KEMBALI KE MASJID

Maret 18, 2008 at 4:38 am Tinggalkan komentar

Tempat yang pertama kali dibangun oleh manusia adalah tempat ibadah atau sekarang yang kita namakan Masjid. Begitu juga yang dilakukan oleh bapak para Nabi yaitu nabi Ibrahim alaihissalam. Bersama putranya, Nabi Ismail alaihissalam, beliau membangun kembali Ka’bah Baitullah Haram di tempat yang pernah dibangun nabiyullah Adam as sebagai tempat peribadatan manusia. Begitu pula Rasulullah saw ketika pertama kali menjejakkan kakinya di bumi yang suci Al Madinah Al Munawwaroh. Tempat yang pertama kali dibagun adalah masjid An Nabawi.
Sampai sekarang ini masjid masih dianggap sebagai tempat yang suci dan mulia. Membangun masjid tetap diyakini sebagai amalan yang utama dan jariyah yang tidak terputus pahalanya. Banyak masjid-masjid baik yang besar maupun yang kecil yang indah bangunannya. Menara yang menjulang dengan berbagai hiasan-hiasan yang menakjubkan sangat mudah kita jumpai di sekitar kita. Kadang dengan halaman yang cukup luas yang ditumbuhi pepohonan yang rindang, masjid menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.
Mendatangi masjid memang sangat menyenangkan. Apalagi masjidnya dibangun dengan bangunan yang indah dan megah. Kenikmatan yang dirasakan sewaktu mendatanginya adalah kepuasan hati untuk mencintainya. Ketika suara Allahu Akbarr.. dikumandangkan dengan lantang dari puncak menara- menara masjid, serasa hati menjadi tersentak, bahwa tidak ada urusan di dunia ini yang besar. Yang maha besar hanya Allah SWT. Oleh karenanya orang yang mendatangi masjid saat telah dikumandangkan Adzan, berarti orang tersebut memandang dunia ini dengan segala persoalan didalamya adalah kecil di hadapan Allah SWT.
Dengan modal wajah, tangan dan kaki serta pakaian yang suci, mereka mendatangi tempat yang paling mulia di muka bumi. Dengan hati yang berbunga-bunga karena ridlo Rabb-nya, langkah demi langkah diayunkan untuk menghapus dosa dan kesalahan yang dilakukannya. Ketundukan dalam ketaatan, kehusyu’an dalam setiap gerakan dan kepasrahan dalam perbuatan adalah cerminan sholat berjama’ah yang selalu ditegakkan. Puas rasanya bisa mengerjakan sholat tepat pada waktunya. Perasaan demikian juga dirasakan para jama’ah yang lain. Perasaan bahagia dan gembira tercermin dari setiap raut wajah yang telah menyelesaikan kepatuhannya kepada Kebesaran Rabb-nya. Mereka seakan telah menyelesaikan sekian banyak masalah yang menggelayuti punggungnya.
Masjid dibangun memang untuk menyelesaikan masalah. Masalah anak-anak, masalah remaja, masalah rumah tangga, masalah pendidikaan, masalah social, masalah ekonomi dan lain sebagainya. Semuanya bisa diatasi dan diselesaikan dengan berawal dan berangkat dari masjid. Kesatuan dan kekuatan para jama’ah sholat-nya akan menjadi jawaban atas segalah persoalan yang muncul diantara mereka. Dengan ikatan ukhuwah yang kencang akan saling menutupi berbagai kekurangan dan kelebihan diantara jama’ahnya.
Oleh karenanya jadikan diri kita semua menjadi jama’ah tetap di sebuah masjid atau mushalla di sekitar kita. Ajak anak-anak kita dan para tetangga untuk sholat berjama’ah. Bangun shoff yang lurus dan rapat. Tegakkan sholat dengan sempurna. Kuatkan ukhuwah dan silaturrahim diantara para jama’ah. Saling tolong menolonglah diantara mereka. Niscaya persoalan-persoalan bangsa akan segera dipecahkan dengan mudah. Kita semua pasti bisa..!

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Rindu Tanah Suci-2: Merentas Jalan Ibadah Solusi Jitu Di Masa Krisis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: