Hijrah Dan Masyarakat Baru
Desember 29, 2008
Peristiwa hijrah nabi Muhammad saw dari kota Makkah ke Madinah diabadikan dalam penghitungan awal kalender umat Islam. Penetapan peristiwa hijrah Nabi saw sebagai awal pehitungan tahun dalam Islam mengisyaratkan makna yang sangat mendalam. Karena peristiwa hijrah adalah peristiwa yang sangat bersejarah dalam proses perjuangan Rasulullah saw dan para Sahabatnya dalam menegakkan Risalah Islam. Peristiwa hijrahnya Nabi saw beserta seluruh pengikutnya ke Madinah adalah titik tolak baru dalam membangun kehidupan masyarakat baru yang lebih beradab, berbudaya dan bermartabat.
Berbagai macam rintangan dan ujian yang dialami oleh Rasulullah saw beserta seluruh sahabatnya selama di Makkah, menjadi dasar-dasar kekuatan moral dalam membangun masyarakat baru yang diinginkan. Yaitu sebuah masyarakat yang dibangun berlandaskan dasar-dasar keimanan dan kebudayaan yang bersih dan mulia. Masyarakat Madinah dibangun ditengah berbagai macam unsur multietnis yang ada saat itu. Dan hubungan masyarakat yang ada dalamnya menjadi suatu gambaran masyarakat yang sangat ideal yang dicita-citakan semua orang. Disana ada penduduk asli Yatsrib, ada pendatang (muhajirin) dari Makkah dan juga ada berbagai macam suku dan kabilah yang ada disekitarnya. Meskipun demikian mereka bisa hidup secara berdampingan dan bekerjasama dengan baik.
Membangun kehidupan baru dan masyarakat baru adalah intisari pelajaran yang bisa di ambil dari momentum peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1430. Diawal tahun baru ini, semuanya orang semestinya harus bergerak dan beranjak dari segala kelemahannya kepada segala unsur yang mampu menguatkannya. Semua orang harus berpindah dari segala kebodohannya kemudian beralih kepada sesuatu yang bisa mencerahkan kehidupannya. Tentu saja dengan adanya tahun baru semua orang harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430.
Entry Filed under: Beranda. Tag: hijrah, masyarakat.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed