<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Haji Samsul's Blog</title>
	<atom:link href="http://hajisamsul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hajisamsul.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 09:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hajisamsul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Haji Samsul's Blog</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hajisamsul.wordpress.com/osd.xml" title="Haji Samsul&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hajisamsul.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Meraih Haji Mabrur</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/11/03/meraih-haji-mabrur/</link>
		<comments>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/11/03/meraih-haji-mabrur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 09:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajisamsul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[haji mabrur]]></category>
		<category><![CDATA[mabrur]]></category>
		<category><![CDATA[meraih haji mabrur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajisamsul.wordpress.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tata cara pelaksanaan ibadah haji, ada tiga cara dalam melaksanakannya, yaitu: Haji Tamattu Yaitu berniat melaksanakan ibadah haji kemudian memakai pakaian ihrom untuk Umroh di bulan-bulan haji ( Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 Awwal Dzulhijjah ) dengan mengucapkanلبيك  اللهم  عمرة kemudian sesampai di kota Makkah kemudian melaksanakan thowaf, sa’i dan tahallul (mencukur rambut). Kemudian pada tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=610&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/11/jabal-rahmah1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-612" title="jabal rahmah1" src="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/11/jabal-rahmah1.jpg?w=150&#038;h=102" alt="" width="150" height="102" /></a>Dalam tata cara pelaksanaan ibadah haji, ada tiga cara dalam melaksanakannya, yaitu:<br />
<strong>Haji Tamattu</strong> Yaitu berniat melaksanakan ibadah haji kemudian memakai pakaian ihrom untuk Umroh di bulan-bulan haji ( Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 Awwal Dzulhijjah ) dengan mengucapkanلبيك  اللهم  عمرة kemudian sesampai di kota Makkah kemudian melaksanakan thowaf, sa’i dan tahallul (mencukur rambut). Kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah kembali ber-Ihrom untuk melaksanakan haji dengan melaksanakan seluruh rangkaian ibadahnya dengan ketentuan wajib menyembelih kurban.<span id="more-610"></span></p>
<p><strong>Haji Ifrod</strong> Yaitu ber-Ihrom untuk melaksanakan ibadah haji dengan mengucapkan niat   لبيك  اللهم  حجا   kemudian melaksanakan seluruh amalan haji dengan tidak harus menyembelih kurban. Namun tetap berkewajiban melaksanakan umroh setelah pelaksanaan ibadah haji selesai langsung atau di waktu yang lain.</p>
<p><strong>Haji Qiron</strong> yaitu ber-Ihrom untuk melaksanakan ibadah Umroh dan Haji sekaligus dengan mengucapkan niat  لبيك اللهم عمرة و حجا   kemudian melaksanakan seluruh amalan haji dengan kewajiban menyembelih kurban.<br />
Berikut ini urutan pelaksanaan ibadah Haji<br />
Ber-Ihromlah dari miqot dengan mengucapkan niat yang sesuai dengan cara berhaji yang dipilih ( disunnahkan untuk dilakukan setelah mandi, memotong kuku, memakai wewangian bagi laki-laki dan setelah sholat ), kemudian bacalah talbiyah ( disunnahkan untuk dikeraskan bagi laki-laki ) hingga sampai di Makkah, adapun bacaan talbiyah adalah sebagai berikut : لبيك اللهم لبيك  لبيك لا شريك لك لبيك  ان الحمد و النعمة لك و الملك  لا شريك لك setelah istirahat secukupnya di pemondokan, berangkatlah menuju al Masjid al Haram untuk melaksanakan thowaf dan sa’i. Masuklah masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan dengan membaca do’a masuk masjid, diantara do’a yang sunnah untuk dibaca adalah :اعود بالله العظيم و وجهه الكريم و سلطانه القديم من الشيطان الرجيم  اللهم افتح لي ابواب رحمتك Thowaflah ( putarilah ) mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad. Pakailah kain Ihrom dengan cara Idhtiba’ ( bagi laki-laki ) untuk 3 putaran pertama dan berjalanlah dengan cara cepat ( bagi laki-laki ) pada 3 putaran tersebut.<br />
Mulailah thowaf dengan mengucapkan takbir ( بسم الله  الله اكبر ) dengan mencium Hajar Aswad bila memungkinkan, dan bila tidak memungkinkan cukuplah beri isyarat dengan tangan kanan dari kejauhan, kemudian berjalanlah dengan membaca do’a yang sesuai dengan yang diinginkan.<br />
Pada setiap sampai di rukun Yamani, sentuhlah rukun tersebut  bila mungkin dengan tanpa menciumnya , dan bila tidak mungkin teruskanlah thowaf dengan tanpa memberikan isyarat kepadanya. Diantara rukun Yamani dan Hajar Aswad disunnahkan untuk mengulang-ulang do’a :ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة و قنا عداب النار Setelah selesai mengerjakan thowaf, sholatlah 2 roka’at sholat thowaf  dibelakang Maqom Ibrohim bila memungkinkan, dan bila tidak memungkinkan sholatlah dimana saja dalam masjid.<br />
Setelah menyelesaikan thowaf, pergilah menuju bukit Shofa untuk melaksanakan Sa’i  antara bukit Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali putaran. Ketika mendekati bukit Shofa, bacalah firman Allah dari surat 2 ayat 158 sebagai berikut :<br />
ان الصفا و المروة من شعائر الله فمن حج البيت او اعتمر فلا جناح عليه ان يطوف بهما ومن تطوع خيرا فان الله شاكر عليم Naiklah kebukit Shofa dan menghadaplah kearah Ka’bah dan bacalah dzikir sebagai berikut ( sebaiknya diulang 3 kali ) dengan mengangkat kedua tangan :<br />
لا اله الا الله وحده لا شريك له  له الملك و له الحمد وهو علي كل شئ قدير  لا اله الا الله وحده صدق وعده و نصر عبده و اعز جنده و هزم الاحزاب وحده Turunlah dari bukit Shofa menuju ke bukit Marwah dengan berjalan kaki biasa dan berdo’alah sesuai yang dikehendaki, dan berlarilah kecil ( bagi laki-laki ) ketika sampai ditanda hijau hingga tanda hijau berikutnya. Sesampainya dibukit Marwah, menghadaplah ke Ka’bah dan bacalah dzikir sebagaimana yang anda baca dibukit Shofa dengan tanpa membaca ayat al Qur’an seperti yang anda baca sewaktu dibukit Shofa.<br />
Berjalanlan kembali menuju bukit Shofa, hingga bila sampai ditanda hijau berlarilah kecil khusus bagi laki-laki sampai tanda hijau berikutnya. Lalu berjalanlah biasa hingga sampai dibukit Shofa, dan lakukanlah ketika sampai dibukit Shofa sebagaimana yang anda lakukan ketika memulai Sa’i yaitu dengan membaca Ayat Al Qur’an dan dzikir. Lakukanlah hal tersebut sampai selasainya sa’i  yaitu 7 putaran, dimulai dari bukit Shofa dan berakhir dibukit Marwah.<br />
Setelah selesai melaksanakan sa’i bertahalullah (mencukur rambut). Dengan cara memotong rambut anda dan dilakukan oleh orang yang tidak sedang ber-ihrom untuk yang berhaji tamattu’ saja. Dengan demikian maka telah selesai dan halallah bagi anda seluruh larangan ihrom kecuali bagi yang Ifrod dan Qiron. Adapun yang haji Ifrod dan Qiron, anda tetap wajib dalam keadaan ihrom hingga melempar jumroh ‘Aqobah tanggal 10 Dzul Hijjah nanti<br />
Hari tanggal 8 Dzuhijjah dinamakan dengan hari Tarwiyah. Bagi yang berhaji Tamattu’, ber-Ihromlah dari tempat tinggal anda pada waktu dhuha setelah melakukan sunnah-sunnah sebelum ber-ihrom. Adapun yang berhaji Ifrod dan Qiron,  tentunya masih dalam keadaan ihrom, untuk itu tidak perlu ber-Ihrom/niat lagi. Kemudian perbanyaklah  membaca talbiyah.<br />
Berangkatlah menuju Mina bila memungkinkan sebelum dhuhur. Dan sholatlah dhuhur, ashar, maghrib dan isyak di Mina diwaktunya masing-masing dengan meng-qoshor sholat-sholat 4 roka’at menjadi dua raka’at tanpa dijama’. Menginaplah malam 9 Dzul Hijjah di Mina dan sholatlah shubuh di Mina. Kemudian Berangkatlah menuju ‘Arofah setelah terbitnya matahari dengan memperbanyak membaca talbiyah dan dzikir lain yang anda kehendaki.<br />
Hari pada tanggal 9 Dzul Hijjah disebut dengan hari ‘Arofah. Pada hari itu adalah waktu pelaksanaan salah satu rukun haji yaitu wuquf dipadang ‘Arofah. Disunnahkan bagi jama’ah haji pada hari tersebut untuk menuju Namiroh sebelum waktu dhuhur bila memungkinkan. Dan setelah masuk waktu dhuhur disunnahkan bagi Imam untuk berkhutbah memberikan mau’idhoh. Kemudian setelah selesai khutbah langsung mengerjakan sholat dhuhur dan ashar di-qoshor dan di-jama’ taqdim dengan tidak melaksanakan sholat qobliyah atau ba’diyah. Dan apabila rangkaian ibadah tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di Namiroh, maka bisa dilaksanakan seluruh penjuru bumi ‘Arofah.<br />
Dan disunnahkan bagi jama’ah haji ketika melaksanakan wuquf untuk memperbanyak ibadah berupa istighfar, dzikir, membaca al Qur’an dan yang lainnya.<br />
Setelah sampai di Muzdalifah disunnahkan untuk segera sholat Maghrib dan Isyak dengan jamak dan qoshor dengan satu adzan dan dua iqomah. Kemudian disunnahkan memperbanyak membaca talbiyah dan dzikir sesuai yang diinginkan. Dan seyogyanya menginap di Muzdalifah hingga melaksanakan sholat shubuh. Tetapi bagi yang mempunyai udzur syar’i diperkenankan untuk meninggalkan Muzdalifah menuju Mina setelah lewat tengah malam.<br />
Dalam perjalanan menuju Mina tetap disunnahkan membaca talbiyah dan disunnahkan mengambil 7 butir kerikil di Muzdalifah yang akan dipakai untuk melempar jumroh ‘Aqobah tanggal 10 Dzul Hijjah, adapun kerikil lainnya yang akan dipergunakan untuk melempar jumroh tanggal 11 Dzul Hijjah dan selanjutnya dapat diambil di Mina<br />
Hari pada tanggal 10 Dzul Hijjah disebut dengan hari Nahr dan Hari Raya ‘Iedul Adha. Sesampainya jama’ah haji  di kota Mina, amalan yang pertama kali disunnahkan untuk segera dilaksanakan ialah melontar jumroh ‘Aqobah. Yaitu dengan  melontarkan 7 kerikil satu persatu dengan membaca takbir setiapkali melempar.<br />
Setelah selesai melempar jumroh jama’ah haji diharapkan segera melakukan amalan-amalan berikut : yaitu memulai membaca takbir ‘ied. Kemudian Tahallul dengan memotong rambut yang dilakukan oleh yang tidak sedang dalam keadaan ihrom. Selesai melakukan tahallul, maka halallah seluruh larangan ihrom kecuali behubungan suami istri. Selanjutnya menyembelih kurban (al Hadyu) bagi yang berhaji Tamattu’ atau Qiron.<br />
Bagi yang berhaji Tamattu’ atau Qiron dan ingin menyembelih al Hadyu, janganlah tergiur dengan harga kambing yang murah, kecuali setelah anda pastikan kelayakan kambing tersebut dan disembelih pada waktunya yaitu pada tanggal 10 Dzul Hijjah sesudah lempar jumroh Aqobah atau pada hari-hari tasyriq.<br />
Setelah melempar jumroh ‘Aqobah pada hari Nahr, diperkenankan untuk melaksanakan thowaf Ifadhoh dengan 7 kali putaran kemudian Sa’i bagi yang berhaji Tamattu’. Adapun yang behaji Ifrod atau Qiron tidak perlu Sa’i apabila sudah sa’i ketika melakukan thowaf Qudum dahulu.<br />
Dengan terlaksanakannya thowaf Ifadhoh, maka halallah seluruh larangan Ihrom termasuk berhubungan suami istri. Setelah selesai melaksanakan thowaf Ifadhoh, maka diharuskan segera kembali ke Mina sebelum maghrib untuk mabit. Catatan: Thowaf Ifadhoh boleh dita’khirkan atau dikerjakan  hingga selesai melontar jumroh pada hari-hari tasyriq saat kembali ke Makkah.<br />
Wajib bagi jama’ah haji untuk menginap di Mina pada malam hari-hari tasyriq yaitu malam sebelas, dua belas dan atau tiga belas Dzul Hijjah sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 203.<br />
Yang wajib dilakukan pada hari-hari tasyriq : Melempar 3 jumroh yaitu jumroh Ula, jumroh Wustho dan jumroh Kubro/’Aqobah. Waktunya adalah  setelah zawal atau masuk waktu dhuhur. Ketentuannya adalah: Setiap jumroh harus dengan 7 kerikil satu persatu. Kemudian harus tepat sasaran dinding atau masuk ke liang sumur, membaca takbir setiap kali melempar dan disunnahkan untuk berdo’a setelah selesai melontar satu jumroh kecuali setelah melontar jumroh ‘Aqobah. Dan memperbanyak dzikir dan do’a serta menjauhi rofats, berbuat fasik dan bertengkar.<br />
Yang menghendaki untuk menginap di Mina hanya 2 malam atau nafar awwal, wajib baginya untuk sudah keluar dari Mina tanggal 12 Dzul Hijjah ( setelah melontar 3 jumroh ba’da zawal ) sebelum maghrib. Namun jika setelah masuk waktu maghrib ia masih berada di Mina, maka ia wajib untuk menginap lagi dan melontar 3 jumroh tanggal 13 Dzul Hijjah.<br />
Setelah selesai melaksanakan rangkaian amalan di hari-hari tasyriq, maka jama’ah haji kembali ke Makkah, kemudian melakukan thowaf Ifadhoh bagi yang belum melakukannya. Bagi yang berhaji Ifrod, berkewajiban untuk melakasanakan Ibadah Umroh, dengan cara : ber- Ihrom dari tanah halal ( Tan’im atau Ji’ronah ), kemudian melakukan Thowaf, Sa’i dan Tahallul.<br />
Thowaf Wada’ adalah amalan terakhir yang harus dikerjakan oleh setiap yang mau meninggalkan Makkah, kecuali bagi wanita yang sedang haidh atau nifas. Dengan demikian selesailah seluruh amalan ‘ibadah Haji.  Semoga anda semua menjadi haji mabrur Allahumma amiin,  walhamduliLLahirobbil’alamin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajisamsul.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajisamsul.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=610&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/11/03/meraih-haji-mabrur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12338bf5f4dd6ccfdfd5d43c6f5af421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajisamsul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/11/jabal-rahmah1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jabal rahmah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/08/10/ibadah-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/08/10/ibadah-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 01:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajisamsul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ibadah ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajisamsul.wordpress.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan). Selama sebulan penuh umat Islam dibina atau dididik untuk kembali kepada jati dirinya sebagai hamba Allah swt. Sebagian orang mungkin akan merasakan beratnya didikan yang ada di bulan Ramadhan. Tetapi bagi siapa saja yang berhasil melewatinya serta lulus dari segala ujian yang ada didalamnya, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=605&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/08/24122007074.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-606" title="masjid nabawi" src="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/08/24122007074.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan). Selama sebulan penuh umat Islam dibina atau dididik untuk kembali kepada jati dirinya sebagai hamba Allah swt. Sebagian orang mungkin akan merasakan beratnya didikan yang ada di bulan Ramadhan. Tetapi bagi siapa saja yang berhasil melewatinya serta lulus dari segala ujian yang ada didalamnya, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang tidak ada bandingannya. Pendidikan Ramadhan akan membersihkan manusia, yang pada sebelas bulan sebelumnya berlepotan dosa, dan mensucikannya sehingga kembali kepada kesucian fitrahnya. Dan dengan berbekal kesucian itulah mereka akan mengarungi bahtera kehidupan pada bulan-bulan berikutnya<span id="more-605"></span></p>
<p>Sudah saatnya ibadah kita pada bulan Ramadhan kali ini lebih baik kwalitasnya dibandingkan dengan bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai pengalaman melaksanakan ibadah pada Ramadhan sebelumnya selayaknya dijadikan acuan dalam mempersiapkan optimalisasi ibadah di bulan yang mulia ini. Sudah selayaknya kita mengevaluasi segala keberhasilan dan kegagalan saat berusaha memaksimalkan ibadah Ramadhan setahun yang lalu. Dari sekian banyak daftar keberhasilan di tahun lalu sudah sepantasnya akan lebih ditingkatkan kwalitasnya pada tahun ini. Sebaliknya segala hal yang belum berhasil kita lakukan setahun lalu, akan diusahakan bisa dilakukan pada tahun ini.</p>
<p>Berikut ini amalan-amalan utama selama bulan Ramadhan yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa saja yang mengagungkan kehadirannya:</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Puasa Ramadhan</span>:</strong></p>
<ol start="1">
<li>Berusahalah untuk memahami seluruh hukum-hukum puasa baik yang bersifat wajib, sunnah, makru, mubah dan seterusnya. Sehingga anda bisa menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.</li>
<li>Berusahalah untuk menjauhi hal-hal yang bisa merusak nilai ibadah puasa kita seperti ghiba, mengadu domba, bertengkar dan lain sebagainya.</li>
<li>Menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur serta perbanyaklah do’a ketika anda melakukannya.</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Shalat Tarawih atau Qiyamullail:</span></strong></p>
<ol start="1">
<li>Bergabunglah dengan jama’ah tarawih yang ada disekitar anda. Dengan demikian anda akan bersama-sama kaum muslimin yang banyak dalam menghidupkan malam-malam Ramadahan.</li>
<li>Apabila anda berniat menghidupkan seluruh malam dengan beribadah, maka tambahkanlah tanpa harus meninggalkan jama’ah yang ada di sekitar anda.</li>
<li>Memaksimalkan ibadah di malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Memberi makan orang fakir-miskin dan bersedekah:</span></strong></p>
<ol start="1">
<li>Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala senilai dengan pahala yang didapatkan oleh orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang berpuasa sedikitpun ( HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah ).</li>
<li>Berusahalah untuk bisa memberikan kebahagian kepada orang lain meskipun nilainya hanya seteguk air.</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Membaca Al Qur’an:</span></strong></p>
<ol start="1">
<li>Berusahalah untuk bisa membaca Al Qur’an dan mengkhatamkan seluruhnya minimal sekali selama bulan Ramadhan.</li>
<li>Berusahalah untuk memahami kandungan Al Qur’an serta mempelajari isinya. Kemudian setelah itu berusahalah untuk mengamalkannya.</li>
<li>Bergabunglah bersama jama’ah tadarrus Al Qur’an yang ada di sekitar kita.</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Bertaubat:</span></strong></p>
<ol start="1">
<li>Sesungguhnya setiap malam pada bulan Romadhan Allah swt. menetapkan orang-orang yang dibebaskan dari siksa neraka (HR.Tirmidzi &amp; Ibnu Majah).</li>
<li>Bersegeralah meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa, menyesalinya dan bertekad untuk tidak mengulanginya.</li>
</ol>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Zakat fitrah</span></strong>kita akan mensucikan ibadah puasa  Ramadahan kita dari kata-kata yang kotor dan  perbuatan sia-sia serta sebagai bantuan bagi fakir miskin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajisamsul.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajisamsul.wordpress.com/605/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=605&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/08/10/ibadah-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12338bf5f4dd6ccfdfd5d43c6f5af421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajisamsul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/08/24122007074.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">masjid nabawi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taushiyah Jelang Ramadhan</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/07/27/taushiyah-jelang-ramadhan/</link>
		<comments>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/07/27/taushiyah-jelang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 02:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajisamsul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[Jelang Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajisamsul.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu bentuk persiapan terbaik dalam rangka penyambutan istimewa bagi kehadiran bulan suci Ramadhan yang segera tiba, adalah dengan melakukan pembersihan hati dan penyucian jiwa (thath-hirul qalb wa tazkiyatun-nafs). Dan tobat merupakan salah satu wasilah (sarana) terbaik untuk tujuan itu. Karena mengapa hati perlu dibersihkan, dan jiwa harus disucikan, adalah karena hati dan jiwa itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=599&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/07/23122007067.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-600" title="Menara" src="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/07/23122007067.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Salah satu bentuk persiapan terbaik dalam rangka penyambutan istimewa bagi kehadiran bulan suci Ramadhan yang segera tiba, adalah dengan melakukan pembersihan hati dan penyucian jiwa (thath-hirul qalb wa tazkiyatun-nafs). Dan tobat merupakan salah satu wasilah (sarana) terbaik untuk tujuan itu. Karena mengapa hati perlu dibersihkan, dan jiwa harus disucikan, adalah karena hati dan jiwa itu kotor dan penuh noda. Dan yang mengotorinya adalah dosa-dosa (QS. Al-Muthaffifin: 14). Sedangkan cara pembersihan hati dari noda-noda dosa, dan jalan penyucian jiwa dari kotoran-kotoran maksiat, adalah melalui tobat.<br />
Dalam sebuah hadits: “Jika seorang hamba melakukan suatu dosa, maka satu noktah (noda) hitampun langsung menempel di hatinya. Jika ia segera sadar, tobat dan beristighfar, maka hatinyapun menjadi bersih kembali. Adapun apabila ia malah menambah dengan dosa-dosa lain, maka akan bertambah pulalah noktah-noktah hitam itu, sampai (jika tetap tidak tobat) benar-benar menutupi seluruh hatinya…” ( HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan ain-lain).<span id="more-599"></span></p>
<p>Oleh karena itu perintah, seruan dan anjuran untuk bertobat ini, tersebar di banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan bertobatlah kalian semuanya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung dan berjaya” (QS. An-Nuur: 31). Di dalam ayat lain: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kalian kepada Allah dengan cara taubatan nashuha (tobat yang benar-benar murni dan tulus)…” (QS. At-Tahriim: 8).<br />
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali” (HR. Al-Bukhari). Dalam riwayat lain: “Wahai umat manusia, bertobatlah kepada Allah. Sungguh aku bertobat kepada Allah dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim).<br />
Tentu saja masih banyak lagi ayat dan hadits yang memerintahkan dan menganjurkan kita untuk bertobat, juga yang menjelaskan tentang beragamnya fadhilah dan keutamaan syariah tobat ini. Namun yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana cara bertobat? Apa itu taubatan nashuha? Bagaimana tobat dan istighfar yang disamping menghapuskan dosa, menyucikan jiwa dan membersihkan hati, juga sekaligus benar-benar efektif untuk menutup jalan bagi terulangnya dosa-dosa itu lagi?<br />
Karena tidak sedikit orang yang mengeluhkan kondisi diri dan hati mereka, serta menanyakan dan mempertanyakan, mengapa dosa-dosa masih saja selalu terulang lagi dan lagi? Padahal mereka merasa telah melakukan tobat darinya dan telah beristighfar sampai ratusan atau bahkan ribuan kali?.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan dan diingat disini bahwa, hal terpenting dalam pelaksanaan tobat dan istighfar itu, adalah sikap hati yang benar-benar jujur dan sungguh-sungguh dalam melakukan taubatan nashuha. Dimana secara totalitas kembali kepada Allah Ta’ala dengan upaya sepenuhnya menjalankan syarat-syarat dan konsekuensi tobat.<br />
Nah, umumnya faktor penyebab tidak atau kurang efektifnya tobat sebagai penutup pintu terulangnya dosa-dosa, adalah karena kurangnya kesungguhan dan sikap totalitas hati ini dalam memenuhi tuntutan dan konsekuensi dari syarat2 tobat yang telah disebutkan oleh para ulama. Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwa, syarat tobat itu ada tiga: menyesali dosa yang telah diperbuat, meninggalkannya, dan berazam (bertekad) tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. Adapun jika dosa dan kesalahan itu berhubungan dengan pelanggaran terhadap hak sesama, maka ada satu lagi syarat tambahan, syarat keempat, yakni: menyelesaikan urusan dengan pihak yang haknya dilanggar itu. Namun disini kita hanya akan fokus pada tiga syarat pertama. Karena itulah inti dan esensi dari penunaian tobat.</p>
<p>Selanjutnya, mungkin saja seseorang yang bertobat telah merasa memenuhi ketiga syarat utama tersebut.  Dan untuk membuktikan tobatnya, iapun telah memperbanyak istighfar, shalat, puasa, bacaan atau bahkan hafalan Al-Qur’an dan amal-amal saleh lainnya. Namun yang “aneh” mengapa semua itu seakan-akan tidak cukup mempan dan tidak efektif? Karena tidak lama berselang, ternyata dosa-dosa yang sama serasa begitu mudahnya kembali dan terulang lagi dan lagi?<br />
Memang bukan merupakan syarat sahnya taubatan nashuha, bahwa dosa yang telah dilakukan tobat darinya itu harus dijamin tidak akan pernah terulang lagi. Demikian pula bukanlah itu maksud dari syarat ketiga diatas. Sehingga tetap saja ada kemungkinan terulangnya dosa tertentu suatu saat, meskipun sebenarnya sang pelaku telah pernah bertobat dengan taubatan nashuha. Dan hal itupun tidak membatalkan tobat yang telah dilakukan. Juga tidak selalu mengindikasikan bahwa tobatnya dulu itu bukan taubatan nashuha.<br />
Jadi sekali lagi, meskipun seseorang telah melakukan tobat yang sungguh-sungguh sesuai dengan syarat-syaratnya, tetap tidak tertutup kemungkinan bagi terulangnya dosa yang sama sewaktu-waktu. Hanya saja sifatnya tetap sebagai pengecualian, sehingga kejadiannyapun juga jarang.</p>
<p>Namun yang kita bicarakan bukanlah tentang kondisi pengecualian ini. Melainkan seputar kondisi terulangnya dosa-dosa setelah dilakukan tobat, yang sifat dan terjadinya bisa dikatakan agak fenomenal, karena memang dialami oleh banyak pihak. Yakni – seperti yang digambarkan dimuka –  tentang tobat yang dilakukan dengan berbagai sarana pendukung dan pembuktiannya, tapi dirasa tidak begitu efektif untuk menghentikan tindak maksiat dan prilaku dosa. Ada apa gerangan? Apa yang salah atau kurang? Padahal ketiga syarat itu rasanya telah terpenuhi semuanya?</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan barusan ini bagus. Karena upaya menjawabnya insya-allah akan menyingkap tabir “misteri”. Kaidahnya bahwa, tobat semestinya menciptakan perubahan signifikan dalam diri dan kehidupan seorang mukmin atau mukminah, melalui penghentian dosa dan maksiat. Sehingga ketika hal itu tidak terjadi, maka hampir bisa dipastikan bahwa, jelas “ada apa-apa” dengan tobat yang dilakukan. Dan meskipun benar bahwa, syarat-syarat tobat dirasa telah terpenuhi, namun jelas ada juga fakta benar lain. Yakni bahwa, hampir pasti masih ada yang salah dan yang kurang dalam pemenuhan masing-masing syarat tersebut. Dan kesalahan atau kekurangan itulah yang memang merupakan kendala utama tobat pada umumnya. Sehingga, karenanya, tobat terasa hambar, karena tidak dirasakan benar-benar merubah secara signifikan, atau serasa tidak “menggigit” dalam mencegah dan menghentikan maksiat dan dosa. Istighfar tidak henti dilantunkan, namun maksiat dan dosa juga tetap berlasung terus, hampir tanpa tercegah atau terhentikan oleh istighfar-istighfar itu (?!).</p>
<p>Ya. Sekali lagi apa yang salah dan yang kurang dari pemenuhan syarat tobat tersebut? Yang salah atau yang kurang adalah tingkat kesungguhan dan kejujuran serta kadar totalitas dalam memenuhi tuntutan dan konsekuensi setiap syarat. Benar, Setiap syarat dari syarat-syarat tobat itu memiliki tuntutan dan konsekuensi, yang mesti dipenuhi untuk menjadikan tobat benar-benar sebagai taubatan nashuha, yang pasti akan langsung terasa pengaruh besarnya dalam penghentian maksiat dan dosa, serta perubahan signifikannya dalam diri dan prilaku yang bersangkutan.</p>
<p>Tuntutan dan konsekuensi dari syarat pertama yang berupa penyesalan atas dosa yang telah diperbuat, adalah bahwa penyesalan itu harus benar-benar terjadi dan muncul dari kesadaran keimanan berupa rasa takut dan malu kepada Allah. Bukan hanya karena takut akan akibat buruknya di dunia saja misalnya, atau hanya disebabkan oleh rasa malu kepada masyarakat semata. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya, adalah bahwa rasa penyesalan itu haruslah minimal setara dengan tingkat dan kadar dosa, atau bahkan lebih tinggi lagi, asalkan tidak sampai berlebihan. Ini yang umumnya kurang tersadari dengan baik, sehingga akibatnya kurang bisa terpenuhi secara memadai. Misalnya seseorang yang berdosa dengan dosa besar, namun penyesalan yang mendasari upaya tobatnya hanya berlevel untuk dosa kecil saja. Sehingga logis jika tidak atau kurang efektif pengaruh dan hasil tobatnya untuk menghentikan dosa besar. Karena memang kurang atau tidak selevel. Ibaratnya seperti orang yang memiliki tanggungan hutang, yang ia akui dan sanggupi untuk membayarnya. Namun ternyata pengakuan dan kesanggupan pengembalian itu tetap tidak diterima oleh pihak pemberi hutang, dan sebaliknya justru membuatnya marah besar! Ya, bagaimana tidak marah? Lha wong yang diakui oleh yang bersangkutan hanya 1 juta saja misalnya, padahal sebenarnya hutangnya mencapai 100 juta!<br />
Sebagai tambahan gambaran tentang bagaimana seharusnya sikap dan rasa takut serta penyesalan seorang mukmin dan mukminah terhadap dosa, mari cermati dan renungkan ungkapan atsar sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, dimana beliau berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat dosa-dosanya seperti orang yang sedang duduk di bawah kaki bukit dan khawatir kalau-kalau bukit itu akan runtuh menimpanya. Adapun orang yang fajir (pendurhaka) maka dia melihat dosa-dosanya hanya seolah-olah seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya lalu dia usir dengan cara begini.” Abu Syihab berkata, “Maksudnya adalah dengan sekedar menggerakkan tangan di atas hidungnya.” … (lihat Shahih Al-Bukhari)</p>
<p>Adapun tentang syarat kedua, yakni bahwa seorang yang tobat harus meninggalkan dosa yang telah atau sedang diperbuat, maka tuntutannya adalah harus bersemangat kuat dan bertekad bulat untuk benar-benar meninggalkan dosa dan maksiat itu. Jadi harus ada semangat kuat dan tekad bulat. Tidak cukup dengan sekadar keinginan begitu saja, apalagi jika hanya sebatas lintasan pikiran. Jadi ketika seseorang beristighfar dalam rangka tobat dari suatu dosa misalnya, sangat penting jika itu dilakukan sambil bermuhasabah dan bertanya pada diri sendiri misalnya: sudah penuh dan bulatkah tekadku untuk meninggalkan dosa dan maksiat itu? Karena meskipun seseorang telah banyak beristighfar, tapi jika semangatnya belum benar-benar kuat dan tekadnya belum bulat, maka tobatpun sangat mungkin akan tetap terkendala. Dan itu, tanpa tersadari, ternyata sering terjadi pada orang-orang yang bertobat.<br />
Disamping itu, yang menjadi konsekuensi mendasar dari syarat kedua ini adalah, bahwa kejujuran tekad dalam meninggalkan suatu dosa juga harus dibuktikan dengan sebisanya meninggalkan, melepaskan, menjauhkan, atau membuang segala sesuatu, apapun bentuknya, yang berhubungan atau yang menyambungkan dengan dosa itu. Karena jika tidak, maka hal itupun akan menjadi bagian kendala penting bagi efektifnya tobat yang dilakukan.</p>
<p>Sedangkan tuntutan dan konsekuensi dari syarat ketiga yang berupa azam (tekad kuat) untuk tidak mengulangi lagi dosa yang sama, adalah dengan upaya riil seoptimal mungkin untuk sebisanya menutup setiap pintu akses bagi kemungkinan terulangnya kembali dosa dan maksiat tersebut di masa mendatang. Nah, tidak sedikit kendala utama tobat itu juga berasal dari kekurangan dan kelemahan dalam memenuhi syarat ketiga ini. Dan bentuknya minimal dua. Pertama, kurang kuatnya keinginan sehingga tidak sampai pada derajat azam yang berarti semangat kuat dan tekad bulat. Dan kedua, ketidak seriusan atau kekurang sungguhan atau juga kelemahan dalam upaya menutup pintu akses dan peluang jalan, yang bisa memungkinkan terulangnya dosa-dosa itu lagi!</p>
<p>Akhirnya, sekali lagi Ramadhan sudah semakin dekat. Maka mari membersihkan hati dan menyucikan jiwa dengan taubatan nashuha. Syaratnya, pertama mari jujur menyesali dosa-dosa karena takut kepada Allah Ta’ala. Kedua, tinggalkanlah maksiat, buanglah dan jauhkanlah segala yang terkait dengannya. Ketiga, berazam benar-benar untuk tidak mengulangi lagi dengan bukti sebisanya selalu berupaya menutup akses untuk kembali kepada dosa-dosa itu lagi, dan lagi.. Keempat, juga jangan lupa istighfar sebanyak2nya, dan kelima, tak henti mengistimewakan amal selagi bisa. SEMOGA! (H. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajisamsul.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajisamsul.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=599&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/07/27/taushiyah-jelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12338bf5f4dd6ccfdfd5d43c6f5af421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajisamsul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hajisamsul.files.wordpress.com/2011/07/23122007067.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Menara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghafal Alquran dan Salat Tahajud Setiap Hari</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/menghafal-alquran-dan-salat-tahajud-setiap-hari/</link>
		<comments>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/menghafal-alquran-dan-salat-tahajud-setiap-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 03:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajisamsul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SD Al Uswah]]></category>
		<category><![CDATA[SDIT Al Uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajisamsul.wordpress.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Dua siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Al- Uswah Surabaya patut berbangga.Ia meraih nilai Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN) tertinggi yakni sama-sama 29,55. Tak hanya nilai ternyata yang sama,karena ternyata keduanya sama-sama tengah dalam proses menghafal (hifdzul) Alquran dan selalu menunaikan salat tahajud. Mereka adalah Muhammad Hizbun Nash dan Mujahidah Khalisha.Mereka tercatat sebagai siswa terbaik di Surabaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=597&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dua siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Al- Uswah Surabaya</strong> patut berbangga.Ia meraih nilai Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN) tertinggi yakni sama-sama 29,55. Tak hanya nilai ternyata yang sama,karena ternyata keduanya sama-sama tengah dalam proses menghafal (hifdzul) Alquran dan selalu menunaikan salat tahajud. Mereka adalah Muhammad Hizbun Nash dan Mujahidah Khalisha.Mereka tercatat sebagai siswa terbaik di Surabaya mengalahkan Cristopher Kevin Susandji dari SD Kristen Petra 5 yang meraih nilai 29,50 dan Naufal Rafid Rizqullah SD At Taqwa,serta Joana Gunawan dari SD YPPI dengan nilai 29,40.</p>
<p><span id="more-597"></span> Namun sayang,keberadaan kedua siswa dari SD Islam Terpadu AL Uswah itu sempat luput dari penilai Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya. Kedua siswa ini tidak dicatat sebagai siswa yang memperoleh nilai UASBN tertinggi oleh Dindik.Padahal,jelas nilai yang diperoleh dua siswa ini mengalahkan siswa lainnya. Meski demikian,pihak SDIT Al-Uswah tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Bagi mereka,nilai kedua siswanya akan menjadi pemacu semangat untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi.<br />
Dengan kondisi itu, segala cara akan dilakukan supaya target sekolah terbaik terus disandang sampai kapan-pun. Lalu apa rahasia keduanya hingga bisa meraih sukses tersebut?. Kepada harian SINDO, kedua siswa itu membuka sedikit rahasia suksesnya.Menurut Mujahidah Khalisha,salah satu kunci mendapatkan nilai baik yang terus diamalkan adalah melaksanakan salat tahajud. Salat ini menunjukan khasiat sebagai jalan mendekatkan diri kepada sang Kholik sekaligus memperoleh nilai terbaik.<br />
”Saya sering melaksanakan salat tahajud,”kata Mujahidah Khalisha,satu dari dua siswa SDIT Al-Uswah yang mendapatkan nilai terbaik. Salat tahajud,aku Khalisha, merupakan kegiatan spiritual yang secara rutin dijalankan siswa-siswa SDIT ini. Menurut dia,hampir seluruh siswa menjalankan salat yang dilakukan pada ? malam setiap harinya.Dengan salat ini,mereka yakin segala keinginan akan digampangkan oleh Allah Sang Pencipta. Aktifitas salat tahajud rutinan juga dilakukan Muhammad Hizbun Nash.<br />
Dia mengaku,setiap hari bangun malam pukul 03.00WIB untuk menjalankan salat malam itu. Setelah kegiatan rutin lain adalah menghafalkan Alquran dan dilanjutkan dengan belajar pelajaran sekolah. Hasilnya,sampai saat ini mengaku hafal sembilan juz dari 30 juz Al-qur’an.Ia menargetkan bisa hafal semua juz saat ada di jenjang SMA. Anak Budi Prasodjo,salah satu dosen ITS jurusan Perkapalan ini membeberkan,pada awalnya ia tidak menyangka akan memperoleh nilai UN tertinggi se-Surabaya.<br />
Dengan prestasi yang diperoleh,dirinya merasa bangga kepada kedua orang tua dan sekolahnya . ”Saya sangat senang.Dengan prestasi ini,saya minta dibelikan hp sebagai hadiah,”kata Hizbun dengan polos. Selain melakukan salat tahajud secara rutin,Hizbun menegaskan ada rahasia lain yang dilaksanakan saat UN.Salah satunya adalah berpuasa rutin menjelang try outsampai pelaksanaan UN.Ia tidak belajar setiap saat,tapi proses belajar yang dilakukan adalah pagi,siang dan sore.<br />
Sementara untuk malam harinya dipergunakan untuk istirahat. ”Kalau malam saya menghafal Alquran.Saya sudah hafal sembilan juz,”jlentreh anak yang tinggal di Jalan Kejawan Putih Tambak Gg 16 No 18 ini. Sementara itu,Rudi Artono ayah dari Khalisha yang juga dokter ini mengaku sangat bangga kepada anaknya,karena bisa memperoleh nilai UN tertinggi se-Surabaya.Untuk mendapatkan nilai itu,usaha yang paling serius diperlihatkan anaknya sendiri,bukan karena paksaan.<br />
Selain itu,nilai yang diperoleh karena pendidikan karakter yang dijalankan di SDIT Al-Uswah dijalankan dengan benar.”Saya hanya memfasilitasi kebutuhan anak saja,”katanya. Ia mencontohkan,fasilitas yang diberikan kepada sang anak adalah melakukan les pada bidang mata pelajaran yang tidak dikuasai.Jika anaknya mengeluh tidak bisa mengerjakan Matematika, maka dirinya akan mendatangkan guru secara khusus mengajari matematika.<br />
Kondisi serupa juga diberlakukan pada mata pelajaran lain. Dengan sistem itu,maka pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit bisa dikuasai anak,dan hasilnya nilai Khalisha menjadi yang tertinggi. Selain itu,proses hafalan Alquran anaknya yang baru mengunjak juz tiga juga menjadi kebanggan tersendiri.”Di sekolah sudah diajarkan menghafal Alquran,makanya banyak anak yang sudah bisa menghafal Alquran,”beber dokter THT di RSI ini. Kebahagian juga terpancar dari raut wajah kepala sekolah SDIT Al-Uswah, Mochammad Edris Effendi.<br />
Dia mengaku, prestasi sekolahnya akan terus menanjak.Karena,dalam mengenyam pendidikan dilakukan dengan target-target yang telah ditetapkan.Selain itu, ada empat pondasi yang dibangun untuk anak didiknya yakni,bekerja keras,membantu teman dalam proses belajar, menanamkan nilai-nilai kejujuran,dan menanamkan nilai spiritual.”Empat pilar ini yang kami tanamkan sejak dini.<br />
Kami ingin anak didik kami jujur,”aku dia. Dengan pemahaman itu, seluruh siswa sekolah menjalankan dengan suka rela.Bukti amalan ilmu yang diajarkan adalah menjalankan salat tahajud di rumah masing-masing. Kegiatan salat ini dinamakan dengan ‘tahajud call’. Artinya,setiap siswa mempunyai kewajiban membangunkan siswa lainnya saat menjalankan salat tahajud.Prosesnya melalui call melalui _hanphone yang dimiliki siswa satu dengan lainnya. (sumber: Seputar Indonesia Edisi Cetak)</p>
<p><strong>ARIEFARDLIYANTO </strong><br />
Surabaya</p>
<p><a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/407239/">http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/407239/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajisamsul.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajisamsul.wordpress.com/597/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=597&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/menghafal-alquran-dan-salat-tahajud-setiap-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12338bf5f4dd6ccfdfd5d43c6f5af421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajisamsul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SD Al Uswah Sabet Nilai Tertinggi UN 4 Kali Berturut-turut</title>
		<link>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/sd-al-uswah-sabet-nilai-tertinggi-un-4-kali-berturut-turut/</link>
		<comments>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/sd-al-uswah-sabet-nilai-tertinggi-un-4-kali-berturut-turut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 03:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hajisamsul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Al Uswah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[SD Al Uswah]]></category>
		<category><![CDATA[SDIT Al Uswah]]></category>
		<category><![CDATA[SDIT Al Uswah Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hajisamsul.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya - Gaung pentingnya nilai kejujuran ternyata sudah dilakukan SD Al-Uswah sejak 4 tahun lalu. Hal ini membuat SD yang bertempat di Jalan Kejayan Gebang No 6 menyabet peringkat satu kategori sekolah swasta se-Surabaya. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SD Al-Uswah Edris Effendi. Ia menyatakan bahwa SD-nya memang mengedepankan kecerdasan akhlak sebagai pendukung kecerdasan otak siswanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=595&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya</strong> - Gaung pentingnya nilai kejujuran ternyata sudah dilakukan SD Al-Uswah sejak 4 tahun lalu. Hal ini membuat SD yang bertempat di Jalan Kejayan Gebang No 6 menyabet peringkat satu kategori sekolah swasta se-Surabaya.<br />
<span id="more-595"></span> Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SD Al-Uswah Edris Effendi. Ia menyatakan bahwa SD-nya memang mengedepankan kecerdasan akhlak sebagai pendukung kecerdasan otak siswanya.<br />
&#8220;Saya selalu tekankan bahwa nilai kita (SD Al-Uswah) akan jeblok bila tidak jujur saat mengerjakan Ujian Nasional,&#8221; terang pria yang telah 2 tahun menjabat kepala sekolah SD AL-Uswah kepada wartawan, Senin (20/6/2011).<br />
Pihaknya juga menerapkan sistem Tahajud Call kepada para muridnya. Dimulai dengan berbagi nomer telepon, agar setiap jam 03.00 WIB para siswa saling membangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud.<br />
&#8220;Tahajjud Call ternyata juga efektif untuk membantu mengangkat nilai mereka, karena kebanyakan siswa mengaku lebih nyantol belajar setelah selesai sholat,&#8221; tambah pria yang juga merangkap guru Matematika ini.<br />
Hal ini terbukti dengan kedua siswanya yang meraih nilai UN pada tahun 2011 dengan jumlah 29,55 dari 3 mata pelajaran, atas nama Muhammad Hizbun Nashr dan Mujahidah Khalisa. Menariknya, selain cerdas mereka juga sanggup menghafal Al-Quran di usia dini.<br />
&#8220;Kalau Nashr itu hafal 9 juz, kalau Khalisa 3 juz,&#8221; pungkas Edris.<br />
Untuk nilai akhir sekolah, SD Al-Uswah meraih rangking 3 SD se-Surabaya dan nomor satu untuk SD swasta se-Surabaya. <strong>(fat/fat)  </strong>( sumber: surabaya.detik.com)</p>
<p><strong></strong><a href="http://surabaya.detik.com/read/2011/06/20/163441/1664461/596/sd-al-uswah-sabet-nilai-tertinggi-un-4-kali-berturut-turut">http://surabaya.detik.com/read/2011/06/20/163441/1664461/596/sd-al-uswah-sabet-nilai-tertinggi-un-4-kali-berturut-turut</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hajisamsul.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hajisamsul.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hajisamsul.wordpress.com&amp;blog=3134438&amp;post=595&amp;subd=hajisamsul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hajisamsul.wordpress.com/2011/06/22/sd-al-uswah-sabet-nilai-tertinggi-un-4-kali-berturut-turut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12338bf5f4dd6ccfdfd5d43c6f5af421?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hajisamsul</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
