kita. Ketika kita menginginkan anak-anak kita berhasil dalam bidang akademisnya maka carilah sekolah yang kwalitas gurunya terbukti mumpuni dalam mengantarkan para siswanya berprestasi dalam bidang studinya.

Apabila kita menginginkan anak-anak kita kuat dalam memegang prinsip-prinsip agamanya, maka carilah sekolah yang para gurunya mempunyai komitmen kuat terhadap agamanya. Apabila para orang tua menginginkan putra-putrinya berhasil dalam bidang akademisnya serta memegang kuat agamanya, maka carilah sekolah yang guru dan kurikulumnya berhasil menggabungkan antara keduanya. Sekarang ini telah banyak bermunculan sekolah-sekolah terpadu (SDIT atau SMPIT) yang kurikulumnya mensinergikan antara kurikulum umum dengan pelajaran Agama. SDIT Al Uswah Surabaya salah satunya.

Entry filed under: Pendidikan. Tags: , .

Pola Hidup Sehat Untuk Sahabatku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: