Rindu Tanah Suci-1: Puncak Kebahagiaan

Maret 12, 2008 at 10:21 am Tinggalkan komentar

Tiada saat-saat yang sangat membahagiakan kecuali saat ketika bertemu dengan orang-orang yang paling dicintai. Kenikmatan bertemu dan berkumpul seperti itu , sepertinya tidak bisa tergantikan dengan seharga materi sebanyak apapun. Orang-orang yang selama ini telah melukiskan goresan sejarah dan perjalanan panjang kehidupan. Orang-orang yang telah memberi sumbangan yang tak ternilai harganya. Orang-orang yang merubah arah dan kiprah perjuangan panjang untuk menuntaskan misi kehidupan. Orang-orang yang telah mengisi penuh segala kenangan di setiap ruang-ruang hati dan fikiran yang terdalam. Sungguh sebuah pertemuan yang sangat indah. Maka semburatlah segala kenangan dan lintasan perjalanan yang telah lama terendap dan tersimpan. Bersamaan dengan lepasnya ikatan rindu yang sekian lama berdiri kokoh tak terlampiaskan.
Saat yang membahagiakan itu datang disaat kami sedang mempersiapkan sebuah perjalanan bersejarah. Sebuah perjalanan suci untuk memenuhi undangan dan panggilan Ilahi. Sebuah perjalanan untuk mendaki sebuah puncak kesempurnaan Islam. Saat-saat itu datang ketika kami sedang mensyukuri nikmat yang kami rasakan. Sebuah nikmat yang sebelumnya tidak terlintas dalam perasaan dan fikiran.
Sungguh kebahagiaan yang berlipat ganda yang Allah swt berikan kepada kami. Sebuah karunia yang menurut kami merupakan sebuah keajaiban dalam perjalanan hidup kami. Sungguh kami tidak pernah menduga dan tidak pernah membayangkan. Memperoleh kesempatan memenuhi panggilan untuk bertamu ke Rumah-Nya Baitullah Haram di tanah yang suci. Allahu …Akbar, Allah swt maha besar yang menetukan segala-galanya.
Kami baru menyadari dan merasakan nikmatnya berangkat haji. Sebuah nikmat beribadah yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. Meskipun baru tarap persiapan berangkat. Nikmatnya sudah terasa sangat istimewa. Kamipun berhandai-handai bagaimana nanti setelah disana, sulit terbayangkan bagaimana nikmatnya. Bersimpuh dan bersujud di Rumah-Nya yang suci. Berbaur dengan jutaan hambanya yang mulia.
Kami juga baru menyadari bahwa ibadah ini meminta begitu banyak persyaratan. Sehingga tidak semua orang bisa memenuhinya Sebagaimana diketahui Ibadah ini memang merupakan puncak dari rukun Islam yang lima. Ibadah ini juga merupakan puncak dari pengorbanan seorang hamba dalam beribadah. Bahkan ayat terakhir yang diturunkan dalam Al qur’an yang menyebutkan telah sempurnanya agama Islam adalah diturunkan di padang Arafah saat Rasulullah saw melakasanakan wukuf dalam ibadah hajinya.

Entry filed under: Lintasan. Tags: .

Ahlan wa Sahlan… Pesantren Mahasiswa Ma’had Ukhuwah Islamiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: