MAULID NABI

Maret 25, 2008 at 7:05 am Tinggalkan komentar

Setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal kalender Hijriyah umat Islam memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW yang sering disebut sebagai Maulid Nabi. Bebagai macam acarapun diadakan. Dari yang sifatnya sederhana sampai yang besar-besaran. Bahkan pemerintah RI secara resmi menetapkan tanggal 12 Rabiul Awwal sebagai hari libur nasional dan bahkan memperingatinya secara kenegaraan di Istana Negara.
Tradisi memperingati Maulid Nabi telah menjadi budaya di sebagian masyarakat kita. Sehingga setiap tahun mereka mengadakan acara untuk merayakannya. Acara yang lazim dilakukan dalam peringatan itu adalah pembacaan Sholawat Nabi SAW serta pembacaan natsar (prosa) dan nazham (puisi) seputar sejarah kelahiran Nabi SAW yang lebih dikenal dengan Barzanji. Acara yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap terjaga sampai sekarang. Tidak heran jika masjid, mushalla, pesantren, sekolah bahkan secara pribadi seakan berlomba mengadakannya.
Kalau dulu Peringatan maulid hanya diisi dengan pembacaa Sholawat Nabi dan Barzanji, pada saat sekarang ini beberapa pihak menyelenggarakannya dengan beberapa variasi. Ada yang tetap dengan format yang lama, ada yang memberi tambahan-tambahan dan ada yang berbeda sama sekali. Ada beberapa pihak yang perlu memberi tambahan acara dari format yang lama, agar manfaat acaranya lebih besar. Seperti dengan mengundang penceramah untuk memberikan uraian hikmah atau taujih seputar kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Ada yang mengambil momentum peringatan tersebut dengan bentuk yang berbeda dari yang sudah ada. Misalnya di beberapa lembaga atau instansi ada yang memperingatinya dengan berbagai macam perlombaan-perlombaan seperti pembacaan sholawat Nabi, hafalan Al Qur’an, lagu-lagu Islami dan lain-lain. Ada juga yang memperingatinya dengan mengadakan bakti sosial seperti khitanan missal, pengobatan gratis, pasar murah dan lain-lain. Tetapi apapun bentuk acara yang diselenggarakan untuk memperingatinya, akan semakin terasa penting jika kita mampu mengambil pelajaran dari momentum tersebut.
Mengenang dan mengingat kepribadian agung Rasulullah SAW…., …tidak akan pernah habis untuk dikaji dan dipelajari. Suri tauladannya akan terasa semakin indah saat kita berusaha untuk mengikutinya. Jejak perjuangannya menyadarkan betapa kita masih belum seberapa. Kasih sayang dan kelembutannya, sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Alangkah indahnya jika hidup ini bisa selalu bersamaMu, bersama cinta dan kesabaranMu dan bersama seluruh apa-apa saja yang berkenan di hatiMu. Sholawat dan Salam semoga terus tercurah kepadaMu, kepada keluargaMu, para ShahabatMu dan seluruh pengikutMu.

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

SDIT Al Uswah dan SDM Berkualitas Pola Hidup Sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: