Solusi Jitu Di Masa Krisis

Maret 19, 2008 at 4:50 am Tinggalkan komentar

Banyak orang mengeluh soal tingginya harga bahan-bahan kebutuhan pokok sehari hari. Dari harga beras yang tetap tinggi, harga minyak goreng yang enggan untuk turun dan sampai yang paling kecil seperti cabai merah yang melambung harganya. Belum lagi dengan harga atau tarif kebutuhan yang lain seperti minyak tanah, bensin, listrik dan yang lain yang cenderung ingin naik. Fenomena tersebut tentu saja sangat memukul kehidupan masyarakat bawah atau yang berpenghasilan rendah. Beban hidup masyarakat kecil dari hari ke hari semakin sulit. Hal tersebut bisa jadi menjadi salah satu pemicu timbulnya berbagai macam kerawanan-kerawanan social.
Sempitnya lapangan kerja menjadi masalah yang sulit dicarikan pemecahannya seiring dengan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. Belum lagi semakin banyaknya perusahaan yang memutus hubungan kerja (PHK) para karyawannya karena bangkutnya perusahaan tersebut. Sudah bisa dipastikan keadaan ini akan semakin menambah jumlah banyaknya pengangguran para angkatan kerja produktif. Semakin maraknya pedagang kaki lima (PKL) di pinggir-pinggir jalan yang dibarengi dengan semakin banyaknya pemukiman-pemukiman liar diberbagi tempat, menjadi gambaran kondisi ekonomi masyakat kita.
Ditengah hempasan krisis yang hebat ini kita sebagai anak bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah merasa prihatin. Tetapi sebagai manusia yang beriman, kita mempunyai keyakinan bahwa setiap jiwa pasti telah ditentukan “jatah” kehidupannya. Bahwa setiap orang pasti telah dan akan mendapatkan haknya untuk hidup di muka bumi ini. Setiap manusia akan mendapatkan haknya untuk makan, untuk berpakaian, untuk perumahan, untuk hidup tenteram dan hak-hak yang lain. Hanya kadar “hak” setiap orang berbeda-beda. Ada yang banyak ada yang sedikit. Ada yang mendapatkannya dengan mudah sebaliknya ada yang dengan susah payah.
Kita semua juga sudah sangat paham, bahwa dinamika kehidupan kita di dunia ini tidaklah kekal. Ada kalanya susah menghampiri, adakalnya pula senang yang datang. Adakalanya dikaruniahi kesehatan adakalanya juga kita dikaruniahi kesakitan. Bisa juga kita saat ini kita miskin, tetapi bisa saja suatu saat nanti kita menjadi orang kaya. Itulah pernak-pernik kehidupan. Jadi, kalau kita sudah mengetahui tabiat kehidupan di dunia ini seperti itu, kenapa harus susah mikirin? Yang penting, mari kita cari solusinya. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah:

1. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan bisa berjaya dalam krisis. Bagi kita yang kaya, anggaran-anggaran untuk kebutuhan yang tidak terlalu urgent bisa ditabung atau untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Inilah saatnya si-kaya menjadi pejuang bangsa. Mereka bisa menyelamatkan anak-anak bangsa yang terancam putus sekolah karena kekurangan biaya. Mereka bisa melatih para pemuda-pemuda harapan bangsa untuk terampil dan memiliki kemandirian kerja. Mereka bisa membantu Madrasah, Taman Pendidikan AL Qur’an dan Pesantren untuk tetap berfungsi menjadi penjaga moral anak-anak dan pemuda kita.
Bagi kita yang kekurangan harta, teruslah bekerja dan berkarya. Jangan memandang remeh dan rendah sebuah pekerjaan atau apa yang kita kerjakan. Jangan membanding-bandingkan antara kita dengan orang lain. Manfaatkan setiap peluang yang kita miliki. Jangan meniru gaya hidup mereka yang berpunya. Belanjakan harta yang kita miliki hanya untuk yang penting-penting saja. Perbanyaklah teman dan sahabat serta berbuat baiklah pada mereka. Syukuri apa-apa yang kita dapatkan dan yang kita punyai dan terus berdo’a untuk kebaikan kita di masa-masa yang akan datang.

2. Jaga Kesehatan
Karena biaya untuk orang sakit sekarang mahal. Mari kita usahakan tubuh kita tidak sakit. Usahakan kita selalu sehat. Karena kesehatan merupakan modal yang paling berharga dalam menjalani hidup secara optimal. Kita bisa bekerja secara optimal kalau badan kita sehat. Kita bisa menikmati rizki yang kita dapatkan dengan nyaman kalau tubuh ini sehat. Bahkan kita bisa beribadah secara maksimal kalau fisik kita sehat. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam kehidupan ini bermodalkan kesehatan tubuh kita.
Hal-hal yang bisa menyebabkan tubuh kita sakit jangan dilakukan. Sebaiknya, perkara-perkara yang menyebabkan tubuh ini sehat lakukanlah. Makanan dan minuman yang kita konsumsi dan penjagaan kebugaran tubuh harus menjadi perhatian utama kita. Untuk bisa menjadi sehat tidak mesti berbiaya mahal. Banyak bahan-bahan makanan yang bergizi tinggi yang harganya murah dan terjangkau. Banyak latihan-latihan kebugaran yang tanpa harus mengeluarkan biaya.

3. Tingkatkan Ibadah
Di era kehidupan yang serbamaterialistis seperti sekarang ini, setiap orang akan mudah tergoncang apabila tidak siap menghadapi setiap tuntutan perubahan. Cepat berkembangnya alat-alat informasi dan komunikasi memacu semua orang untuk ikut berubah mengikutinya. Kehidupan-pun seolah berjalan dengan cepat. Perubahan yang terjadi bisa hanya dalam hitungan detik. Setiap orang seolah berpacu dengan waktu. Kesibukan yang begitu menguras banyak waktu. Bahkan sehari yang 24 jam serasa masih kurang bagi kalangan-kalangan tertentu.
Sebagai akibat kesibukan yang terus menumpuk, banyak orang yang kemudian merasa jenuh dengan rutinitas. Mereka menginginkan ada “waktu jedah” yang membuat mereka bisa istirahat agar bisa “refresh” kembali. Untuk tujuan itu kadang mereka mengisinya dengan acara santai bersama keluarga atau teman-teman di rumah atau di tempat wisata. Ada pula yang mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang lain yang bermanfaat seperti berorganisasi atau aktifitas social.
Sesungguhnya kalau kita mau kembali kepada ajaran agama kita, sudah tersedia berbagai aktifitas ibadah yang mampu memenuhi kebutuhan kita. Ada Sholat lima waktu yang bisa menjadi tempat “jujugan” kita sehari-hari untuk memasrahkan segala aktifitas dan ikhtiar kita sekaligus memohon keberhasilannya. Ada juga Qiyamullail yang disediakan secara khusus untuk mereka yang menginginkan ketinggian derajat kepatuhan dan ketergantungan hanya kepada Rabb-nya. Sehingga mereka akan dibebaskan dari segala penghambaan dan perbudakan dari selain-Nya.
Ada ibadah puasa yang akan memutus ketergantungan yang berlebihan kepada makanan. Ada pengeluaran zakat, infaq dan shodaqoh, yang akan membersihkan kotoran-kotoran yang ada pada harta kita sekaligus mendekatkan jarak antara kita dengan yang lemah. Ada juga ibadah haji ke Baitullah Haram yang bisa menjadi ukuran kesungguhan kita dalam menjawab setiap panggilan Allah swt dan Rasul-Nya.
Keseriusan kita dalam beribadah akan menentukan sejauh mana keberhasilan kita. Selamat mencoba!

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

KEMBALI KE MASJID Rindu Tanah Suci-3: Awal Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: